
ia maju saat tiba gilirannya untuk uji kelayakan dari elixir yang di buat. Seorang pria paru baya menyuruhnya untuk meletakkan salah satu elixir yang di buat ke dalam sebuah batu giok hitam. Tak lama muncul angka di atas batu giok yang di mulai dari satu, angka itu terus berjalan sampai delapan puluh dan tidak ada tanda-tanda melambat. Mata Pria paru baya yang melihat angka di atas batu giok menyipit dan melihat ke arah anak laki-laki di depannya lalu Kembali ke batu giok, Angka yang di tunjukan adalah sembilan puluh tiga. Orang-orang di dalam ruangan penguji tercengang melihat angka yang tergantung di atas batu giok.
Karena bingung dengan tatapan orang-orang terhadapnya ia memutuskan untuk membuka mulut "Apa ada yang salah dengan elixir yang aku buat paman"
Orang-orang di ruangan menatapnya dengan mata iri dan tak percaya. Pria paru baya itu menyipitkan mata melihat dari atas kebawah yang membuat anak laki-laki di depannya merasa malu lalu berkata "Sebutkan nama dan cabangmu"
sambil menunduk ia menjawab "Ling Changyi cabang A"
Pria paru baya itu tersentak dan berkata "Kamu murid tahun pertama bukan?"
"Iya paman" ia menjawab dengan senyum di wajahnya yang memekar.
Pria itu terpaku dengan senyum tulus anak laki-laki di depannya. Tak lama pria paru baya itu menunduk dan berkata dengan canggung "kamu benar-benar seperti rumor".
mengerutkan mulut, ia memegang dagu dengan tangan kirinya dan memiringkan kepala karena tidak mengerti dengan ucapan pria di depannya.
"Berbakat seperti yang di katakan orang-orang. Bahkan bisa membuat elixir dengan persentase kegagalan di bawah sepuluh persen" pria paru baya itu menjelaskan karena ia tampak bingung.
Dunia ini juga memiliki efek samping dari mengonsumsi elixir atau pil. Contohnya adalah Elixir yang di buat oleh Ling Changyi dengan persentase keberhasilan sembilan puluh tiga persen. Berarti orang yang mengonsumsi elixir akan mendapatkan hampir setengah kekuatan jiwa yang di milikinya. Tapi setelah mengonsumsi ramuan itu tubuh akan terasa sangat sakit.
Orang yang mengonsumsi ramuan akan merasakan sakit berdasarkan persentase kegagalan dari elixir yang di minumnya. Contoh sembilan puluh tiga persen berarti persentase kegagalan adalah tujuh persen. Maka orang yang meminum elixir akan merasakan sakit tambahan berdasarkan luka atau lelah yang di deritanya karena banyak kehilangan kekuatan jiwa, yaitu tujuh dari seratus persen dari kesakitan akan di tambahkan.
Tampa memperdulikan tatapan orang-orang terhadapnya. ia segera pergi setelah mendapatkan bukti layak jual dari elixir yang di buat lalu bergegas ke pasar. Sama sekali tidak menyadari bahwa dia menjadi pembicaraan orang-orang, bahkan tidak menyadari bahwa berita tentang seorang anak laki-laki jenius menyebar dengan cepat di seluruh sekte.
Sampainya di pasar ada banyak orang yang menjual elixir dan pil. Orang-orang ini menjual dengan harga dua puluh sampai lima puluh point. Ia mencari tempat untuk menjual tapi tidak ada lagi tempat, semuanya sudah di tempati oleh orang-orang. Tak lama ia menemukan kios di sudut yang sepertinya sudah lama tidak ada orang yang menjual di sana. Jadi ia memutuskan untuk menemui paman pengurus kios.
di sebuah ruangan terdengar suara "Kamu yakin ingin menyewa kios di sudut itu" itu adalah paman pengurus kios yang bertanya dengan heran padanya.
Tampa ragu-ragu anak laki-laki itu menjawab dengan cepat "tentu. Apa ada masalah dengan itu"
Pengurus kios menjawab dengan ragu "di sana tidak ada orang yang lewat. Jadi mungkin kamu tidak akan mendapatkan untung"
"Benarkah" anak laki-laki menjawab spontan kemudian tersenyum "aku tidak punya pilihan lain paman"
Melihat senyum tulus itu pengurus kios hanya mendesah pelan dan mengangguk "baiklah. Siapa namamu dan dari cabang mana"
Setelah mendengar nama itu pengurus kios menatap anak laki-laki itu dari atas ke bawah. Lalu bertanya "kamu sudah punya guru"
Anak laki-laki itu tersentak kaget "bukankah seluruh guru di sini adalah guruku"
Pengurus kios menatapnya melambaikan tangan dan berkata "maksudku guru pribadi"
Setelah selesai urusan sewa kios akhirnya ia mendapatkan kunci untuk membuka kios dan mulai berjual elixir yang di murnikanya. Sewa kios itu lumayan murah jika di bandingkan dengan kios yang ada di tempat lain, harganya 15 point perhari.
Anak laki-laki itu mengeluarkan elixir yang di murnikanya. Tak lama datang dua orang pria cantik yang melihat elixir yang di letakkan. Itu adalah Rong FangYing dan Hua Zihan.
Melihat mereka berdua ia tersenyum ramah dan berkata "apa kabar kakak senior Rong FangYing dan kakak senior Hua Zihan"
Melihat anak laki-laki itu tersenyum kedua orang itu membeku.
Melihat ekspresi kedua pria itu Ling Changyi memudarkan senyumnya dan bertanya dengan menyipitkan mata "jangan datang jika tidak membeli"
Perubahan ekspresi itu membuat pria dari keluarga Hua menganga dan melebarkan mata. Sedangkan pria satunya lagi tersenyum. Melihat senyum dari pria itu. ia langsung menjadi ramah kembali, dan tersenyum.
"Berapa harganya. Aku akan membeli semua yang Changyi miliki" Rong FangYing berkata dengan lembut
"Benarkah, Aku cuma punya tiga elixir. Untuk harganya per botol tiga puluh poin" anak laki-laki itu menjawab dengan semangat.
"Kenapa sangat murah, bukankah ini memiliki persentase tinggi. Seharunya harga yang di berikan lima puluh point ke atas"
sambil menggerak-gerakkan tangan ke depan ia berkata"Karena ini penjualan pertama dan kakak senior Rong adalah pembeli pertama"
membereskan tokoh dan berkemas ia memutuskan untuk kembali ke penginapannya. Penjual elixir lain yang melihat adegan itu menatapnya dengan mata iri.
tampa menghiraukan mereka ia berjalan kembali ke arah penginapan. namun terhenti karena melihat seekor kucing kecil yang terjatuh di dalam kubangan air kotor mencoba untuk berenang ke tepi, karena tidak bisa berenang kucing itu bahkan tidak bergerak dari tempatnya menggerakkan tangan dan mencoba untuk mengeluarkan kepalanya untuk bernafas.
merasa kasian dengan kucing itu ia membantunya keluar dari kubangan air kotor, membersihkannya dengan air keran yang tidak jauh dari tempatnya lalu menjemur kucing itu dengan panas matahari. Setelah dibersihkan kucing itu nampak sangat lucu dengan bulunya yang putih dan hitam.
awalnya ia mengira kucing itu berwarna hitam atau coklat, tidak di sangka ternyata memiliki warna putih juga. tersenyum ia menatap ke arah kucing itu sambil berjongkok berkata dalam hati 'kamu sangat imu jika bersih' lalu berdiri dan meninggalkan kucing yang sedang berjemur untuk kembali ke penginapan.