
Membalik badan ia mendapati seseorang pria dengan muka sama seperti nya, rambut dan bentuk muka mereka juga sama dan jika di perhati kan suara yang di keluar kan juga sama dengan nya.
Dengan muka yang masih terkejut ia mundur beberapa langkah ke belakang sambil meningkat kan pertahanan pada tubuh untuk berjaga-jaga.
Pria itu tersenyum sambil melangkah kan kaki ke depan lalu berhenti setelah beberapa langkah berkata "apa kematian membuat kau me lupa kan aku"
Nada dari suara itu terdengar sedikit kecewa meski pun dengan muka tersenyum.
"Apa kita saling mengenal" jawab nya dengan posisi yang masih waspada.
Mengerjap kan mata dua kali pria itu berkata dengan kening yang berkerut "tentu bukan kah kita terikat satu sama lain"
Kelopak mata nya bergetar hebat dan kenangan mulai muncul dari pikiran nya seolah itu delusi.
"Akhh" ia memegang kepala nya karena rasa sakit yang luar biasa, dan di kepala nya seolah muncul gambar yang ber terbangan.
Gambar itu di mulai dengan ia dan seorang wanita yang berperang melawan pasukan iblis dan bintang iblis di sebuah lapangan yang luas.
Wanita itu nampak sekitar umur tiga puluh tahunan dan ia dengan umur yang sama dengan nya saat ini.
Lalu muncul ingatan dimana ia memenggal kepala seorang iblis. Iblis yang di penggal itu memakai baju raja iblis dari kerajaan biru yang nampak nya itu adalah ayah dari raja iblis biru pada masa kini.
Lalu muncul iblis yang nampak seperti anak kecil berumur dua belas tahun dan raja iblis hitam yang mirip dengan Chang Meiyin.
Ia menyaksi kan pertarungan antara wanita dan raja iblis hitam itu sambil sesekali melirik ke arah iblis kecil yang bersembunyi di belakang takhta. raja iblis hitam di tekan dan terpojok oleh wanita itu.
Tatapan mata nya dan mata iblis kecil itu bertemu. Ia melambai kan tangan dan tersenyum pada iblis kecil itu dengan ramah namun iblis itu memaling kan muka.ea
Ia berjalan mendekat ke arah takhta untuk menyapa iblis itu lalu tiba-tiba terdengar suara "changyi cari pewaris dari kerajaan iblis hitam dan jangan keluyuran"
Spontan ia langsung menghadap ke asal suara dan mendapati makhluk dengan sayap putih di belakang punggung nya dan memakai gaun merah panjang. Itu adalah iblis bersayap putih yang pernah muncul saat kematian dari pohon kesepian.
"Akhhh. Sakitttt" seiring dengan waktu rasa sakit di kepala semakin meningkat.
kembali di ingat tan "Apa menurutmu aku tidak membantu hah" jawab nya dari pertanyaan iblis bersayap putih itu.
Menggeleng kan kepala iblis bersayap putih menjawab setelah menghembus kan nafas singkat "yah, terserah padamu saja Changyi. Jadi apa kamu melihat nya" nada itu terdengar mengejek.
"Clara, apa sebenar nya kesalahan mereka, kudengar wanita tua itu menikah dengan raja iblis hitam" tanya nya pada iblis bersayap putih.
Mengangkat kedua tangan ke atas iblis bersayap putih menjawab "entah lah, inti nya ratu memerintah kan kita untuk melaku kan itu jadi turuti saja. Mengerti!"
Menggangguk ia pura-pura mengerti, lalu iblis bersayap putih itu menjauh dan menghilang dari hadapan nya.
Berbalik badan ia menatap ke belakang singgasana dan mengintip, sayang nya iblis kecil itu sudah menghilang.
Lalu tiba-tiba ingat nya beralih ke tempat lain, yaitu di salah satu rungan yang berada di istana, istana itu berada di atas langit dan tampak sangat mewah dengan warnah putih susu dan emas.
Seperti nya pria dengan mahkota dan kumis berbentuk huruf w itu adalah seorang raja.
Wanita yang berada di samping nya berdiri berkata "perjanjian dari pihak kami sudah terpenuhi jadi bagaimana dengan pihak kalian"
Mengangguk pria dengan mahkota dan kumis berbentuk w berdiri dengan seringai berkata "proses tuan putri "
"Akhhhjh" ia memegang kepala nya yang terasa sakit dan mulai membuka mata melihat pria yang mirip dengan nya berada tepat di depan nya dengan senyum hangat.
Sambil memegang kepala nya dengan salah satu tangan ia berta nya pada pria di depan nya "apa itu kamu, atau aku"
Dengan senyum yang masih cerah pria itu menjawab "itu kita"
Tiba-tiba ia kembali berada di antara pertempuran pria muda cantik dan iblis kucing dan kini badan nya sudah tidak gemetar dan pikiran nya tidak lagi linglung atau kosong selain itu badan nya terasa lebih ringan dari biasa nya.
Ia langsung membuat perisai untuk pria muda cantik dan memanipulasi angin untuk mengarah kan debu dari tanah di lapangan ke arah iblis kucing.
Memegang tangan pria muda cantik mereka langsung masuk ke dalam dimensi apel nya.
Ia langsung melepas kan seluruh pakaian pria muda cantik di depan nya sambil membersih kan badan nya dengan air ajaib, mengambil elixir yang sudah tersedia di atas rak dimensi lalu menjulur kan tangan untuk di beri kan apel oleh pohon ajaib nya.
Luka dari badan pria muda cantik itu mulai menghilang yang membuat ia menghela nafas panjang lalu langsung meminum kan beberapa elixir ke mulut.
Ia merawat dan membersih kan pria muda cantik itu sekitar lima belas menit lalu mengeluar kan nya dari air dengan cara menyeret nya, karena ia tidak memiliki tenaga untuk menggendong. Lalu menidur kan nya di atas rumput hijau dimensi nya.
Pria muda cantik itu bangun saat ia sedang memotong apel. Jadi ia langsung melepas kan apel dan berlari ke arah pria muda cantik.
"Hati-hati" ucapnya sambil membantu pria muda cantik itu untuk bangkit.
Berlari ke arah apel yang sudah di kupas ia memberi kan kepada pria muda cantik di depan nya berkata "makan lah. Jika sudah membaik kita harus kembali ke sana"
Diam beberapa detik ia melanjutkan "saudara Chang, kau... harus lari jika bertemu dengan iblis kucing atau iblis bersayap putih"
Pria muda cantik yang baru bangun itu mengerut kan kening namun tidak mengata kan apapun melanjut kan memakan apel yang di beri kan.
Beberapa menit berlalu setelah pria muda cantik itu kembali segar mereka keluar dari dimensi apel nya dan berada kembali di kerajaan iblis ungu.
Aneh nya semua iblis hilang dan hanya menyisah kan iblis ular binatang kontrak nya yang terbaring dengan luka di sekujur tubuh.
Ia langsung berlari ke arah iblis ular dan meminum kan elixir ke mulut nya hal itu membuat iblis ular mulai membuka mata berkata "tuan, yang mulia. Kita harus pergi segera"
Mengangguk ia menatap ke arah pria muda cantik yang tidak jauh di belakang nya.
Mereka kembali ke istana dan membaringkan iblis ular di tempat tidur dan mengobatinya.