
Setelah rapat selesai semua orang sibuk dengan persiapan. Bahkan Changyi juga menyiapkan bahan untuk ramuan. Ini adalah pertama kali dalam hidupnya berperang, di bumi sebelum ia pindah ke dunia ini tidak ada yang namanya perang.
Tiga hari setelah rapat orang-orang yang akan pergi ke istana raja iblis berkumpul. Terdapat lima belas orang berbakat dalam ramuan tiga di antaranya adalah para tetua termasuk shifunya. Lima puluh petarung di tahap empat atau lebih termasuk kepala sekte, pemimpin kota, dan para tetua.
Kepala sekte berdiri di atas batu depan hutan yang nampaknya ada sebuah pusaran hitam di udara belakangnya berkata "para ahli ramuan berada di belakang dan petarung berada di depan. Ahli ramuan yang memiliki cukup kekuatan akan berdiri di barisan petarung"
selesai mengatakan itu semua orang di atur dan masuk ke dalam pusaran hitam. Di dalam pusaran hitam adalah hutan rimbun gelap yang di penuhi aura aneh.
Seorang gadis cantik melemparkan diri ke arahnya itu adalah Zhang XiangRikui. Mereka berada di belakang bertugas membantu penyembuhan.
Seorang tetua berteriak di depan "ada iblis api di depan, semuanya bersiap"
"Apa yang di inginkan manusia sampai datang ke alam iblis" iblis itu berkata sambil tertawa kegirangan
Kepala sekte membuka suara dengan lantang berkata "kami ingin menyelesaikan permasalahan manusia dan iblis"
Setelah berpikir beberapa saat dengan tangan di dagu iblis api berkata "Hmm. Yang mulia tidak setingkat dengan kalian. Tapi jika ada yang berhasil mengalahkan aku maka aku akan membuka gerbang kota ini"
Orang-orang mulai bertarung dengan iblis api penjaga gerbang dan sudah ada sekitar lima korban jiwa. Shifunya yang berada di garis depan bersama dua ahli ramuan lainnya hampir kehabisan kekuatan jiwa menyembuhkan orang-orang yang terluka. Ahli ramuan yang berada di belakang membuat ramuan penambah energi untuk orang-orang yang masih kuat bertarung.
Sejam berlalu sejak pertarungan menyebabkan setengah dari pasukan terdepan meninggal dan yang lainnya terluka. Iblis api penjaga gerbang masih kuat sedangkan di pihak lain sudah babak belur.
Iblis api menghela nafas meletakkan kedua tangannya di pinggang dengan santai berkata "kalian bahkan tidak bisa mengalahkan aku bermimpi ingin menemui yang mulia. Begini saja istirahatlah dulu dan kembali lagi nanti. Aku akan memberikan kesempatan hidup untuk kalian"
Pasukan menjauh dari gerbang kota iblis mendirikan api unggun. Yang terluka di obati oleh para ahli ramuan tingkat tinggi dan sebagian memasak, kepala sekte dan pemimpin kota membahas strategi pertarungan.
Seorang gadis cantik mendekati seorang anak laki-laki itu adalah XiangRikui yang mendekati Ling Changyi. Gadis itu mengarahkan daging panggang panas ke depan mukanya "mereka mati dengan kebanggaan. Changyiyi akan terbiasa suatu saat nanti"
Ia mengambil daging di depan mukanya, mengunyah dan dengan lembut berkata "apa kita bisa kembali dengan hidup XiangRikui. Aku..aku tidak ingin mati lagi"
Melihat muka suram anak laki-laki di depannya, gadis itu menatap langit berbintang mendesah pelan dan berkata "kau tahu...aku juga tidak ingin mati setidaknya tidak ingin mati tampa berjuang"
mendengar kata-kata itu ia melihat ke arah langit berbintang dan berkata "dunia ini sangat merepotkan"
Mendengar perkataan orang di sampingnya gadis cantik itu menjawab "hmm"
Keesokan harinya di hutan iblis mereka yang berjumlah kurang dari tiga puluh orang kembali ke gerbang kota iblis.
Iblis penjaga gerbang mengangkat salah satu tangan ke depan berteriak "yo" lalu melanjutkan "kalian boleh menyerang ku secara bersamaan"
Itulah yang di harapkan oleh kepala sekte dan para tetua. Mereka menyerang iblis itu secara bersamaan yang membuat sekitar penuh debu. Pohon di sekitar bergerak menjauh yang membuat orang-orang terkejut.
