
Gadis cantik berpakaian hitam itu melihat ke arah kepala sekte tampa ekspresi membuka mulutnya "akan ku bawah ahli ramuan tahap tiga pada yang mulia"
Kepala sekte dan shifunya mengerutkan kening. Kepala sekte membuka mulut dengan gugup "A-apa...raja iblis menginginkan tumbal"
Karena pertanyaan kepala sekte tidak di jawab shifunya bergegas ke depan menundukkan kepalanya berkata dengan lembut "kami kekurangan orang untuk melewati tujuh tingkatan demi menemui raja iblis. Mohon penjaga lantai satu memaklumi..."
Belum selesai shifunya berbicara dia di pukul ke samping sampai memuntahkan darah. Melihat shifunya terluka Ling Changyi bergegas ke arahnya di ikuti oleh sahabatnya XiangRikui. "Shifu!"
Gadis cantik berpakaian serba hitam itu melihat ke arahnya mengamati lalu mendekat ke arah mereka bertiga
Melihat gadis berpakaian hitam itu mendekat ia segera merentangkan tangan berdiri di depan shifunya "aku ahli ramuan tahap tiga tingkat tinggi kamu bisa membawaku. Jangan sakiti shifuku"
Gadis cantik berpakaian hitam itu dengan lembut berkata "dimengerti" lalu menampakkan senyum tipis di wajah
Gadis cantik berpakaian hitam itu mendekat memegang lengannya lalu menghilang
"Changyiyi" seorang gadis cantik berteriak mencoba meraih tangan anak laki-laki di depannya. Belum sampai tangannya menyentuh anak laki-laki itu sudah menghilang dari hadapan
"Shifu hiks hiks. Changyiyi di jadikan sandera"
Orang-orang yang melihat hanya bisa bersimpati.
Disisi lain ia tiba di sebuah ruangan. Ini adalah sebuah kamar yang tertata rapi seperti kamar dari seorang ratu kerajaan besar. Gadis berpakaian hitam itu hanya mengantarkannya ke sini dan menghilang.
Di kamar itu ada tempat tidur yang di tutupi oleh kelambu yang terlihat cantik berwarna putih dan ungu yang sepertinya ada orang di dalamnya. Ia mendekat dan menemukan itu adalah pria muda cantik yang menghilang saat di depan pintu gerbang istana raja iblis. Pria muda cantik itu nampak tertidur pulas memejamkan matanya. Namun ada yang aneh setelah beberapa menit pria muda cantik ini seperti tidak bernapas, dengan panik ia membaringkan kepalanya ke dada pria muda cantik itu untuk mendengarkan detak jantungnya namun hasilnya nihil, ia berkata dengan panik "pria muda!" Mengambil pergelangan tangannya untuk memeriksa nadi hasilnya juga nihil jadi ia memeriksa napas di bawah hidungnya dengan jadi telunjuk ada napas lemas dan terasa sedikit hangat.
Dengan lega ia mengeluarkan elixir penambah energi berkata "ini akan agak sakit" ia membuka mulut orang itu dan memasukan elixir dengan paksa.
Beberapa detik berikutnya muncul cahaya dan pria muda itu perlahan membuka matanya dan duduk di atas tempat tidur. Karena senang ia memeluk pria muda cantik itu berkata "sudah ada efeknya"
Pria muda cantik itu hanya terdiam namun tampak senyum di matanya.
"Bagaimana kamu bisa terluka" ia berkata sambil memeriksa bagian badan lainnya lalu melanjutkan "bagaimana perasaanmu sekarang"
"Sudah membaik" pria muda itu menjawab tampa ekspresi
Karena kaget ia menatap mata pria muda cantik itu dengan mata melebar dan mulut menganga sampai beberapa detik berikutnya berkata "kamu tidak bisu dan apakah berarti juga tidak tuli" sambil menunjuk ke arah pria muda cantik itu.
