
Satu tahun kemudian di bulan Agustus saat ia dan kakaknya Fu Mei sedang berjalan di pasar ada seorang yang selalu memperhatikan kakaknya, hal itu membuat ia dan kakaknya merasa tidak nyaman sampai mereka memutuskan untuk kembali ke rumah dan akan pergi belanja besok.
Tanpa di sangka keesokan paginya orang itu tetap melihat kakaknya dengan mata penuh nafsu bahkan hari ini mereka berani menghampirinya dan kakaknya lalu dengan terang-terangan menggoda.
"Gadis cantik ini bukanya gadis yang di rumah bordil itu" salah satu dari mereka dengan tatapan aneh tersenyum genit sambil menumpahkan kata itu.
Kakaknya dengan jelas menentang perkataan mereka "omong kosong. Siapa kalian"
Tiba-tiba salah satu dari mereka menyentuh bagian belakang kakaknya yang membuat kakaknya berteriak "apa yang kau lakukan"
Ia bahkan langsung menendang orang yang lancang itu. Tanpa ia sadari hal yang di lakukan olehnya adalah sesuatu yang dapat mengundang masalah.
Enam sampai tujuh laki-laki itu menyerang ke arahnya dan dua lainnya memegangi kakaknya. Ia yang umurnya masih sebelas tahun tentu saja tidak memiliki cukup kekuatan untuk melawan enam-tujuh pria dewasa. Badannya babak belur di pukuli dan kakaknya di lecehkan tepat di depan matanya.
Ia mengingat satu orang yang nampak seperti pemimpin dari banyak orang orang. Orang itu memakai pakaian bagus dengan seorang wanita di sisinya. Ia tidak mengenali siapa mereka tapi mengapa mereka melakukan hal seperti itu.
Di rumah kedua orang tua mereka yang melihat anak laki-laki dan perempuan nya memar di sekujur tubuh bertanya apa yang terjadi. Tangis dari ibunya semakin menjadi ketika tau anak perempuan pertama dan satu-satunya telah di lecehkan.
Ia yang melihat semua kejadian itu merasakan rasa bersalah di dalam hatinya. Kakaknya adalah gadis yang baik tidak akan memiliki musuh keluarga mereka juga tidak memiliki masalah dengan siapapun jadi siapa pelaku ini ia masih berpikir.
Setelah kejadian itu kakaknya tidak berani keluar rumah dan ibunya selalu menjaga makan dan mandi kakaknya, hal itu menjadi trauma bagi kakaknya. Ia menyelidiki siapa dalang di balik semua ini dan menemukan kebenaran bahwa laki-laki dan perempuan yang melihat kakaknya dan ia yang di siksa adalah sepasang kekasih.
Beberapa bulan berlalu trauma kakaknya mulai mereda dan kini sudah mulai berani untuk keluar dari kamar. Ia juga mendapatkan kebenaran tentang kedua orang itu, gadis itu adalah An Shi yang sudah melakukan operasi dan suaminya yang merupakan anak pedagang dari saingan ayahnya.
Ia tidak memberitahukan kebenaran ini pada kakaknya namun memberitahukan kedua orangtuanya. Orang tua mereka sangat sedih setelah mengetahui kebenaran itu sampai memutuskan untuk berhenti berdagang. Mereka akhirnya memutuskan untuk membuat tokoh mie.
Ibunya adalah mantan koki kerajaan jadi membuat mie adalah hal mudah untuknya, ayahnya juga pernah menjadi pengawal kerajaan jadi memiliki stamina yang kuat. Dengan ayah dan ibunya tokoh mie mereka laris dan banyak di beli oleh orang-orang. Keuntungan yang mereka terima juga hampir menyamai pedagang pada umumnya. Mie buatan mereka di kenal sangat enak bahkan sampai ke telinga kaisar.
Keluarga mereka di undang untuk membuat hidangan mie saat ada acara di kekaisaran. Awal nya mereka berpikir bahwa hal itu adalah hal baik namun karena ia yang berpikiran luas akhirnya ia melarang ibu dan ayahnya untuk menyetujui hal itu.
