
Waktu perlombaan di mulai. Mereka berlima di pisahkan ia berada di arena ahli ramuan dengan iblis lainnya yang juga berkompetisi di bagian ahli ramuan.
Seorang iblis tampan melangkahkan kaki mendekat ke arahnya yang sedang duduk berkata dengan senyuman di wajah "aku LinXie salam kenal"
Mengerjapkan mata ia membuka mulut "Ling changyi. Salam kenal juga"
Duduk di sampingnya iblis tampan itu membuka obrolan "dari alam mana"
"Alam ibis Uta" ia menjawab dengan tenang.
Mengerutkan kening iblis tampan itu ragu-ragu mengangguk.
Melihat reaksi itu ia bertanya balik "bagaimana dengan mu"
menjawab iblis tampan itu berkata "aku dari alam ibis namiba"
Alam iblis memiliki tiga macam, yaitu alam iblis Uta sebagai yang terendah, alam iblis Nixie, dan alam iblis namiba sebagai yang tertinggi.
Mengangguk ia mengerti kenapa iblis tanpa itu mengerutkan kening.
Iblis tampan itu membuka mulut seperti ingin mengatakan sesuatu namun menutup mulutnya kembali karena iblis penilai berbicara "kepada iblis ahli ramuan di harapkan untuk menaiki arena dan menempati mejanya masing-masing"
Tersenyum iblis tampan itu melambai kan tangan berkata "kita akan bicara setelah perlombaan selesai" iblis tampan itu menaiki panggung arena dan berdiri di salah satu meja di depan"
Ia juga bergerak namun tidak tergesa-gesa seperti iblis lainnya. Meja yang terisi semuanya adalah di belakang, sedangkan meja di depan hanya ada tiga orang termasuk iblis tampan yang mengajak nya berbicara tadi.
Berjalan ke salah satu meja di depan tiga iblis lainnya yang juga berada di meja depan menatapnya dengan mata heran.
Tim penilai membuka mulut berkat dengan kuat "Pada tahap pertama ini kalian akan persilahkan untuk memurnikan elixir yang sudah di siapkan. Untuk penilaian pertama bagi ahli ramuan tinggi akan di nilai dengan persentase di atas lima puluh, untuk yang sedang dengan persentase enam puluh dan untuk yang rendah persentase tujuh puluh"
Mengerutkan kening ia berkata dalam hati 'kenapa berbeda, apa yang di depan adalah ahli ramuan tingkat tinggi'
Karena merasa akan kalah jadi ia melepaskan auranya yang di segel menggunakan elixir dengan rapalan mantra. Tiba-tiba iblis lain yang mengikuti kompetisi merasakan dingin sekujur tubuh dengan gemetar, sedangkan ia dengan lega merenggangkan badannya.
Iblis tampan di sampingnya yang juga merasakan sedikit tekanan tersenyum ke arahnya berkata "jadi kamu menekan level mu ke bawah teman"
Mengerjapkan mata ia merasa aneh, berpikir 'bahwa sepertinya aku berada di level tujuh....' melebarkan mata ia terbatuk karena kaget.
Iblis tampan di sampingnya bertanya dengan cemas "kamu tidak apa teman"
Menggeleng ia berkata "aku baik"
Perlombaan di mulai. Ia membuka tudung mendapati akar rumput kemangi berpikir 'obat ramuan tingkat tinggi di jadikan sebagai alat perlombaan, apa mereka akan menghukum orang yang gagal'
Ia mulai untuk memurnikan akar rumput kemangi dengan mencucinya terlebih dahulu, kemudian memisahkan akar buruk dan baiknya. Gerakan yang di buatnya halus di tambah dengan muka tenang tampa tekanan.
Iblis di sampingnya melirik ke arahnya terpanah dengan gerakan yang di lakukan oleh anak laki-laki di sampingnya. Timbul rasa kagum di matanya apalagi anak laki-laki itu sangat imut.
Selesai memisahkan akar buruk dan baik ia melemparkan akar rumput kemangi ke dalam tungku pemurnian, mulai memecahkan kekuatan jiwa untuk menghancurkannya, lalu memisahkan serat baik dan buruk. Menyaring ampasnya kemudian menambahkan sedikit air ajaib agar rasa sengatan dari kemangi tidak terasa.
