Reincarnation Human

Reincarnation Human
Pertandingan



Di sebuah istana. di atas singgasana yang terbuat dari batu giok duduk seorang pria muda cantik dengan rambut hitam panjang terurai, sebelah matanya tertutup dengan penutup mata hitam, bola matanya berwarna merah, bulu mata panjang melentik, dan alis tegas yang membuat matanya terkesan dingin. Hidung tinggi, bibir tipis yang tampak merah dengan kulit putih pucat, gigi yang memiliki taring seperti kucing, tidak panjang namun menampakkan aura kekejaman, ditambah dengan pakaian hitam dan kain putih yang melilit di tangannya. Kain putih itu dapat bergerak dan mengangkat kristal putih bulat seukuran bola ke depan pria itu.


Pria muda cantik yang di sebutkan adalah Chang Meiyin, seorang raja iblis yang berumur lebih dari sepuluh ribu tahun. Namun tampak muda seperti berumur dua puluh satu tahun. Melihat ke arah bola kristal di depannya, memperhatikan seseorang dari jauh.


"Yang mulia pasukan siap" seorang pria tua dengan janggut putih panjang berlutut menangkupkan kedua tangan ke depan.


Mengayunkan tangan dengan lembut pria muda cantik itu berkata "Hancurkan, jangan sisakan satupun"


"Dimengerti yang mulia!". Pria tua berjalan meninggalkan ruangan


Pria muda cantik itu mengerutkan kedua alisnya sambil melihat ke arah batu giok, namun ekspresi nya berubah tenang saat masuk seorang gadis cantik yang terlihat berumur dua puluh satu tahun, namun sebenarnya sudah berumur puluhan ribu tahun.


"Lapor yang mulia, iblis api yang memberontak dan mencoba membunuh pengikut sudah di tangkap" gadis itu berlutut dengan satu kaki, kedua tangan menyentuh lantai dan menundukkan kepalanya.


tampa menatap gadis yang berlutut di depan pria muda cantik itu berkata "Bawa ke ruang penyiksaan dan cari tahu alasan dia memberontak"


Setelah gadis itu pergi pria muda cantik itu memanggil nama Sebastian, tangan kanan raja iblis. Memerintahkan untuk mengawasi orang yang di perhatikan dari kristal.


Di tempat lain. Sebulan telah berlalu sejak pemilik tubuh tetangganya mengikutinya terakhir kali, Ling Changyi tidak pernah melihatnya lagi. Ia mencari tau kemana perginya tapi orang-orang tidak ada yang mengenal orang dengan nama dan ciri-ciri yang disebutkan. Sampai penginapan di samping di isi oleh orang lain. Ia merasa khawatir tapi karena mereka tidak terlalu dekat, setelah beberapa hari mencari ia memutuskan untuk melupakan orang itu. Lagipula kesannya terhadap orang itu tidak terlalu baik.


Tiga bulan berlalu jiwanya menempati tubuh ini, ia sudah terbiasa dengan kegiatan yang di lakukan dan sekarang sudah berada di level sembilan tahap dua kebangkitan jiwa. Jadi ia sudah bisa memurnikan elixir untuk tahap tiga kualitas rendah. Dan sudah tidak khawatir lagi akan kekurangan point. Tapi ketenangan itu tidak berlangsung lama!.


Pagi hari sekitar pukul tujuh sebelum ia akan berangkat ke ruangan belajar. Dua orang gadis cantik berada di depan penginapan dan berteriak kepadanya "dasar penipu!"


Melihat dua orang gadis cantik dengan pakaian mewah berteriak ke arah seorang anak laki-laki membuat banyak orang berkumpul untuk menyaksikan kekacauan.


Melihat kedua gadis itu membuat Ling Changyi mengerutkan keningnya dan menutup mulut.


