
Tanpa banyak basa basi pria muda cantik itu langsung berkata padanya dengan suara lembut "apa kau marah"
Ekspresi muka iblis yang mencemooh nya kini menjadi ekspresi muka yang penuh keheranan dan kewaspadaan, ekspresi muka mereka seolah berkata 'siapa iblis ini'.
seperti yang di ketahui bahwa raja iblis dari kerajaan hitam memiliki ciri khas tidak berbicara kecuali dalam keadaan perlu dan penting jadi jika pria muda cantik di depan nya berta nya pada nya berarti ia adalah orang yang penting. Namun pertanyaan lain nya adalah nada suaranya saat bertanya sangat lembut dan berbanding terbalik dengan kata kejam. Raja iblis hitam adalah iblis yang di kenal kuat, memiliki ciri khas dan kejam.
Mengarah kan kedua tangan ke atas dan mengangkat bahu ia ber tanya balik "siapa orang yang berani marah pada mu" nada suara yang di keluar kan oleh nya nampak mengejek.
Pria muda cantik di depan nya hanya diam tanpa mengata kan sepatah kata pun menatap ke arah nya. Tatapan itu lurus tanpa berbelok menuju langsung pada nya membuat ia merasa tidak nyaman.
Berdehem ia menepuk lengan kanan pria muda cantik itu berkata "kau ingin aku mengikuti mu bukan, ayo jalan" selesai mengatakan itu ia berjalan ke belakang dan di ikuti oleh pria muda cantik.
Mereka berdua berhenti saat sudah jauh dari kerumunan dan saling berhadapan satu sama lain. Sekitar mereka sunyi tanpa suara sedikit pun bahkan suara angin pun tidak terdengar, kata yang menggambar kan suasana mereka adalah senyap.
Untuk memecah suasana ia berdehem dan membuka mulut berkata "jadi, apa yang kau butuhkan yang mulia"
Tanpa banyak bicara pria muda cantik itu menarik tangan nya berjalan melewati kerumunan dan menyuruh nya duduk di kursi depan. "Duduk dan diam"
Sedikit berpikir akhirnya ia mengerti kenapa pria muda cantik itu menghampiri nya tadi, hal itu untuk mengajaknya duduk di depan.
Mengerutkan kening ia berkata dalam hati 'kenapa harus menyeret ku atau menyuruh pelayan mu, kenapa tidak mengatakan secara langsung padaku.'
"Kita bertemu lagi Ling Changyi" suara itu terdengar dari samping dan nampak familiar.
Mengarah kan kepala ke samping ia mendapati iblis tampan teman nya, LinXie dari kerajaan tingkat atas Namiba. Mereka bertemu pada perlombaan festival yang terjadi beberapa bulan yang lalu.
Tersenyum ia menyapa iblis tampan itu "lama tidak bertemu, selama pelatihan kita jarang bertemu bukan"
Memeluk pundak nya iblis tampan itu menjawab "itu karena kau selalu nampak sibuk teman"
Baru ingin membuka mulut untuk menjawab pria muda cantik yang tadi nya duduk kini berdiri di depan nya berkata "berdiri"
Mendongak ia menatap ke arah pria muda cantik yang sudah berdiri di depan tempat duduk nya dengan muka tanpa ekspresi.
Mengerutkan kening ia menjawab sambil berdiri "ada apa dengan mu"
Setelah ia berdiri pria muda cantik tu duduk di tempat nya dan kembali menatap ke arah depan untuk menyaksi kan upacara perpisahan.
Karena bingung harus duduk di mana ia duduk di tempat pria muda cantik itu tadi duduk sambil menghentak kan kaki.
Iblis tampan itu menatap ke arahnya dengan muka kasihan. Dan ia hanya bisa menghela nafas panjang karena kesal.
Selesai upacara Perpisahan para pengajar dan yang di ajar berkumpul di lapangan untuk melakukan kontak terakhir termasuk ia dan pria muda cantik di samping nya.
"Aku rasa kita akan bertemu lagi dalam waktu dekat teman" LinXie berkata sambil menunduk kan kepala dan mengarah kan kedua tangan ke depan sebagai bentuk dari salam perpisahan.
Tersenyum ia menjawab "saat peperangan mungkin"
Setelah memberi salam perpisahan juga akhirnya LinXie teman nya naik ke atas kereta terbang untuk kembali ke alam mereka.
Ia memberikan salam perpisahan kepada iblis yang di ajar kan oleh nya, dan menunduk beberapa kali. Sampai akhirnya iblis lelaki MeiQi yang mirip seperti iblis kecil berumur enam belas tahun.
^^^'TN: pernah di sebutkan di pembelajaran pembuatan ramuan pada bab awal mengajarkan iblis alam lain'^^^
Selesai ia menunduk untuk memberikan salam perpisahan iblis itu juga menunduk sangat lama yang membuat nya bingung dan akhir nya menepuk pundak iblis lelaki itu berkata "kamu bisa mengangkat kepala mu, bukan kah itu terlalu lama MeiQi."
Mengangkat kepala iblis lelaki itu menghadap ke arah nya dengan mata yang terbendung dengan air mata. Karena tidak tega ia memeluk nya dan menepuk pundak nya sambil berkata "tenang lah, apa yang membuat mu sangat emosional"
Sambil tersendat dan suara serak iblis lelaki menjawab "aku ingin lebih lama dapat melihat Changyi"
Melepas kan pelukan ia merapi kan rambut iblis itu lalu membuka mulut berkata "kita bisa bertemu lagi, kamu bisa datang jika ingin bertemu dengan ku"
Akhirnya setelah beberapa jam acara pengantaran pulang selesai dan mereka kembali ke istana untuk beristirahat.
Di perjalanan ia memegang dagu dan menatap langit berpikir selama beberapa menit, iblis kelelawar dan iblis ular yang memperhati kan tindakan tuan nya juga menatap ke langit.
Karena penasaran akhir nya iblis kelelawar membuka mulut untuk bertanya "tuan apa yang kau lihat"
Dengan ekspresi muka yang masih berpikir ia berkata "bukan kah raja iblis biru tidak terlihat... Kemana dia"
Karena perkataan darinya dua iblis ular dan kelelawar menghadap langit berpikir juga, dan iblis kelelawar kembali bersuara "aku hanya melihat nya waktu kita bertemu dengan yang mulia dan dia menarik yang mulia untuk duduk. Lalu tiba-tiba saat perpisahan tidak melihat nya lagi"
Menatap lurus ke depan ia berkata dengan kening berkerut "saat saudara Chang menyuruh ku untuk duduk di kursi depan aku tidak melihat Xie Xiaomo di sekitar. Bukan kah seharus nya dia selalu bersama saudara Chang"
Saling berhadapan ia dan iblis kelelawar melebarkan mata mereka.
Iblis kelelawar berkata "apa terjadi sesuatu pada yang mulia raja iblis biru"
Spontan ia menutup mulut nya dengan kedua tangan menjawab "saudara Chang, dia pasti tahu apa yang terjadi pada Xie Xiaomo"
Di istana kerajaan iblis hitam saat jam makan malam ia menatap tajam ke arah pria muda cantik yang duduk berhadapan dengan nya yang hanya di batasi oleh meja makan.
Menyadari tatapan dari seorang anak laki-laki pria muda cantik itu berhenti makan meletak kan pisau dan garpu ke meja dan membersih kan remah di pinggir bibir dengan tisu berkata "katakan saja"