
Di garis depan para guru dan raja iblis bersiaga menunggu iblis leluhur Diablo.
Tiba-tiba langit berubah mendung dan tumbuhan sekitar melayu. Berdiri iblis laki-laki yang nampak berumur dua puluh tahunan menggunakan pakaian hitam dengan kerah merah. Matanya dingin dengan pupil merah, iblis itu terlihat anggun dan sangat tampan apalagi dengan tambahan tahi lalat di bawah bibir sebelah kirinya.
Kepsek yang memimpin berteriak saat iblis Diablo datang "semuanya ambil posisi"
"Tekanan dari iblis leluhur memang mengerikan" raja iblis merah mengeluarkan suara.
Berlari ke depan kepsek mengarahkan tangan ke atas merapal mantra. Angin berguncang dengan pecahan batu mengarah ke iblis leluhur. Para guru memanfaatkan kesempatan itu untuk menyerang juga. Salah satu guru menumbuhkan tanaman menjalar untuk memblokir pergerakan iblis leluhur sedangkan yang satu lagi merapal mantra yang membuat asap muncul di sekitar iblis leluhur.
Dengan tenang iblis itu meniup angin yang datang, angin itu terbang ke langit pecah seperti tidak terjadi apapun. Melirik ke arah tumbuhan yang mencoba untuk mengikatnya sekilas lalu memfokuskan pandangan ke arah guru iblis yang merapal mantra racun dengan senyum dingin berkata "menurutmu apa racun ini akan berguna"
Guru iblis yang memblokir pergerakan iblis leluhur menguatkan ikatan di susul oleh raja merah menyerang ke depan dengan tinju yang membuat iblis leluhur terlempar beberapa meter.
Melebarkan mata beberapa iblis di barisan depan bergumam "berhasil mengenainya. Dia terluka"
Kepsek mengerutkan kening memberi perintah untuk memblokir pergerakan iblis leluhur. Namun belum selesai merapal mantra iblis leluhur bangun kembali sambil membersihkan debu di pakaian yang di kenakan. Berjalan mendekat dengan senyum dingin.
Kepsek memerintah tiga kandidat raja iblis untuk menyerang iblis leluhur "yang mulia raja iblis merah, biru, dan hitam tolong keluarkan kemampuan kalian" melanjutkan berteriak ke arah yang lainnya "buat perisai pertahanan sekolah. Iblis baru di baris belakang mundur, sedangkan iblis lainnya membantu di bagian depan"
Iblis kelelawar menariknya untuk masuk ke dalam perisai. Dari dalam ia memperhatikan pertarungan antara tiga raja iblis melawan satu iblis leluhur.
Raja iblis merah meraung berlari ke arah musuh sambil menggenggam tinju berapi, dengan santai iblis leluhur menghindar. Menatap ke arah raja iblis biru mengangkat tangan sambil merapal mantra yang membuat raja iblis biru terpental ke belakang di selamat kan oleh pria muda cantik "hati-hati Xie Xiaomo"
Raja iblis merah menyerang beberapa kali dengan tinju dan tendangan api, serangan itu di hindari dengan mulus oleh iblis leluhur yang membuatnya marah. Meraung raja iblis merah membuat seluruh tubuhnya di baluri api menerjang ke arah musuh.
Dengan mata dingin iblis leluhur menatapnya merapal kan mantra yang membuat jubah yang di pakai menari Karena hembusan angin santai namun kuat. Serangan dari raja iblis merah terpental ke arah kerumunan iblis lainnya.
