Reincarnation Human

Reincarnation Human
Log Horizon



Keesokan harinya di pagi buta sekitar jam lima pagi ada yang menerjang pintu gubuknya yang membuat suara ledakan terdengar. "Ling Changyi dimana kamu, aku menunggumu dari tadi di persimpangan dan kamu tidak datang" seorang gadis cantik masuk ke dalam rumah.


melihat ke arahnya yang baru ingin keluar kamar berkata" kau bodoh Changyiyi kita sudah terlambat, bergegas!" Ia menarik anak laki itu dengan paksa.


"Kenapa sangat pagi sekali" serunya bertanya karena penasaran.


"Hah!, Kita terlambat dan kamu bilang ini masih pagi. Setelah percobaan bunuh diri otakmu membuat dirimu malas" gadis itu menjawab dengan marah, dan mata yang ber api-api "Grifon akan segera berangkat dan kamu bilang sangat cepat. Kita sangat terlambat seharusnya kau tau itu"


dengan lemah ia menjawab "maaf kan aku"


ia membelalakkan mata saat melihat burung elang yang sangat besar di tunggangi yang membuatnya berpikir 'apa ini yang namanya grifon itu, bukanya ini elang, dan bukankah berbahaya menaiki burung untuk menuju suatu tempat '


menatap muka aneh anak laki-laki di sampingnya gadis itu membuka mulut untuk bicara "Apa yang kamu pikirkan Changyiyi, Cepat bergegas"


"Yah, um. anu apa kita menaiki itu" Karena takut ia bertanya dengan gugup.


gadis cantik itu meliriknya sekilas lalu menariknya. Grifon itu terbang ke atas dan ternyata tidak seburuk itu rasa menaikinya yang tidak seperti apa di pikirannya, Dunia ini bahkan sangat cantik jika di lihat dari atas.


Grifon itu berhenti di depan gerbang yang bertuliskan Log Horizon, 'jadi ini sekte itu' pikirnya. Sekte di dunia ini bisa di sebut sebagai sekolah jika di bumi.


"Masuklah, aku harus kembali" dengan nada terburu-buru gadis itu pergi meninggalkannya sendiri.


dengan tenang ia menjawab "ya, sampai jumpa lagi".


ia ikut berbaris untuk masuk ke gerbang sekte. ada banyak orang yang ingin masuk dan pergi.


saat tiba gilirannya penjaga gerbang membuka mulut berkata"Tunjukkan kartu cabangmu nak"


"apa ini" Ia mengambil kartu yang ada di dalam tas dan menyerahkannya.


"Kamu murid baru tahun ini, Kenapa kamu belum mendapatkan kartu cabang" penjaga gerbang bertanya dengan muka heran.


Berkata dengan canggung ia menjawab "Ada hal yang membuatku tidak bisa mendapatkannya hahah" 'apa ini! Itu bukan kartu cabang lalu apa, hah aku harus mencari tau banyak tentang sistem di sekolah ini' batinnya.


"Apa kamu Ling Changyi" suara terdengar dari belakang punggungnya. membalik badan ia mendapati seorang pria cantik, ia memiliki mata hitam tajam, hidung tinggi, alis tebal, dan bibir yang tipis kemerah-merahan, kulitnya pucat dengan bentuk wajah dan badan yang bagus. Ia terlihat seperti pangeran tampan di dalam cerita. Pria itu tersenyum menampakkan lesung pipinya dan berjalan mendekat.


gugup ia menjawab "Y-ya, anu aku Ling Changyi salam kenal kakak senior"


"Kamu tidak perlu gugup hahah, aku wei jiang dari cabang B. Kamu bole memanggil kakak Jiang" pria cantik itu berkata sambil mengibaskan tangan.


mendapati sipat santai pria cantik di depannya ia berkata"Terima kasih kakak senior jiang"


ia memutuskan untuk mengikuti karena pria cantik itu mengatakan dia akan mengantarkannya ke ruang kepala sekte. dalam perjalanan menuju ruang sekte ia mendengar beberapa kata penjelasan dari pria cantik itu. sekarang ia tahu bahwa wei jiang adalah ketua perkumpulan murid baru atau jika di dunia sebelumnya di sebut ketua osis cabang B.