Gadis berbaju biru menyeringai melihat ke arahnya dan berkata dengan keras "aku tau kamu menyabotase elixir kan!, Menggunakan semacam bantuan untuk membuat ramuan"


Orang-orang di sekitar kerumunan saling memandang lalu memusatkan mata ke arah seseorang anak laki-laki di depan pintu penginapan.


memiringkan kepalanya ia berkata dengan lemah "Siapa kamu, Dan apa masalahmu dengan ku"


Mendengar kata-kata gadis itu ia sadar bahwa maksudnya adalah ramuan yang ia jual dua bulan yang lalu sebelum ia belajar memurnikan elixir dengan bahan lain selain air ajaib dan buah apel. Tapi sekarang berbeda karena ia sudah bisa memurnikan bahan pembuat elixir selain ke dua bahan itu.


Gadis yang melihat ekspresi tak terbaca dari anak laki-laki di depannya membuat senyum di mukanya makin liar dan berteriak lagi "akui bahwa kamu sebenarnya cuma orang miskin yang menggunakan alat untuk memurnikan elixir!, Maka aku Hua Jingmi dan saudaraku akan..."


Sebelum gadis itu selesai bicara terdengar suara tawa terbahak-bahak, anak laki-laki itu tertawa sambil memegang perutnya, yang membuat kedua gadis berpakaian mewah di depannya membeku.


Gadis cantik berpakaian hijau yang dari tadi diam menutup mulutnya dengan kipas kini mengeluarkan suara "apa yang lucu"


Ia terdiam dan menatap ke arah gadis itu mengangkat kedua tangan dan berkata "kalian berdua datang kesini hanya untuk mengatakan itu" meletakan kedua tangannya ke pinggang dan melanjutkan "ulang tahunku sudah berakhir lama dan kalian mencoba memberikan kejutan seperti ini. kalian penggemar atau apa"


mendengar kata itu orang-orang yang berkerumun membubarkan diri yang mengisahkan mereka bertiga.


berita tentang dua orang gadis dari keluarga kaya menyebar, yang membuat kedua gadis itu malu dan berlari pergi dari penginapan meninggalkan anak laki-laki itu sendiri.


Di penginapan keluarga Hua seorang pria berkata dengan malas "hentikan semua omong kosong ini. dia memang jenius sejati"


gadis cantik bergaun biru berteriak sambil menghentakkan kaki "tidak!, dia tidak. kakak laki-laki tertua Zihan seharusnya tahu bahwa elixir itu tidak sesuai dengan bahan kan"


dengan suara meninggi pria itu berkata "berhenti mempermalukan dirimu sendiri dan keluarga jingmi" menyentuh pelipis di antara ke dua alis melanjutkan dengan suara malas "dia punya bakat dan di sukai oleh para guru dan tetua. bukan orang yang dapat di singgung sesuka mu"


menggertakkan gigi gadis itu berkata "aku tidak terima di permalukan seperti ini. kakak laki-laki tertua Zihan kita harus mencari cara untuk membuktikan kebohongan anak miskin itu!" diam beberapa saat melanjutkan "aku akan bertanding dengannya untuk membuktikan kebenaran"


pria itu mengangkat kepalanya menatap ke arah gadis di depan dengan kening berkerut berkata dengan malas "lakukan sesuka mu dan ingat aku tidak ada hubungannya dengan kekacauan yang kau buat nantinya"


puas dengan jawaban yang di inginkan gadis itu keluar. saat keluar dari pintu seorang gadis bergaun hijau menghampiri, menyembunyikan kipas dan menggenggam lengannya bertanya "apa yang di katakan kakak tertua jingmi"


dengan senyum licik gadis itu menjawab "berhasil. aku akan mempermalukan anak miskin itu dan membalas dendam terhadap perbuatannya pada kita"


tersenyum gadis bergaun hijau menjawab dengan menganggukkan kepala.


melanjutkan gadis itu berkata "aku penasaran bagaimana ekspresi muka anak miskin itu saat kebohongannya terbongkar"