"Changyiyi" gadis cantik itu berdiri di depannya menghalangi ranting tajam yang mengarah ke arahnya
pohon itu bergerak ke arah mereka yang membuat ia hanya bisa membawa gadis cantik itu pergi menjauh dari medan pertarungan.
Rasa sudah jauh dari bahaya ia melihat luka di bahu kanan gadis cantik itu dengan buru-buru berkata "kenapa kamu berlari di depanku saat ada musuh seperti itu"
Tampa mendengar perkataan gadis itu ia mengeluarkan air ajaib dari dimensinya menyiramkan ke arah luka. Elixir penyembuh luka tidak akan efektif dengan luka sebesar itu nampaknya tulang bahu kanan gadis cantik itu patah.
Gadis cantik itu berteriak kesakitan dan dengan susah payah berkata "kenapa kamu menyiram lukaku Changyiyi"
"Diam" ia berteriak yang membuat mata gadis itu berkedut
Setelah lima belas menit merintih akhirnya luka di lengan gadis itu sembuh tampa meninggalkan bekas yang membuat gadis itu bertanya kepadanya "elixir apa itu. Sangat bagus"
"Ayo cari orang-orang kita" ia berdiri dan berjalan ke arah depan membersihkan jalan dengan kekuatan es membekukan ranting pohon dan memecahkannya dengan tinju
Gadis cantik itu mengikutinya dari belakang membuka mulut "mungkin para tetua dan kepala sekte sudah masuk ke kota iblis"
Ia berhenti melihat seorang pria muda yang nampak berumur sekitar dua puluh satu tahun di hutan ini dan menjawab gadis cantik itu dengan singkat "mungkin saja" ia segera berteriak "pria muda di sana." Ia melambaikan tangan ketika pria muda itu melihat ke arahnya tampa ekspresi.
Sampai di depan pria muda cantik itu ia membuka mulut "apa kamu juga tersesat, di sini berbahaya. Bahkan pohon di hutan ini ada yang bisa bergerak dan menyerang manusia"
Pria muda cantik itu menatap ke arahnya dengan mata seperti seseorang yang sudah lama tidak bertemu. Lalu melihat ke arah gadis cantik di sebelahnya.
Melihat tatapan sinis dari pria muda di depannya membuat gadis cantik itu mengerutkan kening melihat dari atas ke bawah. Pria mudah cantik ini memakai pakaian hitam mewah rambut hitam yang di ikat ke belakang seperti kuncir kuda dengan beberapa helai rambut disisakan di samping kiri dan kanan.
"Aku Ling Changyi. Dan ini adalah Zhang XiangRikui" ia memperkenalkan diri
Pria muda cantik itu melihat ke arah tangannya yang terluka. Mengikuti arah tatapan itu ia berkata "aku terluka saat membersihkan jalan, membekukannya lalu menghancurkan dengan tinju" ia mengangkat tangannya yang terluka ke depan
Ketiga orang itu berjalan melewati hutan. Pria muda cantik itu yang membersihkan jalan dengan kekuatan anginnya "wah kamu sangat berbakat" ia mengeluarkan suara untuk memecah keheningan
tapi pria muda cantik itu tidak menjawab bahkan merespon perkataannya pun tidak
Gadis cantik di sebelahnya menarik ia kebelakang dan berbisik "pria ini agak aneh Changyiyi"
Mengerjapkan kedua matanya ia melihat ke arah gadis itu dan berkata dengan berbisik juga "apa maksudmu"
"Pria itu menatapku dengan mata permusuhan juga pria ini bukan berasal dari sekte kita dan lihatlah pakaiannya yang bagus tampa ada lecet sedikitpun di hutan yang menyeramkan ini"
dengan tidak setuju ia menjawab "Pria ini kuat XiangRikui jadi wajar saja tidak terluka"
Gadis cantik itu terdiam sebentar dan membuka mulut "benar. Tapi bagaimana dengan cara dia menatapku"
Ia menyentuh dagunya dan berkata "itu mungkin tatapan jatuh cinta. Bukankah kalian belum pernah bertemu sebelumnya"
Gadis cantik itu menganga dan menepuk bahunya dengan kuat lalu berkata "sialan aku serius"
Ia mengerjapkan dua kali lalu dengan lembut berkata "mungkin kamu mirip dengan musuhnya"
Setelah beberapa saat berpikir gadis itu setuju dengan pendapatnya. menyusul ketertinggalannya.