
Setelah kejadian di hutan kesepian Ling Changyi menjalani kesehariannya seperti biasa, dan tentu saja setiap pulang dari sekolah iblis ia akan menatap luar jendela ke arah hutan terlantar.
Ada banyak pertanyaan yang muncul di pikirannya. 'siapa iblis itu, kenapa menyerang hutan terlarang, dan kenapa kata-kata dari iblis itu seolah menilai dirinya'
Kegiatan dan pemikiran itu di lakukan olehnya selama dua Minggu lebih.
Di sekolah pada pagi hari, di depan gerbang ia dan iblis kelelawar bertemu dengan raja iblis dari kerajaan iblis ungu yang melambai ke arah mereka.
Mereka berdua berjalan mendekat ke arah raja iblis ungu lalu menyapa kembali.
"Aku xie jiao. Senang bertemu dengan mu saudara Ling"
Tersentak ia kaget karena raja iblis ini mengenalinya, ia memang mengenal raja iblis di depannya, namun bagaimana mungkin raja iblis ini mengenalinya.
Membaca muka bingung darinya raja iblis ungu berkata "mengenali mu bukan sesuatu yang tidak mungkin. Kamu adalah salah satu iblis ter unik di era iblis baru"
Mendengar itu ia menundukkan kepalanya karena malu.
Tidak jauh dari tempat mereka seorang pria muda cantik mengamati mereka dengan muka tampa ekspresi dan tatapan tajam.
Iblis kelelawar yang menyadari tatapan dari pria muda cantik itu gemetar seluruh badan kemudian angkat bicara "ada perlu apa raja iblis xie jiao datang menemui Tuan Ling Changyi secara langsung" iblis kelelawar berkata sambil berdiri di depannya.
Mengerutkan kening raja iblis ungu menatap sekilas ke arah iblis kelelawar lalu membuka mulut sambil menatap ke arahnya "apa boleh aku memanggil iblis jenius ini, Ling Changyi"
Mendengar itu ia mengangguk.
Melanjutkan raja iblis ungu berkata "ada lebih dari lima puluh negara dari sembilan puluh negara iblis china yang mengajukan formulir pertemanan"
Mendengar itu ia mulai mengerti akan tujuan dari raja iblis ungu. Mengangguk ia kembali mendengar.
"Hanya sekitar tiga puluh negara yang di setujui, bagaimana menurut mu Ling Changyi"
Mengangguk ia mengangkat salah satu tangannya ke dagu berkata "bukankah bodoh jika menolak suatu peluang"
Ia mengatakan itu karena dengan banyaknya negara yang menjadi sekutu maka pada saat perangan pasti akan sangat membantu, namun tentu ada konsekuensinya.
Mungkin alasan dari seluruh raja iblis tidak menerima formulir pertemanan semua negara yang mendaftar adalah karena konsekuensinya itu.
Mendengar jawaban kritis darinya raja iblis biru tersenyum seolah apa yang di pikirannya benar berkata "bagaimana jika kamu membantu dalam peran pertemanan dari beberapa negara. Kamu dan yang mulia Chang Meiyin adalah yang paling di kenal oleh negara lain"
Mengerjapkan mata ia berpikir 'benar juga apa yang di katakan yang mulia Xie Jiao, tapi meiyin...'
Awalnya ia memang berniat untuk membantu juga karena alasan datangnya formulir pertemanan adalah dirinya yang membuat ia merasa bahwa itu adalah tanggung jawabnya, namun pihak sekolah dan pengurus tidak ada yang meminta bantuannya.
Hal ini membuat ia sedikit merasa tidak enak, namun setelah dua bulan berlalu ia merasa bahwa itu bukan tanggung jawabnya.
Namun jika ia memang di perlukan maka ia pasti bersedia "aku sebenarnya ingin membantu, namun aku rasa tidak bisa" Ia berharap raja iblis ungu bisa mengerti.