Ada yang aneh. Pertama surat dari kekaisaran tidak sampai pada mereka dan hanya orang-orang saja yang menyampaikannya dari mulut ke mulut, kedua mie bukanlah makanan yang baik untuk suatu acara karena harganya yang relatif murah jika memang kekaisaran melakukan itu bukankah akan menurunkan citra dari kaisar itu sendiri, dan ketiga alamat yang di berikan bukan alamat kekaisaran/kerajaan ia yang bersekolah tentu saja mempelajari tentang tata letak daerah dan ia tentu saja mengetahui di mana letak kekaisaran itu sedangkan alamat yang di berikan adalah alamat yang salah.
Beberapa hari kemudian pihak yang mencoba menipu mereka menunggu namun tidak ada yang datang membuat mereka mengutuk dalam perkataan.
Keesokan paginya An Shi yang tidak senang karena rencana gagal memutuskan untuk menyerang keluarga Fu secara langsung dan merencanakan akan menyerang mereka di malam hari.
Tentu saja ia dan keluarganya tidak tau akan hal itu dan tidak menyiapkan apapun untuk perlawanan.
Tiba saat malam hari ia dan anggota keluarga nya sedang makan dan dengan riang tertawa. Tak lama suara dobrakan pintu terdengar dan selusin orang masuk dengan pakaian hitam dan penutup mulut.
Mulut dan hidung nya di tutup dengan kain begitu pula keluarganya yang lain.
Setelah beberapa waktu pingsan akhirnya ia tersadar dan penglihatannya semua hitam karena matanya yang ditutupi oleh kain hitam. Tangannya di ikat kebelakang di sebuah kursi. Ia duduk di atas kursi itu dengan kaki yang juga terikat.
Tiba-tiba seseorang membuka kain penutup matanya, perlahan ia dapat melihat kembali namun setelah semua jelas ia melihat kedua orang tuanya yang juga di ikat dan dudukan di sebuah kursi sedangkan adiknya tergeletak kan di sebuah kasur dengan banyak laki-laki tanpa menggunakan baju sehelai pun.
Mulut kedua orang tuanya di perban, ia melihat kedua orang tuanya yang menangis bahkan ayahnya yang tidak pernah ia ketahui meneteskan air mata hari ini meneteskan air mata.
Ia yang mulutnya tidak di perban berteriak "dasar bajingan. Kenapa kau melakukan hal ini pada kamu"
Suara teriakan darinya mengundang marah seorang gadis yang berada di dinding belakang. Berjalan menuju ke arahnya gadis itu dengan pandangan jijik berkata "katakan sandi bank kalian maka aku akan membebaskan semua keluarga kalian kecuali Fu Mei bagaimana menurutmu tentang kesepakatan ini Fu zhisu"
Bergetar seluruh badan ia mencoba untuk melepaskan diri dari ikatan namun ikatan itu terasa semakin kuat. Saat ini ia merasa bahwa dengan kecerdasan saja tidak berarti ia mulai menyesal karena tidak belajar bela diri atau tidak mengasa kemampuan kultivasinya.
Gadis itu diam beberapa saat menikmati ekspektasi muka putus asa dari pria di depannya sambil tersenyum ceria, setelah beberapa saat gadis itu kembali bersuara "aku memiliki pilihan untukmu katakan apa sandi bank itu maka aku akan melepaskan kalian kecuali gadis murahan itu. Atau aku akan membunuh kalian semua"
Ia hanya diam tanpa mengatakan apapun, sejujurnya ia sendiri tidak tahu sandi bank itu karena itu adalah urusan kedua orang tuanya.
Karena tidak ada tanggapan darinya gadis itu membisikkan sesuatu pada laki-laki berbadan besar dan dalam sepersekian detik laki-laki itu memegang pedang dan berjalan mendekat ke arah orang tuanya. Ia yang panik langsung berteriak "apa yang kau lakukan. Jauhkan itu dari kedua orang tuaku"