
Karena tidak ada tanggapan anak laki-laki itu berlari ke arahnya dan mengamati seluruh badan. Lalu berkata "tubuhmu sudah sembuh dan luka dalammu aku rasa juga hampir sembuh sepenuhnya" selesai mengatakan itu anak laki-laki itu menyuruhnya untuk duduk di pinggiran batu pemandian air panas. mengambil piring dan pisau lalu memotong apel yang ada di tangan. Setelah selesai anak laki-laki itu meletakkan potongan apel yang ada di atas piring dengan suara lembut menyuruh untuk memakannya.
Melihat ekspresi tulus anak itu pria cantik itu memutuskan untuk memakan apel yang di berikan. Lagi pula ini hanya buah biasa.
Tampa di sangka baru memakan satu potongan kecil apel sesuatu terjadi terhadap tubuhnya, seperti di sengat listrik, Tapi itu tidak terasa menyakitkan bahkan sebaliknya itu melegakan. Ia segera menghabiskan tiap potongan yang di berikan lalu menatap ke arah anak laki-laki itu.
Karena merasa pria cantik itu bingung ia menjelaskan bahwa ini adalah dimensi apelnya. Kekuatan spritual di sini padat memungkinkan untuk menaikan level dengan cepat, dan air panas yang ada di sana adalah air ajaib yang dapat menyembuhkan luka, selain itu apel yang ada di sekeliling adalah buah yang dapat menambah kekuatan jiwa yang terkuras tampa menimbulkan resiko. Ia juga menjelaskan bahwa dengan memberikan minum air ajaib dan merendam tubuhnya yang terluka agar keadaannya membaik.
Setelah selesai mendengar penjelasan dari seorang anak laki-laki di depannya pria cantik itu bertanya dengan hati-hati "kenapa kamu menyelamatkan aku"
Dengan muka bingung, dan mengerutkan kening anak laki-laki itu menjawab "karena kamu temanku dan baik kepadaku" setelah berhenti sejenak dan berpikir ia melanjutkan "aku akan meminta bayaran untuk ini"
dengan tenang pria cantik itu membuka mulut berkata "Katakan berapa yang kamu mau"
mengerutkan kening ia mengutuk dalam hati 'apa maksudnya itu?, Apa dia mengira aku membantunya untuk uang ha!, Cara bicaranya sangat arogan. Tidak seperti chang Meiyin yang di kenal'
Karena tidak ada jawaban pria cantik itu menyipitkan mata dan berkata "aku bisa mengabulkan apapun keinginanmu, baik itu kekuasaan, uang, kekuatan. Sebutkan saja" 'anak laki-laki ini terlihat polos tapi tetap saja dia manusia, cepat sebutkan' pikirnya
"Kamu bukan Chang Meiyin kan?" Anak laki-laki itu membuka membuka mulut dengan suara dalam
terkejut pria cantik itu menyusutkan bola matanya.
Melihat reaksinya pria cantik di depannya ia tahu bahwa tebakannya benar, ia sedikit terkejut tapi langsung memahami situasi. berkata dengan dingin ia menggerakkan bibir "aku tidak membutuhkan Uang, kekuatan, atau kekuasaan seperti yang kamu sebutkan"
terdiam beberapa saat pria cantik itu berkata "Lalu apa yang kamu inginkan"
dengan serius ia berkata "Kamu hanya perlu menjawab pertanyaan yang aku berikan"
Mendengar kata-kata dari anak laki-laki di depannya pria itu terdiam dan tidak menunjukkan tanda-tanda setuju atau tidak.