Tampa menunggu lama raja iblis biru berkata dengan tergesa-gesa "jika yang mulia Chang Meiyin tidak mempercayai mu maka aku akan mempercayai mu. bagaimana jika kamu masuk dan tinggal di negara kerajaan iblis ungu, aku akan memperlakukan mu dengan baik. kamu bisa memegang janjiku"
Baru saja ingin membuka mulut, tiba-tiba tangannya di tarik oleh iblis kelelawar yang tergesa-gesa berlari sambil menyeret nya berkata "kelas akan segera mulai tuan"
Selesai mengatakan itu ia tersenyum lalu berjalan ke arah kelas dengan tergesa-gesa.
Raja iblis ungu menatap ke arah kepergian nya tersenyum dengan bibir yang melengkung ke atas.
Di kelas mereka sedikit terlambat karena obrolan di gerbang, untungnya guru iblis yang mengajar tidak marah dan mempersilahkan mereka untuk duduk.
Saat waktunya pulang mereka berdua tidak langsung pulang dan mampir ke perpustakaan.
"Tuan. apa tuan benar akan mengkhianati yang mulia..."iblis ular bergumam dengan nada suara lembut.
Mendekatkan kepala ia berkata "apa yang kamu bicarakan"
Menggeleng cepat iblis kelelawar mempercepat langkah kakinya menuju perpustakaan.
Dengan muka bingung ia melanjutkan langkah kakinya juga untuk menyusul iblis kelelawar.
Di dalam perpustakaan mereka berdua bertemu dengan raja iblis biru yang sedang memilih buku bersama pria muda cantik. itu adalah Chang Meiyin raja iblis dari kerajaan iblis hitam.
Berjalan ke arah mereka ia berkata "apa yang kalian cari yang mulia Xie Xiaomo dan saudara Chang"
Anehnya suasana di sana hening. Pria muda cantik itu menatapnya tampa ekspresi dan raja iblis biru menatapnya dengan mata khas seperti biasanya, mata jijik dan bermusuhan.
Karena kecanggungan itu ia berjalan ke belakang untuk meninggalkan mereka berdua dengan senyuman hampa.
Di perjalanan pulang ia menggerutu "kenapa dua iblis itu sangat menyebalkan"
Mempercepat langkah dan maju beberapa langkah di depannya iblis kelelawar berkata "aku rasa yang mulia marah dengan tuan"
Mendengar itu ia menghentikan kakinya, lalu menggerakkan salah satu tangan nya yang berada di belakang ke dagu "benar. Dia selalu merasa tidak senang setiap kali aku bertemu dengannya jika dia sedang bersama kekasihnya itu"
Menyangga iblis kelelawar buru-buru berkata "tuan salah paham, yang mulia tidak marah karena hal seperti itu"
Dengan ekspresi muka heran ia bertanya pada iblis kelelawar "kenapa kamu bertingkah aneh..."
Kata-kata terpotong karena iblis yang menyerupai seorang pria kecil yang pernah berjabat tangan padanya berdiri tidak jauh dari mereka sambil menundukkan kepala.
Pria kecil itu membawa keranjang makanan yang berisi buah dan roti.
Tersenyum ia melambaikan tangan ke arah pria kecik itu saat sedang menatap mereka diam-diam.
Menemukan iblis yang di kagumi melambai dan tersenyum padanya, ekspresi muka pria kecil itu tampak Sangat bahagia.
Berjalan ke arah dua iblis dari kerajaan hitam pria kecil itu menyerahkan keranjang yang berisi makanan sambil menundukkan kepalanya berkata "u-untuk anda tuan"
Tingkah dari pria kecil itu membuat perutnya geli dan dengan cepat meraih keranjang.
Pria kecil itu memainkan ujung dari tangan jubahnya sambil menundukkan kepala.
Tersenyum ia menepuk kepala pria kecil itu berkata "terima kasih atas perhatian nya" lalu pergi meninggalkan pria kecil itu.