Tiba-tiba bongkahan tajam es batu jatuh dari langit sangat banyak menimpa iblis leluhur. Memicingkan mata mendapati itu ulah raja iblis biru. Merapal mantra sebuah penghalang berwarna kuning keemasan muncul. Iblis leluhur memfokuskan pandangan pada raja iblis merah yang membuatnya lengah. Tiba-tiba ada tusukan di dada oleh cahaya hitam yang membuat matanya melebar, membalik badan mendapati seorang pria muda cantik yang menyerangnya. Pria muda cantik itu adalah Chang meiyin
Mengangkat kedua alis pria muda cantik itu membuka mulut "tiga lawan satu. Bukan dua lawan satu"
Menarik cahaya yang menusuk dada iblis leluhur memuntahkan seteguk darah. Menyeka darah di sudut mulut dengan tersenyum ramah berkata "kamu terlalu memuji kekuatan ku"
Ketiga raja iblis tiba-tiba mundur yang membuat iblis leluhur mengerutkan kening, memutar matanya untuk melihat sekitar agar mengerti. Menyipitkan mata tiba-tiba muncul banyak serangan, seperti api, air, tanah, angin, petir, dan es. Serangan itu berguncang dan meledak seperti bom, asap menyebar kemana-mana.
Perlahan asap menghilangkan kepsek melebarkan kelopak mata berteriak "hati-hati dia.."
Belum menyelesaikan kalimat salah satu murid di bagian belakang berteriak yang membuat seluruh iblis menatap ke arah asal suara.
Seorang anak laki-laki yang sedang mengunyah apel muntah melihat adegan di depannya. anak laki-laki itu adalah Ling Changyi.
Menariknya ke belakang iblis kelelawar menghalangi pandangan iblis leluhur yang memutar kepala.
Iblis leluhur menatap iblis kelelawar dengan dingin selama beberapa detik lalu mengalihkan pandangan ke arah kepsek. Menendang kepala iblis yang terpisah dari badannya ke depan muka kepsek.
Gemetar dengan mata memerah sambil menggertak kan gigi kepsek berdiri berkata dengan kesal "brengsek!. Kenapa kau melakukan ini pada bangsa mu"
Membuang muka iblis leluhur menjawab "aku juga bagian dari alam iblis bukan. Kenapa kalian menyerang ku" menyapu kerumunan berteriak "bahkan mengucilkan aku!"
Menggenggam kepalanya dengan kedua tangan iblis leluhur melanjutkan "kalian hanya iblis bodoh yang tidak mengerti kekuatan. Membunuh, menyegel, menyembunyikan fakta!. Itu yang kalian lakukan sebagai bentuk dari rasa terima kasih"
Masuk ke dalam penghalang yang di buat oleh para guru dengan susah payah iblis kelelawar meringkuk seolah menderita. Penderitaan itu bukan karena memaksa masuk dalam penghalang tapi karena hal lain yang tidak dapat di mengerti.
Kepsek berteriak agar para murid iblis menjauh dan membuat penghalang baru "menjauh dan buat penghalang baru. Cepat!"
Iblis kelelawar menariknya untuk menjauh tapi ia menolak "jangan menyentuh ku semau mu"berkata dengan lembut sambil menepis tangan iblis yang menariknya.
Seorang pria muda cantik terbang ke arahnya dengan muka cemas dan kelopak mata melebar berkata "Changyi menjauh!"
Kepsek menarik pria muda cantik itu untuk menghentikannya berkata "yang mulia apa yang kau lakukan"
Berteriak pria muda cantik itu mencoba menyerang iblis yang menghalanginya dengan asap hitam "menyingkir dariku!"
Melebarkan mata kepsek menghindar dan melipat kedua tangan pria muda cantik itu ke belakang berkata tegas "kau akan mati jika maju dan akan ada lebih banyak korban!"
"Aku tidak peduli!" Melepas genggaman kepsek pria muda cantik itu terbang ke arah seorang anak laki-laki.
Terhenti pria muda cantik itu mengerutkan kening. Raja iblis biru berteriak "tenang kakak Chang. Apa yang membuat mu sangat emosional"
Di dalam perisai Iblis leluhur mengeluarkan air dari sudut matanya berkata "lihatlah iblis itu berlari. Bersembunyi. Dari kecil aku..." Langkahnya semakin dekat dengan dengan seorang anak laki-laki.
Mengerjapkan mata ia berjalan mendekat ke arah iblis leluhur yang membuatnya mereka hanya berjarak satu meter.
Iblis kelelawar berlari ke arahnya berteriak "tuan.." namun terpental ke belakang karena perisai yang ia buat.