Reincarnation Human

Reincarnation Human
Kehidupan sebelumnya Fu Zhisu



Tangisan itu mulai mereda dan terdengar suara serak yang keluar dari mulut seorang gadis "Shizu kau kah itu"


Spontan ia menjawab "iya ini aku kak, Shizu. Kakak dimana"


"Shizu adik ku..." Suara serak di yang di campur dengan tangisan itu kembali terdengar.


Tak lama akhirnya lampu di nyalakan. Ia sangat kaget melihat kondisi kakaknya yang sudah babak belur Tampa memakai selesai pun penutup di badan, dengan cepat ia melepaskan jubah luarnya dan menutupi badan kakaknya. matanya merah karena marah tapi tidak dapat berbuat apapun karena tidak memiliki kekuatan fisik yang cukup. Lagi-lagi ia menyesal karena tidak mengasa kemampuan kultivasinya, penyesalan ini membuatnya sangat menderita.


Setelah kedatangannya ia menceritakan kejadian kemarin pada kakaknya, di luar prediksi ternyata kakaknya hanya tersenyum sedih dengan air mata yang menetes menjawab "ya, aku tau Shizu. Mereka merekam kejadian kemarin di dalam bola kristal lalu memperlihatkannya padaku"


^^^'TN: bola kristal di sini fungsinya hampir sama dengan handphone di zaman sekarang ya teman-teman ^v^'^^^


tanggapan kakaknya tidak seperti yang ia kira dimana kakaknya akan menangis seperti orang gila ternyata tidak, mungkin ini karena rasa sakit yang terus berdatangan membuat kakaknya mulai menerima. Menghirup nafas panjang ia bersumpah di dalam hati 'aku akan mencari cara agar besar dari sini dan membalaskan dendam atas perbuatan mereka pada keluarga kami'


Setelah beberapa waktu, terdengar suara dari pintu. Seorang gadis berjalan masuk ke dalam gudang, dengan muka masam gadis itu berteriak "berandalan kecil sepertimu pandai berbohong" mendekat gadis itu menampar pipinya, saat ingin menampar pipinya yang kedua kali kakaknya menarik rambut gadis itu dan dengan gila memukulnya dengan asal-asalan.


"Bajingan, kenapa kau melakukan ini pada keluarga ku" teriak kakaknya yang nampak penuh dengan amarah.


Terdengar suara berisik dari luar ia segera menarik kakaknya lalu mereka berdua berlari melewati pintu.


Ia dan kakaknya berlari ke arah pintu depan tapi sayangnya laki-laki yang bersama dengan Shi ada di sana jadi ia dan kakaknya memutuskan untuk memutar balik dan akhirnya menemukan pintu belakang, mereka keluar dari pintu belakang dan menuju ke tempat pos pengamanan khusus rakyat.


^^^'TN: di cerita ini masih zaman kekaisaran/kerajaan jadi belum ada polisi semuanya di sebut prajurit ya teman-teman ^v^'^^^


Penjaga pos hari ini adalah ayah dari temannya di desa jadi masalah yang mereka laporkan akhirnya dengan cepat di gubris, mereka berdua di persilahkan untuk duduk di sebuah ruangan.


Keesokan harinya mereka di perbolehkan keluar dan di bawah ke ruangan lain yang tampak seperti ruang interogasi, kecurigaan yang ada muncul kembali karena hal ini terasa aneh dan mengganjal tapi ia tidak membantah dan mengikuti perintah dari prajurit tersebut.


Sampai di ruangan ia terkejut melihat ekspresi gadis Shi dan laki-laki itu yang nampak seolah mereka menang, dengan mata yang gemetar karena teringat tragedi sebelumnya ia mencoba untuk menahan amarah karena berada di pos penjaga. Dengan tenang ia dan kakaknya duduk saling berhadapan dengan mereka berdua.


Dengan angkuh gadis itu berkata "Shizu kau benar-benar cerdas tapi kau juga bodoh" senyum lebar kedua pasutri itu tersebar yang membuat para prajurit yang berada di belakang mereka ikut tertawa.


Dengan suara yang gemetar ia bertanya "apa maksudmu"


"Ha? Kau tidak tahu atau pura-pura tidak tahu" jawab gadis itu.


Setelah beberapa waktu berdebat dengan beberapa pertanyaan akhirnya ia sadar bahwa para prajurit di sini berada di pihak gadis itu. Rasa sakit di jantungnya semakin menusuk bahkan kakaknya yang juga sudah menyadari mulai berteriak yang kemudian di klaim oleh para prajurit bawanya memberontak. Mereka berdua di masukkan ke dalam sel dan di haruskan membayar uang tebusan agar bisa keluar.


Kakaknya berteriak bahwa mereka tidak mengetahui sandi bank keluarga mereka sampai berkali-kali tapi gadis itu tidak menggubris. Seminggu mereka di penjara tidak berikan makan bahwa setetes air pun bahkan sel mereka terlihat sangat kotor dan mereka di kelompokkan dengan orang-orang yang sudah sering membunuh. Kakaknya sering di lecehkan dan di jadikan mainan dan ia selalu babak belur karena berusaha menyelamatkan kakaknya.


Karena seminggu berlalu akhirnya gadis itu melepaskan mereka, entah apa yang terjadi mungkin karena sudah sadar bahwa mereka benar-benar tidak tahu sandinya atau karena hal lain. Mereka berdua kembali dengan baju compang-camping serta badan yang babak belur di perhatikan oleh penduduk desa dengan mata jijik.


Fu adalah keluarga yang harmonis dan Cemara selalu di sukai oleh orang-orang di desa tapi sekarang di pandang seolah mereka adalah kotoran. Kakaknya yang sampai di rumah langsung menuju kamar ibunya sedangkan ia sendiri menutup pintu rumah.


Selesai menutup pintu ia segera menyusul ke kamar ibunya dan sangat terkejut melihat ibunya yang sudah meninggal, tangan, kaki dan kepala ibunya sudah terpisah satu sama lain, kakaknya menangis Tampa suara di sudut. Ia berteriak sejadi-jadinya atas kejadian ini "Kenapaaaaa. Kenapaaa harus keluarga ku yang beginiii"


Suara tangisan dan teriakan kedua kakak beradik itu terdengar sampai keluar yang membuat penduduk desa mendekat tapi mereka tidak berani mendekat, sebenarnya beberapa hari yang lalu An Shi dan kekasihnya menyewa prajurit dan berusaha untuk menyeret ibunya lalu tetangga mereka mencoba untuk membela ibunya karena memiliki keterbelakangan mental. Akhirnya orang yang mencoba untuk melindungi ibunya malah cacat karena prajurit yang mematahkan kakinya dan karena hal inilah para penduduk desa beranggapan bahwa keluarga Fu adalah keluarga pembawa sial dan hal inilah yang membuat mereka menatap ia dan kakaknya dengan mata jijik.


Ia dan kakaknya menguburkan ibunya di belakang rumah tepat dimana ayah mereka juga di kuburkan, sayangnya pemakaman itu terlihat sangat tidak layak karena mereka tidak memiliki sepersen pun uang yang mana untuk makan saja mereka sangat susah.