
Menaikan salah satu alis pria muda cantik itu melihat ke arah seorang anak laki-laki tampa mengatakan apapun.
Kepsek berdehem lalu mengeluarkan suara untuk bertanya pada seorang anak laki-laki "Ling Changyi maksud mu..."
"Jadi kamu mata-mata dari alam iblis lain kan" raja iblis merah menyela saat kepsek berbicara.
Raja iblis biru mengeratkan pelukan lengan dengan suara sedih berkata "kakak Chang apa dia menipu mu. Kau tahu makhluk yang berasal dari luar itu berbahaya, raja iblis sebelumnya..."
Menghela napas kasar ia menembakkan mata belati ke arah pria muda cantik itu berkata "apa?. Kamu ingin mengusir ku karena kekasih mu itu hah"
Pria muda cantik itu menampakkan muka bingung menatap ke arah anak laki-laki yang berjalan mendekat ke arahnya dengan kening yang berkerut.
Kesal ia menginjak kaki pria muda cantik itu berkata "katakan jika ingin aku keluar dari istana mu. Aku akan mencari tempat lain dan tinggal dengan makhluk lain"
Mengeluarkan suara dalam pria muda cantik itu menjawab dengan marah "tidak!"
Terkejut ia mengerjapkan mata melihat sekeliling. Iblis lain menatap ke arah mereka dengan muka terkejut. Dalam hati ia berkata 'hah. Kenapa dengan iblis ini, bukan kah dia akan mengusir ku karena kekasihnya'
Raja iblis biru melebarkan mata dengan dagu yang turun ke bawah mendengar kata itu. Ini kedua kalinya dia melihat pria muda cantik itu nampak sangat emosional.
Berjalan kembali ke arah kursi ia duduk mengulurkan tangan ke arah iblis ular.
Menguyah apel yang di berikan iblis ular ia berkata dengan tenang "Diablo apa kamu ingin melatih kekuatan mu" setelah mendengar jawaban ya ia melanjutkan "bunuh makhluk apapun yang tidak berada di pihak alam iblis ini. Mengerti"
Menelan ludah kepsek mengeluarkan suara "baiklah keputusan sudah di tetapkan. Iblis kelelawar akan membantu dalam peperangan yang akan terjadi di masa depan"
Di kamar istana raja iblis kerajaan hitam. Ling changyi menatap ke luar jendela dengan kedua tangan di belakang.
Seorang pria muda cantik masuk dan duduk di kursi sambil menuangkan ekstrak apel dari dimensinya ke dalam cangkir. Menatap ke arah seorang anak laki-laki sambil mengisap minuman di dalam cangkir.
Merasakan aura iblis yang di kenal ia membalik badan menatap ke arah pria muda cantik yang sedang menatapnya. Mata mereka bertemu beberapa detik. Lalu ia kembali membalikkan badan menatap ke luar jendela.
Melihat anak laki-laki di depannya menatap ke luar jendela sampai tengah malam pria muda cantik itu berdiri, berjalan mendekat berkata dengan lembut berkata "apa itu indah"
Mendengar itu tampa sadar ia menjawab "emm"
Pria muda cantik itu menatap ke arah anak laki-laki. Di mata anak laki-laki itu nampak kesedihan, dan kerinduan.
Menghela napas singkat ia berjalan ke arah tempat tidur berkata "aku menghormati keputusan mu" duduk dengan kaki bersila melanjutkan "katakan saja yang sejujurnya. Kenapa yang mulia sering datang ke kamar ini, aku akan mengubah apa yang seharusnya aku ubah"
Pria muda itu berjalan mendekat duduk di hadapannya dengan kaki bersila menatapnya dengan mata bingung.
Menggaruk bagian belakang kepala ia berkata "aku sebenarnya tidak ingin memasuki hubungan percintaan mu dan raja iblis biru. Tapi kau tahu bahwa kamu nampak bodoh jika berhadapan dengannya. Aku kira setelah aku mengatakan bahwa aku bukan bawahan mu, menginjak kaki mu, tidak hormat pada mu, seenak ku saja, maka kamu akan mengusir ku"
Mengigit apel di tangannya ia menatap pria mida cantik di depannya.
Karena tidak ada jawaban ia melanjutkan "yang mulia Sangat bodoh"
Ia menjelaskan pada pria muda itu bahwa beberapa raja iblis dari alam ini membentuk organisasi untuk menurun kan nya dari kandidat pemimpin, raja iblis biru dan merah adalah pemimpin nya. Dia di manfaat kan kekasih nya mulai dari elixir, raja iblis biru kira elixir itu hanya tingkat tinggi biasa dan tidak akan mempan dengan iblis leluhur lalu mengatakan bahwa elixir itu tidak layak, di lihat dari tingkah mereka itu bukan pertama kalinya pria muda cantik itu di tipu. Lalu masalah vampir itu sebenarnya di rencanakan raja iblis biru karena Qi Rong adalah iblis tipe kuat dengan otak sempit, tidak mungkin dapat memikirkan rencana menyerang secara diam-diam. Karena kesal rencana elixir gagal dua iblis itu ingin memanfaatkan iblis leluhur demi keuntungan mereka.
Dengan alis berkerut pria muda cantik itu membuka mulut berkata "Xie Xiaomo bukan iblis jahat"
Menyipitkan mata ia berkata "baiklah yang mulia Chang Meiyin hanya akan mengatakan hal itu. Jadi keluar dari kamar Karena aku ingin beristirahat"
Keesokan paginya di meja makan ia makan tampa mengatakan apapun dan tampa melirik ke arah pria muda cantik di depannya. Saat kembali ke istana di pemandian air panas ia juga bertindak seolah tidak melihat pria muda cantik itu yang juga berendam tidak jauh darinya.
Pria muda cantik yang sedang makan di meja makan dengan seragam sekolah menatap ke arah seorang anak laki-laki yang sedang makan dan bersikap seperti tidak melihatnya berkata dalam hati 'Apa suaranya berubah setelah seminggu ini'
Di jalan ke arah perpustakaan pria muda cantik berpapasan dengan anak laki-laki itu. Membuka mulutnya seperti ingin mengatakan sesuatu tapi terhenti karena raja iblis biru memeluk lengannya berkata dengan semangat "kakak Chang festival akan di laksanakan seminggu lagi. Kamu harus berjanji untuk ikut kelompok ku saat lomba"
Di istana ia menunggu anak laki-laki itu pulang di dalam kamar sambil membaca buku. Namun saat pulang anak laki-laki itu mengabaikannya. Ia memperhatikan anak laki-laki itu yang berjalan mengambil baju di lemari, menunggunya selesai membersihkan badan. Namun anak laki-laki itu malah tidur setelah membersihkan badan. Delapan hari ini anak laki-laki itu tidak makan malam bersamanya, yang hanya makan pagi lalu pulang tidur.
Hari ke sembilan anak laki-laki itu tetap mengabaikannya.
Setelah selesai kelas seorang anak laki-laki di panggil oleh kepsek "Ling Changyi. Bisa kita bicara di ruangan ku"
Mengangguk ia mengikuti kepsek dari belakang.
Di ruangan kepsek mempersilahkan untuk duduk lalu berkata "apa kamu pernah mendengar tentang Festival"
Memutar otak ia mengingat pernah mendengar saat di ruang diskusi, dengan semangat mengangguk.
Timbul senyum di wajah kepsek. Dengan hati-hati berkata "bagaimana jika kamu mewakili sekolah kita dalam lomba memurnikan ramuan"
Mengerutkan mulut ia berpikir 'bukan kah ada iblis lainnya'