
Pria muda di depannya mengalihkan pandangan ke langit berkata dengan lemah "aku belum menikah dengannya. Tapi..." Pria muda itu menatapnya lagi. Dengan suara dalam berkata "dia berjanji akan menikah denganku jika terlahir kembali"
Mengerutkan bibir ia menepuk sebelah pundak pria muda di depannya lalu membuka mulut "dia akan kembali"
Pria muda itu menjawab dengan cepat "kurasa tidak. Dia akan lebih baik bersama orang yang bisa melindunginya"
Mendengar itu ia mengerti bahwa pria muda di depannya benar-benar mencintai istrinya.
Sekarang ia mengerti kenapa hati dan mulutnya sering melawan kehendak murni dan pikirannya. Itu di karenakan rasa sayang yang di miliki oleh istri pria muda di depannya. Mengorbankan perasaan demi ketenangan orang yang di cintai adalah effort terbesar, tentu ia sendiri mengerti meskipun belum pernah merasakan mencintai seseorang.
Di sebuah ruangan ia dan pria muda itu duduk berhadapan dengan kaki menyilang dan kedua tangan menangkup ke depan. Terdapat lilin dan hamburan bunga melati di sekeliling mereka.
merasakan bahwa pria muda di depannya nampak agak gemetar di seluruh badan ia mengeluarkan suara untuk bertanya "penguasa kota Hien bisakah kamu menjawab ku dengan jujur"
"Tentu" pria muda itu berkata dengan suara yang goyah karena gemetar.
Mendengar itu ia berkata tampa basa-basi "Apakah ini membahayakan untuk mu"
Pria muda itu terdiam beberapa detik lalu berkata "kekuatan ku akan terkuras setengah. Tapi kamu aku rasa"
Melihat ekspresi bingung pria muda di depannya ia mengerti bahwa yang berada di posisi menghawatirkan adalah dirinya sendiri.
Menghembuskan napas singkat dan tersenyum ia membuka mulut "aku tidak akan kehabisan kekuatan jiwa atau warna karena aku punya elixir"
Dengan kening dan alis berkerut pria muda di depannya tidak mengatakan apapun.
menepuk pundaknya sendiri dengan suara bangga ia berkata "percayalah pada ku. kau tahu firasat ku tidak pernah salah dari aku lahir"
Mereka berdua membaca semacam mantra. Baru beberapa waktu kekuatan jiwanya menguras sangat banyak. Sekarang ia mengerti kenapa penguasa kota Hien mengkhawatirkannya namun karena memiliki buah apel dari dimensinya jadi ia tidak takut akan kehabisan kekuatan jiwa dan akan memakan apel itu jika merasa kekuatannya sudah banyak terkuras.
Dua hari lamanya mereka bermeditasi namun tidak ada hasilnya. Ini seperti membuang-buang kekuatan jiwa. Tapi ketahanan kekuatan jiwanya menjadi semakin panjang. Kini kekuatan jiwanya menguras seolah-olah ia memiliki kekuatan jiwa lebih jadi ini seperti latihan baginya.
Pada hari ke lima badannya mulai terasa sakit yang membuat ia merasa seolah sedang berbaring di atas tumpukan jarum. Mencoba untuk membuka mata dan menggerakkan tangan tapi semuanya nihil. Tiba-tiba ia berteleportasi di suatu tempat yang di penuhi dengan pasir sejauh mata memandang, tidak ada yang lainnya selain pasir.
Suara seorang pria muncul dari belakang punggungnya "ternyata itu kamu"
Memutar badan ia mendapati yang memanggilnya adalah seorang anak laki-laki. Dengan mata melebar mengamati dari atas ke bawah. Ia benar-benar terkejut anak laki-laki itu sangat mirip dengannya yang sekarang bahkan pakaian putih yang di kenakan sekarang pun persis sama.
