
Dalam perjalanan pulang ke rumahnya sekarang ia berpikir bahwa temannya mungkin dalam masalah. Ia menulis pesan pada temannya bertanya dimana dia. Namun semua nihil, tidak ada jawaban.
Enam bulan berlalu tidak ada kabar dari temannya. Yang membuat ia merasa ada yang aneh. Ia memutuskan untuk bertanya pada kepala pengurus laboratorium, dan mendapatkan jawaban yang mengejutkan.
"Apa!. Bagaimana mungkin Wu Cheng mati" ia berteriak dengan ekspresi muka tidak percaya.
Kepala pengurus laboratorium melanjutkan "setelah menyelesaikan proyek ramuan otak robot Wu Cheng pergi ke laboratorium penelitian lain. Dan setuju menjadi objek percobaan"
Ia menenangkan diri dengan cepat. Melipat kedua tangannya ke depan bertanya dengan lembut "di mana laboratorium itu"
"laboratorium kecil yang baru berdiri" menghembus napas singkat kepala pengurus laboratorium melanjutkan "aku tidak ingin orang berbakat sepertinya pergi. Tapi dia bilang ada urusan yang harus di selesaikan jadi aku hanya bisa menyetujui"
"Bisa aku minta alamatnya"
"Tentu"
Di atas kasur rumahnya ia melihat tulisan di sebuah kertas. Lalu ada suara memanggil dari luar pintu kamar "gege ayo makan. Aku memasak kari jepang kesukaan mu"
Berdiri dari atas kasur ia berjalan menuruni tangga menuju meja makan.
Seorang wanita cantik yang terlihat berumur dua puluh tahun membuka mulut untuk berbicara padanya "yi'er kamu semakin kurus. Apa yang kamu pikirkan sampai membuat napsu makan mu berkurang.
Gadis cantik yang suaranya terdengar sama dengan yang memanggilnya untuk makan berkata "tidak perlu di pertanyakan ibu. Pasti Wu Cheng" gadis cantik itu terlihat berumur empat belas tahun. Gadis cantik itu adalah adiknya, Ling mei.
Ia yang sedang makan berhenti mengunyah.
Dengan cepat ibunya menjawab "kamu akan menemukannya nanti. Makanlah"
"Dia sudah mati" ia menjawab dengan singkat dan kembali makan.
Ibunya dan adiknya terdiam tidak mengatakan apapun lagi.
Setelah makan ia kembali ke kamar untuk mandi. Saat keluar dari kamar mandi ibunya sudah duduk di sopa depan televisi kamarnya.
"Di dalam lemari seperti biasa bu" ia berkata sambil mengambil salah satu jubah berwarna putih.
Sambil menonton televisi ibunya berkata "kamu sangat suka jubah sama seperti ayahmu"
Ia menghampiri ibunya dengan jubah yang tergantung di tangan berkata "ayah adalah panutanku" ia tersenyum tipis memegang tangan ibunya.
Ibunya tersenyum mendengar itu lalu berkata dengan suara sedih "temanmu pernah datang kesini dan mengancam mei'er. Dia bilang akan membunuh orang yang penting dalam hidup kita jika kamu tidak datang ke suatu tempat. Karena kamu tidak pulang saat itu kami lupa memberi tahu mu. Yi'er maaf kan ibu"
Dengan tenang ia bertanya "kapan itu terjadi bu"
"Dua bulan yang lalu"
Ia berpikir 'kematian Wu Cheng di kabarkan lima bulan lalu. Jadi ini bukan dia'
"Bagaimana dengan ayah bu" ia bertanya
"Ayahmu masih menjalankan tugasnya untuk melindungi putri pemerintah" ibunya menjawab.
"Ibu tidak salah. Aku akan pergi dulu. Kalian tutup pintu dan biarkan penjaga untuk tidak meninggalkan tempatnya" ia berkata sambil berjalan keluar dari kamarnya.
Di depan sebuah tempat yang mirip dengan laboratorium berdiri seorang anak laki-laki. Itu adalah Ling Changyi.
Ia mendekat ke arah laboratorium itu mengintip apakah ada orang atau tidak.
Suara terdengar dari belakang punggungnya "ini Changyi bukan" itu adalah seorang anak laki-laki berusia sekitar lima belas tahun.
