Reincarnation Human

Reincarnation Human
Konflik ll



Tanpa menghirau kan mereka yang mengalih kan pembicaraan ia menanggapi "apa maksud mu ini bukan ulah langsung dari kerajaan iblis ungu"


Iblis kelelawar dan lain nya mengangguk untuk mengkonfirmasi.


Sekarang mereka mengkonfirmasi bahwa peperangan yang terjadi bukan ulah langsung dari kerajaan ungu, karena Xie Jiao tidak langsung ada di arena peperangan entah itu menghilang atau memang dari awal tidak mengikuti peperangan, namun satu hal yang pasti iblis kucing adalah penjaga lantai atas dari kerajaan iblis ungu.


Chang Meiyin juga mengata kan bahwa dia tidak melihat Xie Jiao dan tentang yang menyerang tidak di ketahui siapa karena serangan itu di lakukan dengan cepat dan ada cahaya putih yang menghalangi pandangan.


Ke esokan pagi di atas singgasana yang megah seorang iblis yang nampak seperti pria muda cantik duduk menyilangkan kaki dengan jubah hitam dan kain sutra putih melilit di tangan yang melambai. Pria muda cantik itu adalah Chang meiyin.


Menghadap ke arah para iblis yang menunduk dengan sebelah lutut kaki di lantai. Membuka mulut berkata "Sebastian bagaimana menurut mu"


Iblis dengan pakaian pelayan dan ekor kala jengking berdiri dan melangkah kan kaki ke depan. Memberi hormat menjawab "seperti nya perang besar antara alam iblis akan segera di mulai yang mulia"


Melirik sekilas ke arah pria muda cantik di depan lalu melanjutkan saat pria muda cantik itu memberi kan isyarat seolah mengata kan 'lanjut kan' "faktor peperangan terjadi akibat ke seraka han dari iblis alam Uta yang menyulut negara lain untuk menyerang dan kerajaan iblis ungu adalah salah satu sekutu dari mereka, sepert nya ada alasan mengapa kerajaan itu memilih untuk ber sekutu"


Selesai menjawab iblis dengan pakaian pelayan mundur beberapa langkah ke belakang dan kembali berlutut dengan satu kaki di lantai.


Di sisi lain seorang anak laki-laki sedang berdiri di depan jendela kamar menatap ke arah luar dengan ekspresi kosong. Anak laki-laki itu adalah Ling Changyi.


Dengan kedua tangan di belakang ia bergumam "keindahan dari pemandangan ini berkurang seiring waktu, Pohon kesepian dan Diablo..."


Terdengar suara deretan pintu yang membuat nya tersadar dari lamunan dan berbalik badan mendapati seorang pria muda cantik dengan pakaian hitam khas dari kerajaan, rambut yang terjurai dengan sutra putih yang melambai berasal dari tangan kiri nya.


Pemandangan itu adalah pertama kali nya ia melihat sehingga membuat nya sedikit pangling. Mengerjap kan kedua bola mata hitam nya dengan muka sedikit tertegun ia bergumam "kamu terlihat lebih cantik"


dengan ragu-ragu melanjutkan sambil mengarahkan kedua tangan ke depan "saudara Chang"


Menggeleng dan mengucak mata beberapa kali ia berjalan mendekat dan memperhati kan pria muda cantik di depan nya dengan muka tak terbaca.


Karena penasaran yang membendung ia membuka mulut bertanya "ada apa dengan pakaian mu...."


Sebelum menyelesaikan kata-kata nya pria muda cantik di depan nya membuka mulut berkata "jangan kemana-mana dan tetap di sini atau..."


Diam pria muda cantik itu menatap ke arah nya dengan mata dingin yang membuat bulu kuduknya gemetar dan terasa dingin. Spontan ia memegang kedua lengan nya yang menggigil.


Tanpa ia sadari selama beberapa detik ia tidak memperhati kan pria muda cantik itu sudah menghilang dari pandangan tidak berada di dalam rungan yang sama dengan nya lagi.


Mengerut kan kening ia duduk di tepi tempat tidur berpikir 'saudara Chang... Apa yang sebenarnya terjadi'


Tanpa membuang banyak pikiran ia memutus kan untuk masuk ke dalam dimensi nya untuk membersih kan badan.


Karena tindakan aneh dari iblis ular beberapa waktu ini ia mengerutkan kening berkata "Xiaoyi sebenarnya apa yang membuat mu selalu menghindari ku"


Iblis ular binatang kontrak di depan nya memang terlihat aneh sejak ia pindah ke kerajaan iblis hitam. Biasa nya mereka akan mengobrol seperti di dalam gua saat ia di culik oleh RongFangying tapi entah kenapa sekarang berubah.


Dengan kepala yang masih menunduk iblis ular menjawab "maksud tuan apa"


Berdecak ia menjelas kan dengan muka kesal "kamu bahkan menghindari tatapan ku. Apa yang sebenarnya terjadi"


Mengambil minuman di samping ia meminum nya lalu melanjut kan "kamu tidak pernah bercerita atau menanggapi cerita ku, kamu juga terlihat kaku dan tertekan, lalu kamu... Menunduk dan menunduk!"


Menghela nafas singkat dengan ekspresi muka sedih ia membuka mulut berkata "Diablo, aku harap bisa menyelamatkan dia"


Selesai membersihkan badan ia segera keluar dari dimensi dan memutus kan untuk diam dan tidak bicara dengan iblis ular.


Ia mencoba untuk membuka pintu kamar karena ingin keluar dan pergi ke sekolah, aneh nya pintu kamar seperti terkunci dan saat ia memegang ganggang nya terasa kesemutan di tangan seperti di sengat listrik yang membuat ekspresi muka nya terlihat bingung.


Beberapa menit berlalu ia mencoba kembali dan tetap saja terasa sengatan listrik saat ia memegang ganggang pintu bahkan hanya sedikit.


Tentu saja hal itu membuat ekspresi muka nya mengeras dan memutus kan untuk memanggil iblis ular.


Iblis ular maju dan mencoba untuk keluar, hal itu sama dengan nya karena iblis ular terpental akibat dari menyentuh pintu. Ekspresi muka mereka berdua semakin mengeras.


Duduk di ujung tempat tidur ia dan Iblis ular duduk berdampingan. Iblis ular duduk membawa ekspresi bingung sedang ia duduk membawa ekspresi berpikir dengan salah satu tangan di dagu dan menatap ke atas.


Beberapa menit berlalu akhirnya iblis ular membuka mulut berkata "apa yang sebenarnya terjadi tuan"


Dengan ekspresi muka bingungan ia memutar kepala ke arah iblis ular di sampingnya lalu mengerutkan kening berpikir 'apa yang terjadi dan apa yang aku lakukan'


Menatap ke arah nya iblis ular mengerut kan kening berkata "sampai kapan kita akan di kurung seperti ini tuan"


"Hah" tanpa pikir panjang ia menjawab spontan. Diam beberapa saat melanjutkan "kenapa kita harus di kurung, apa yang salah"


Mengepal kan tinju berkata ia membuka mulut dengan kesal berkata "kamu... Kamu me laku kan ke salahan bukan"


Dengan bingung iblis ular me ngerut kan kening dengan ekspresi muka bingung me natap ke arah nya.


Tindakan itu tentu saja membuat nya paham bahwa iblis ular tidak ada kaitan nya dengan hal ini yang membuat nya mau tidak mau berpikir 'apa ini salah ku'


Dengan kedua pipi mengembung ia me ngepal kan tinju ke depan berkata lagi dalam hati 'aku akan memukul mu. dasar bajingan Chang Meiyin'