Karena tidak ada jawaban ia bertanya lagi "bagaimana kamu terluka, nampaknya ini bukan luka yang baru di dapat"
"Hmm. Ini di dapat saat aku bertarung dengan musuhku sekitar enam bulan yang lalu" setelah diam ia melanjutkan "aku di tipu"
Mendengar itu ia segera menganggukkan kepalanya membuka mulut "oang kuat memang susah di kalahkan, jadi musuh hanya bisa curang"
Setelah obrolan itu ia berjalan ke arah jendela dan melihat pemandangan larva di sepanjang jalan lalu ada kota di ujungnya yang nampak berwarna merah lentera.
Sunyi beberapa saat ia sadar bahwa pria muda cantik itu bertanya padanya dengan linglung ia berpikir 'apanya yang apa aku menyukainya' Setelah berpikir keras ia mengerti maksudnya dan menjawab dengan tersenyum "ya, sangat" lalu menatap pria itu bertanya "siapa namamu"
Pria muda itu terpanah dengan seorang anak laki-laki di depannya yang tersenyum menatap ke luar jendela, anak laki-laki itu nampak cantik
Karena tidak ada jawaban dari pria muda cantik itu ia berkata "apa kamu berasal dari keluarga tersembunyi, atau ada hal lain yang membuatmu merahasiakan namamu"
Tersadar pria muda cantik itu berkata "Chang Meiyin"
Mendengar itu ia mengerjapkan mata beberapa kali menggerakkan bibir "mirip dengan nama temanku" lalu melanjutkan "tapi kalian berbeda. Temanku sudah meninggal"
Pria muda itu hanya terdiam tidak mengatakan apapun.
Disisi lain shifunya dan para tetua sedang bertarung dengan iblis penjaga lantai tiga. Iblis itu bertubuh seperti anak kecil dan melawan mereka seperti sedang bermain
"Kejar aku bibi" iblis kecil itu berlarian menendang kesana kemari sambil berbicara dengan seorang gadis cantik. Itu adalah Zhang XiangRikui
"Aku bukan bibimu dan aku masih muda" gadis cantik itu berteriak
Kepala sekte mengeluarkan potongan es tajam melemparkan ke arah iblis kecil itu tapi di hindari dengan mudah olehnya
"apa paman ingin menyerang bersamaan" iblis kecil itu terkikik
"Apa kamu ingin mendengar kami adik kecil" Fen Li shifu LC bertanya dengan sopan ke arah iblis kecil itu
Karena merasa orang ini berbeda dengan yang lain. Iblis kecil itu mendekat dan tertawa "aku ingin ramuan tingkat tinggi"
Mendengar itu shifunya tersenyum berkata "aku ahli ramuan tingkat tinggi tahap lima. Apa kamu mau"
Iblis kecil itu bertanya spontan "apa kamu sehebat istri yang mulia"
Mendengar perkataan iblis kecil itu seluruh orang terkejut dengan mata membelalak dan dagu yang jatuh ke bawah
Kepala sekte berjalan mendekat dan bertanya "apa raja iblis sudah menikah"
Iblis kecil itu menatap kepala sekte dengan niat membunuh yang membuat kepala sekte terdiam dan mundur kembali ke belakang
Shifunya yang juga terkejut segera bersikap seperti semula dengan lembut berkata "adik kecil. aku tidak bisa di bandingkan dengan istri yang mulia kalian. Tapi elixir yang aku murnikan juga tidak buruk"
Iblis kecil itu berpikir sejenak lalu tersenyum dan berkata "kamu benar. Baiklah aku akan menunggu kamu memurnikan ramuan itu"
Iblis kecil itu menendang perut mereka kesana kemari dan menarik rambut mereka dengan cepat yang membuat orang-orang itu mendesak shifunya untuk segera menyelesaikan ramuan yang di buat.
"Cepat sedikit Fen Li. Anak iblis ini sangat merepotkan" kepala sekte berteriak ke arah shifunya sambil mencoba menangkis tendangan dari iblis kecil ke arah perutnya. bahkan beberapa tetua lainnya ada yang memuntahkan darah.