menghela napas singkat ia mengeluarkan suara "Baiklah. Aku anggap itu persetujuan" anak laki-laki itu berkata menatap pria di depannya dengan ekspresi serius "siapa kamu, bagaimana kamu bisa berada di tubuh Meiyin, dan bagaimana keadaannya"
pria cantik itu mengangkat kedua alisnya dan menggerakkan bibir "pertanyaan pertama tidak bisa aku jelaskan. Kedua, tubuh ini memang milikku. Terakhir jiwa orang yang berada di tubuhku sudah mati"
alisnya berkedut mendengar itu dengan pahit berkata "maksudmu Meiyin meminjam tubuhmu, dan dia sudah mati"
Anak laki-laki itu menatapnya dengan mata curiga. Karena ekspresi dari pria di depannya tidak ada tanda-tanda kebohongan ia melanjutkan "baiklah"
Anak laki-laki di depannya tiba-tiba memegang pergelangan tangan kiri pria cantik itu yang membuatnya terkejut menegang tangan seperti sedang tersengat listrik.
Melihat reaksi pria cantik di depannya ia menghela nafas singkat menjelaskan "aku akan membawamu ke dunia kita, tidak mungkin kan kamu terus berada di dimensi apelku"
Setelah berada di dunia ia menjelaskan "aku tidak akan menyakitimu, dan aku tidak berniat jahat" setelah diam beberapa saat ia melanjutkan "apa tangan mu masih sakit"
Mendengar perkataan anak laki-laki di sampingnya pria cantik itu mengangkat salah satu alis dengan lembut bertanya "apa aku terlihat lemah sampai takut kamu menyakiti"
terkejut ia melambaikan tangannya di depan wajah menjawab dengan malu "bu-bukan itu. Umm...kamu terkejut saat aku memegang tanganmu... jadi aku kira kamu mungkin takut aku berbuat buruk dan, dan berpikir aku jahat"
sudut mulut sebelah kiri pria cantik itu sedikit naik ke atas 'anak ini lucu' batinnya.
Karena tidak ada jawaban anak itu dengan canggung dan wajah memerah menatap wajah orang di sampingnya dan mengeluarkan suara agak tinggi "kamu bisa pergi sekarang!, Aku harus memurnikan elixir untuk di jual".
Keesokan pagi sama seperti biasa. Changyi pergi ke gedung belajar pada pukul tuju, tapi kali ini ia melihat Chang Meiyin ada di dalam kelas. hal itu membuatnya terkejut dan melebarkan mata. Pria cantik itu duduk di tempat tetangganya duduk biasanya, itu di sampingnya. Karena penasaran ia melihat ke samping tempat duduknya menatap wajah pria itu 'jika di lihat dari dekat bukannya meiyin terlihat sangat tampan' batinnya.
Menyadari tatapan orang di sampingnya, pria itu memicingkan mata ke sudut dan berkata "kenapa kamu menatapku seperti itu".
Dengan malu ia mengerjapkan mata dan menatap ke arah lain berpura-pura tidak mendengar kata-kata pria di sampingnya.
Melihat tindakannya pria cantik itu tersenyum di mata.
Setelah kelas selesai ia melanjutkan kegiatannya seperti biasa. Tapi kali ini di ikuti oleh pria yang duduk di sampingnya tadi. Ia tidak tahu apa alasan pria ini mengikutinya. Selagi itu tidak menggangu maka tidak apa-apa. Sampai di kios ramuan ia langsung bertemu dengan kakak senior laki-laki Rong FangYing yang sedang menunggunya.
"Kakak senior Rong" ia mendekat dengan senyum tulus yang mekar dan menepuk pundaknya.
Melihat senyum itu kakak seniornya menunjukkan mata berbinar membuka mulut "sudah lima hari aku tidak melihat changyi, apa hari ini ada waktu"
pria cantik itu mengikutinya di belakang menatap ke arah tangannya yang berada di pundak kakak senior Rong nya dan menyela sebelum ia menjawab pertanyaan yang di lontarkan untuknya "changyi akan berlatih dengan ku hari ini" suara itu terdengar dingin dan sangat tenang, terdapat tekanan dan unsur membunuh saat kata-kata itu keluar.
kakak seniornya melirik sekilas ke arah pria cantik di belakangnya lalu menatap ke arahnya dengan muka sedih berkata "sayang sekali. padahal aku ingin menghabiskan waktu dengan changyi hari ini"