Dengan mata berbinar anak laki-laki itu memperkenalkan diri "wu jian. Umur lima belas tahun. Seorang profesor. Senang bertemu dengan senior"
'anggota kelua Wu' pikirnya. Dengan senyum tipis ia berkata "ayo bicara di tempat lain"
Mereka berdua pergi ke sebuah tokoh es cream. Dengan lembut ia bertanya "jadi kamu salah satu profesor yang berkerja di sebuah laboratorium"
Anak laki-laki itu memakan es cream dengan mata berbinar menatap ke arahnya berkata "benar aku"
"Jenius kecil. Jadi apa yang sekarang kalian teliti"
Anak laki-laki itu berpikir sejenak lalu membuka mulut "semacam gas beracun"
"Emm. Jadi pekerjaan kalian menelitinya"
Anak laki-laki itu tertunduk tersenyum pahit "aku tidak meneliti dan hanya mencari binatang untuk eksperimen"
Ia tersenyum tipis lalu berkata "itu luar biasa. Kamu bisa mengamati mereka dan mengembangkannya. Tapi ingat gunakan untuk hal baik"
Mendengar itu kepala anak laki-laki itu terangkat tersenyum padanya "senior memang hebat!" Menyendok es dan memakannya lalu melanjutkan "kakak ku dulu juga selalu mengatakan lakukan hal yang baik. Tapi berubah saat bertemu seseorang"
Ia bertanya "siapa itu"
Anak laki-laki itu menatapnya tampa ekspresi. Matanya melebar dan mengerti ada yang tidak beres disini. Tiba-tiba ada yang menutupi kepala yang membuat ia susah bernapas dan kehilangan kesadaran.
Ia membuka mata saat tersadar dan mendapati dirinya di dalam sebuah ruangan dengan leher terikat seperti hewan peliharaan.
'ini... Ruang eksperimen' pikirannya
"Hmm sudah sadar ya" seorang pria berkata dari luar ruangan. Suara itu terdengar padanya karena speaker terdapat di ruangannya.
Pria itu melanjutkan "bagaimana kabarmu teman baik ku"
Ia melebarkan mata setelah mencermati suara itu. Suara itu seperti temannya wu Cheng.
Karena tidak ada jawaban pria itu tertawa dengan sinis berkata "binatang percobaan ini bisu sangat cocok untuk eksperimen gas beracun ku. Bukankah dia tidak akan berteriak"
Dengan tenang ia berkata "Wu Cheng. Bagus untukmu karena tidak terjadi apapun"
Pria itu menggertakkan gigi berkata dengan kasar "dasar binatang munafik!. Kau pikir aku akan membebaskan mu setelah apa yang terjadi pada kakak ipar dan aku. HAH!"
Ia mengerjapkan mata tampa merespon apapun.
Pria itu mengeluarkan gas hijau dari sela-sela berkata "makanlah. Itu cocok untuk binatang sepertimu"
Ia mencoba menahan napas tapi tidak bisa terlalu lama. Ia pingsan dan setelah terbangun ada tiga orang berdiri di depannya. Itu adalah Wu Cheng, wu jian, dan LinXio.
Ia mengalihkan pandangan dari tiga orang itu yang membuat LinXio marah dan menarik rambutnya berkata "binatang ini berani memalingkan muka"
Tampa menghilangkan orang yang menarik rambut ia membuka mulut berbicara pada temannya "kenapa kamu melakukan ini Wu Cheng"
Temannya memalingkan muka berkata "kakak ku menderita setelah kamu menyempurnakan ramuan awet muda, kamu juga menjadi anak emas di laboratorium, aku bahkan kau anggap seperti orang bodoh saat penelitian"
Ia menghadap ke arah temannya dengan lembut berkata "jadi kakak mu menikah dengan sampah ini. Aku minta maaf. Aku menganggap mu teman ku mencari mu selama enam bulan bahkan menemui keluarga mu. Tapi ternyata dari awal kepindahan ku memang sudah di rencanakan"
Wu Jiang membuka mulut menamparnya "kakak ku bukan orang yang akan melakukan hal keji. Selain pandai mengambil pencapaian orang lain kamu juga pandai menipu"