Tim penilai menatapnya dengan mata tak percaya, begitu pula iblis lain yang masih memurnikan ramuan.
Mengamatinya dari atas kebawah salah satu tim penilai mengeluarkan suara "iblis kecil sebaiknya kamu menyaringnya dulu"
Memiringkan kepala ia berkata "sudah ku lakukan"
Tiga penilaian di depan melebarkan mata. Dan salah satunya bertanya "mana ramuan yang kamu buat"
Menyerahkan ramuan kemangi ia berkata "aku tidak bisa menghilangkan sepenuhnya rasa sengatan apa itu berpengaruh dengan nilai ku"
Menggeleng salah satu tim penilai meneteskan satu tetesan ramuannya ke dalam kristal putih bulat.
Timbul cahaya keemasan yang membuat mata tim penilai terbelalak, lalu muncul angka yang di mulai dari satu sampai tiga puluh, tapi angka itu terus berjalan ke lima puluh dan terus berjalan ke tujuh puluh, kemudian melambat di angka sembilan puluh empat, sembilan puluh lima, sembilan puluh enam, dan berhenti di angka sembilan puluh tujuh.
Ia yang menunggu tidak memperhatikan angka dan hanya memainkan kuku jari kanannya sambil memakan apel dengan tangannya yang satu lagi. Dalam hati berkata 'kenapa membuat ramuan tingkat tinggi dari akar rumput kemangi sangat menguras kekuatan jiwa'
Tiga orang tim penilai mengumumkan ke seluruh area kompetisi yang membuatnya mendongak "elixir rumput akar kemangi" saat kata itu semua orang di area berkumpul ke arahnya.
Mengerutkan kening ia berpikir 'apa aku gagal, bukankah di sana tertera sembilan puluh tujuh'
Melanjutkan tim penilai mengumumkan "tingkat suci dengan persentase keberhasilan sembilan puluh tujuh persen, tampa rasa sengatan"
Seluruh peserta maupun juri berkumpul ke arena ahli ramuan.
Tiga tim penilai berjalan ke arahnya mengangkat kedua tangan nya. Salah satu dari mereka berbisik "sebutkan nama dan asal mu"
Mengerjapkan mata ia menjawab dengan pelan "Ling Changyi, dari alam Uta"
Karen suaranya tidak dapat di dengan tiga tim penilai meneriakkan namanya dan asalnya dengan sangat kencang.
Kepsek yang mendengar namanya berlari ke area ahli ramuan. Chang Meiyin yang baru saja mengalahkan lawannya tersenyum saat mendengar namanya, begitu pul dengan iblis lainnya yang berasal dari sekolah mereka.
Selesai pengumuman itu kepsek di panggil ke ruang panitia. Dan menemukan seorang anak laki-laki yang duduk di geromboli oleh ahli ramuan tingkat tinggi.
Para ahli ramuan tingkat tinggi menatap ke arah kepsek saat masuk dan mulai menanyakan banyak hal padanya, lalu mempersilahkan ia untuk pergi menonton pertandingan yang lain.
Keluar dari ruangan seorang pria muda cantik menunggu nya di depan pintu dengan tersenyum tipis.
Menyadari pria muda cantik di depannya tersenyum ia berlari menghampiri meninju lengannya dengan kuat berkata "bukan kah orang aneh ini hebat saudara Chang"
Mengangguk sedikit pria muda cantik itu berkata "ayo lihat yang lainnya berkompetisi"
Mengangguk ia mengikuti pria muda cantik itu di belakang sambil memakan apel dari dimensinya.
Di area ahli medis ia menyaksikan kakak senior Jiao Zixin sedang mengobati binatang iblis tahap lima tingkat puncak yang terluka di bagian perut. Dia sedang memberikan obat bius dan mulai menjahit perut binatang iblis itu, seperempat waktu tersisa akhirnya menyelesaikan tugasnya. Pada perlombaan kali ini dia menempati posisi ke tiga.
Mereka bertiga menuju area perapal dan di sana Jiao Yue sudah keluar dari lapangan karena kalah. Dengan muka sedih berjalan ke arah mereka berkata "maaf aku kalah"