Reincarnation Human

Reincarnation Human
Kepulangan



Di perjalanan pulang dari relm iblis tingkat tinggi muka semua iblis nampak segar dan bahagia.


Di luar pintu keluar dari relm banyak murid dari sekolah menunggu, baik itu keluarga, kekasih, dan iblis terdekat lainnya. Bahkan Sebastian tangan kanan raja iblis hitam dan iblis kelelawar juga hadir menunggu kepulangan mereka.


Kepulangan mereka di sambut dengan ringan dan muka bahagia, apalagi setelah kepsek mengumumkan kemenangan dari sekolah mereka yang membuat ekspresi muka setiap iblis tampak lebih bahagia meskipun mereka sudah mengetahui kemenangan kami sebelum mereka sampai ke alam iblis kembali. kebagian di muka mereka bahkan tampak lebih bahagia saat melihat mereka.


Total dari anggota yang mengikuti kompetisi ada lima belas, mereka memenangkan delapan kompetisi dari lima kategori. Di setiap kategori bisa mengirim dua orang individu dan satu kelompok.


Rumor tentang kemenangan dan banyak para ahli iblis tingkat tinggi yang ingin bekerja sama tentu saja sudah di ketahui, Kekuatan Chang Meiyin yang merupakan raja iblis hitam dari alam iblis tingkat rendah Uta sudah menyebar yang di katakan bahwa kekuatan nya melebihi kekuatan pemimpin alam iblis Uta sepuluh ribu tahun lalu sebelum kekuatan nya di segel.


Membuka mulut ia berkata dengan seorang pria muda cantik di sampingnya dengan suara pelan dan nada mengejek "bukan kah Raja iblis hitam sangat populer di kalangan para iblis lain"


Beberapa waktu berlalu namun pria muda cantik di sampingnya tidak merespon. Kesal karena ia tidak di hiraukan ia berkata dengan nada malas sambil menggerutu "kenapa kamu sangat pendiam, apakah mulutmu sedang rusak"


Tersentak sudut mulut pria muda cantik itu berkedut seperti ingin mengatakan sesuatu namun tidak dapat di utarakan.


Mengetahui tindakan pria muda di sampingnya ia mencibir dan mempercepat langkah nya.


Mereka berdua masuk ke dalam ruang diskusi. Di dalam ruangan sudah ada lima belas anggota yang mengikuti kompetisi.


Mereka berkumpul untuk membahas masalah persetujuan kerja sama dengan negara lain di alam iblis lain. Hal ini berkaitan dengan apa yang ia sampaikan pada para tetua sebelum ia kembali ke alam mereka.


Dengan kedua tangan di bawah dagu kepsek membuka mulut bertanya "bagaimana menurut kalian tentang negara yang mengajukan kontrak kerja sama dengan kita"


Menyerahkan catatan dari nama negara yang menginginkan kerja sama ke arah mereka kepsek melanjutkan "ada tiga puluh negara yang mengirim surat kontrak kerja sama hanya dalam waktu beberapa hari"


Raja iblis merah berdiri dan menggerakkan tangan untuk meraih catatan sambil melihat nama negara yang menginginkan kontrak berkata "terima saja"


Mengambil catatan dari tangan raja iblis merah, raja iblis biru membacanya sambil berkata "aku sarankan agar kita memilih negara yang dapat kita handle dengan kekuatan kita, contohnya negara raja iblis abu-abu dari alam iblis tingkat tinggi Namiba yang tidak memiliki ahli tumbuhan tingkat tinggi. Jadi aku bisa mengajari mereka untuk berkembang"


Begitulah jalan diskusi mereka. Negara yang akan mereka terima dalam kontrak adalah negara yang dapat memperkuat saat berperang dan yang dapat menguntungkan mereka juga.


Diskusi di akhiri pada jam sembilan malam dengan keputusan yang sama seperti yang di usulkan oleh raja iblis biru. hal itu di karenakan tidak ada yang menolak usulan, termasuk Ling Changyi.


Di depan gerbang sekolah saat mereka akan pulang ada banyak murid iblis yang menunggu. Mereka menunggu raja iblis mereka dan ingin mengucapkan selamat para raja mereka.


Karena banyaknya iblis ia terpinggirkan. Hal ini terjadi karena para iblis tidak mengetahui mukanya dan hanya tau namanya, ini membuat ia menggerutu dengan kedua alis yang mengerut dan kedua pipi yang mengembang.


Mereka segera berjalan kembali ke arah tempat tinggal mereka sambil bercerita dan tertawa.


Di jalan tiba-tiba terdengar suara dari belakang punggung mereka "tunggu aku kumohon" suara itu nampak terengah-engah seperti habis berlari kencang.


Mengerutkan mulut ia memperhatikan iblis yang memanggilnya. Itu adalah seorang iblis pria yang nampak sangat mudah, mungkin sekitar lima belas tahun jika di lihat dari fisiknya.


Menggaruk bagian belakang kepalanya sambil menunduk pria kecil itu berkata dengan malu dan suara gugup "A-aku. Bolehkah aku berjabat tangan dengan mu"


Tersentak ia kaget yang membuatnya melirik ketiga iblis di sampingnya berpikir 'apakah pria kecil ini ingin berjabat tangan dengan ku'


Saat ia masih tenggelam pikiran iblis kelelawar membuka mulut berkata "tidak sembarang iblis yang bisa menyentuh dan berkomunikasi dengan tuan iblis lemah"


Terdiam pria kecil itu menunduk tampak mengatakan apapun, Keadaan di sekitar mereka terasa canggung. Hanya terdengar suara angin dan beberapa rumput kering yang berterbangan.


Memecah keheningan ia berjalan ke depan pria kecil itu berkata dengan suara pelan "apa kamu ingin berjabat tangan Dengan ku" mengarahkan kedua tangannya ke depan.


Pria kecil itu menatap ke arah tangannya dengan mata berbinar, menggerakkan kedua tangannya ke atas kedua tangan pria muda di depannya untuk bersalaman lalu tersenyum.


Tiga menit berlalu pria kecil itu tidak melepaskan tangannya dan masih menggoyangkan tangan mereka ke atas dan ke bawah, hal ini yang membuat ia tidak tahu harus berbuat apa. Ia harus kembali ke istana namun tidak bisa karena pria kecil ini.


Iblis kelelawar membuka mulut karena membaca pikiran tuan nya "hei iblis lemah, sampai kapan kamu akan memegang tangan tuan. Tuan harus segera pulang"


Pria kecil itu tahu apa yang di lakukannya namun tetap tidak ingin melepaskan genggaman bahkan berpura-pura tidak mendengar iblis kelelawar.


Iblis kelelawar maju untuk membuat pria kecil itu melepaskan tangannya, namun ia hentikan. 'Pria kecil ini mungkin memiliki sesuatu hal yang membuatnya tidak ingin melepaskan genggaman' begitu lah pikir nya


Membuka mulut ia berkata "apa ada sesuatu yang ingin kamu sampaikan"


Mengangguk pria kecil itu dengan malu berkata "aku ingin melakukan jabat tangan selama mungkin, sebelum iblis lainnya sadar bahwa tuan adalah tuan"


Dengan hati-hati ia bertanya "apa iblis lainnya itu adalah musuh mu"


Terdiam sesaat pria kecil itu mengangkat kepala menatap ke arah muka pria yang di kagumi nya, muka pria kecil itu memerah dan kembali menundukkan kepalanya lalu mengangguk.


beberapa menit berlalu akhirnya iblis kecil itu mulai melambat ayunan tangan dan dengan hati-hati melepaskan tangannya dari tangan nya dengan ekspresi sedih.