pria cantik itu menjelaskan bahwa akan di adakan tes untuk beberapa orang yang mengalami hambatan dalam melaksanakan tes yang terjadi bulan lalu, bisa di bilang tes ulang. tes terbagi menjadi tiga tahap, satu test pengetahuan tentang dunia kultivasi, dua test kekuatan jiwa, dan terakhir tes kekuatan warnah. kekuatan jiwa di dunia ini ada tiga macam yaitu, jiwa murni, jiwa transfer, dan jiwa campuran. Kekuatan warnah terbagi menjadi 6 yaitu, merah atau api, biru atau air, hitam atau tanah, ungu atau petir, abu-abu atau angin, dan putih atau es. Orang yang memiliki kekuatan warnah tiga atau lebih akan mendapatkan kartu cabang A, yang memiliki kekuatan warnah dua mendapatkan kartu cabang B, dan untuk satu warnah mendapatkan kartu cabang C.


pria cantik itu terhenti di depan pintu suatu ruangan. membalikkan badan berkata"ini adalah ruangan kepala sekte, adik junior Ling Changyi bisa masuk ke dalam"


"Terima kasih kakak senior jiang" ia berkata sambil menangkupkan kedua tangan ke depan


mengayunkan tangan ke depan pria cantik itu berkata"Bukan apa-apa, tidak perlu berterima kasih " melanjutkan dengan suara lembut "aku akan pergi dulu adik junior Ling Changyi, semoga berhasil"


dengan senyum cerah ia berkata"Sekali lagi terimakasih kakak senior jiang"


setelah menyaksikan kepergian kakak seniornya, ia masuk ke dalam ruangan. Ternyata ada banyak orang di dalam ruangan, setidaknya ada dua puluh lebih.'apakah orang yang belum mengikuti ujian sebanyak ini' batinnya. Tak lama setelah ia masuk ke dalam ruangan tiba-tiba ruangan yang tadinya berisik dengan obrolan diam jadi sunyi dan orang-orang menatapnya dengan mata jijik yang penuh penghinaan. Tentu saja ia merasakan tatapan yang tak manusiawi itu menjadi bingung dan memiringkan kepalanya.


Tiba-tiba suara berteriak dari belakang punggung bergema "dasar tak tahu malu, menyingkir dari jalan. Dasar miskin"


Berbalik ia menemukan dua gadis cantik dan dua pria yang cantik, salah satu gadis cantik itulah yang berteriak padanya, gadis itu memakai gaun biru dengan rambut yang terurai,ada jepit pita di samping poni kananya yang berwarna biru, mata biru, hidung tinggi, alis tegas, dan bibir yang agak kemerahan, pipinya juga agak kemerahan dengan bentuk muka yang bagus, dan bentuk badan yang bagus.


Sedangkan yang satu lagi memakai gaun hijau, dengan mata hijau,mata itu terlihat sangat dingin, rambut panjang terurai dengan poni di depan, hidung tinggi,bibir tipis kemerah-merahan, dengan pipi yang tegas dan menawan, gadis ini tampak anggun dan dingin terlihat seperti tidak tertarik dengan hal-hal yang berada di bawahnya.


Selain itu ada dua pria cantik di depan gadis tersebut. Salah satunya terlihat mirip dengan kedua gadis cantik itu, pria itu memakai baju hitam, terlihat sangat cantik dengan kulit pucat dan bentuk wajah yang sempurna, dia terlihat seperti tidak memperdulikan orang-orang di sekitarnya. Sedangkan yang satu lagi memakai baju hitam dengan rambut hitam yang diikat seperti ekor kuda dengan jepit rambut yang terbuat dari emas,ada beberapa helai rambut yang disisakan di bagian depan, pria itu memiliki mata dingin, alis tegas, hidung tinggi, dan bibir yang kemerahan, di tambah kulitnya yang pucat membuatnya terlihat seperti manekin, menyipitkan mata saat seorang anak laki-laki memandangnya dengan terbelalak.


"Apa yang kamu lihat hah!, Dasar tak tau malu, menyingkir dari jalan" suara gadis itu memekik memenuhi ruangan kembali