Dengan tangan di belakang anak laki-laki itu tersenyum membuka mulut "dimensi ruangku sangat kosong bukan. Sangat berbeda dengan milik mu"
Tersadar ia mengganguk dengan cepat. Karena merasa tidak sopan ia menggeleng dan mengipas kedua tangannya berkata "tidak. Tidak" diam lalu melanjutkan "jika ini dimensi mu apakah ini berarti kita berada di tempat tinggal mu"
"Begitukah. Apakah ada cara agar kamu terbebas" ia bertanya dengan penasaran
"Menurutmu"
Menggerakkan mata kesana-kemari ia berpikir 'jika orang ini tahu cara membebaskan diri pasti tidak akan terkurung bukan'
Mengerutkan mulut ia berkata "kamu hanya perlu keluar dari dimensi bukan, bayangkan saja dan kamu akan kembali ke dunia dimana kamu dapat menemui penguasa kota Hien"
Tiba-tiba ia mendengar suara tawa dari depannya yang membuat ia bingung.
Merasakan kebingungan yang tertulis di mukanya anak laki-laki itu berkata "maaf, maaf. Apa menurutmu aku bisa" menghela napas singkat melanjutkan "aku tidak seperti mu"
Mengerutkan kening ia membuka mulut "apakah keluar dari dimensi adalah hal yang sangat sulit"
Anak laki-laki itu mengangguk dengan lemah berkata "fetisyisme memilih mu setelah jutaan tahun lalu. Namun tampaknya kekuatan itu belum sepenuhnya bangkit. Hanya ada beberapa makhluk yang memiliki dimensi apa lagi mengkontrolnya"
^^^'TN : fetisyisme adalah istilah tentang kepercayaan bahwa langit dan bumi memiliki kesadaran seperti senang-susah, kawin-mati. Di novel ini di maksudkan seluruh alam ^v^'^^^
Ia mengerti sekarang bahwa pada Jutaan tahun lalu nenek moyang salah satu makhluk di berkati oleh fetisyisme yang sama sepertinya. Makhluk suci ke tiga yang membawa kedamaian di bumi dan langit. namun memutuskan untuk memberikan kekuatan itu pada orang yang dicintai dengan melawan langit dan bumi membaca mantra terlarang yang menyebabkan generasi selanjutnya di kutuk. Hanya mengkonsumsi setengah dari kekuatan fetisyisme dan di turunkan temurun sampai pada generasi ke delapan. Makhluk yang awalnya tidak dapat mati meski inti jiwa dan kepala di pisahkan dari badan berubah setelah generasi ke lima dan pada akhirnya pada generasi ke delapan kekuatan itu terbatas.
Mengangguk ia bertanya pada anak laki-laki di depannya "apa kamu generasi ke delapan. Dan tubuh ini generasi ke sembilan"
"Setengah benar" anak laki-laki tu menjawab
memalingkan muka ia menghadap ke arah anak laki-laki itu berkata "bagaimana itu setengah benar"
Dengan tangan di belakang anak laki-laki itu membuka mulut "kamu dan tubuhmu adalah generasi ke sembilan. Apa kamu melupakan reincarnation mu"
Dengan hati-hati ia bertanya "kamu tahu aku tidak..."
Tertawa lepas anak laki-laki berkata "tentu. Bahkan penguasa kota Hien juga tahu"
Membeku ia tersentak kaget.
Anak laki-laki itu menjelaskan "aku mengatakan sesuatu yang mustahil pada Hien Wenhua jika saja bisa terbebas dan memiliki tubuh Kembali aku ingin menikah dengannya. Dia tahu semua tentang ku, kami bisa berkomunikasi melalui telepati"
"kamu tahu aku tidak berasal dari dunia ini" dengan hati-hati ia mengatakan kata perkata.
"Aku tahu. Saat kamu di lahir kan kekuatan ku tersegel. Cara untuk melepaskannya adalah mengambil wadah mu agar tidak dapat bereinkarnasi ke dunia ini atau membunuhnya. Awalnya aku dan Hien Wenhua membunuhmu pada usia dua bulan dan meninggalkan satu jiwa ke dalam bayi itu. Aku tidak pernah menyangka kamu akan kembali ke sini"