
Menyipit kan mata ia yang sedang mengunyah menelan makanan lalu meminum air berkata "Xie Xiaomo, apa kau tahu apa yang di laku kan nya saat perpisahan kontrak saudara Chang"
Minum dan menyeka sisah makanan di bibir dengan kain putih pria muda cantik itu menjawab dengan suara lembut "tidak"
Mendengar jawaban itu ia dengan ekspresi muka curiga menatap ke arah pria muda cantik di depan nya. Sebenar nya ia ingin ber tanya hal lain namun karena jawaban singkat itu ia mengundur kan niat dan memutus kan untuk kembali ke kamar.
Di kamar sebelum tidur ia menatap ke arah luar jendela seperti biasa.
Sambil menatap ke luar jendela ia bergumam "indah seperti biasanya, hanya saja pohon kesepian sudah tidak ada" gumamam yang di keluar kan dari mulut nya terdengar sendu dan bercampur dengan kesedihan serta penyesalan.
Beberapa waktu berlalu ia memutus kan untuk tidur, namun tanpa ia sadari pria muda cantik ternyata sedari tadi duduk di meja teh kamar meminum teh dengan kali bersila menghadap ke arah nya yang sedang fokus menatap ke luar jendela.
Dengan ekspresi canggung karena malu ia mau tak mau berpikir 'apa saudara Chang mendengar gumaman ku'
Ia yang tadinya berniat untuk tidur kini duduk di meja teh dan ikut menikmati teh di tengah malam.
Ia dan pria muda cantik itu tidak mengata kan apa pun satu sama lain, mereka hanya fokus pada teh yang di minum.
Beberapa waktu berlalu akhir nya pria muda cantik itu menggerak kan bibir berkata dengan suara lembut "Xiaomo menemu kan pembunuh ayah dan ibu nya di sekitar sekolah"
Meletakkan teh di tangan pria muda cantik itu berdiri dan berjalan ke arah pintu tapi langkahnya berhenti saat ingin membuka pintu berkata lagi "dia tidak seperti yang kau pikir kan"
Setelah pria muda cantik keluar dari ruangan ia membaring kan badan ke tempat tidur berkata dalam hati 'pria yang sedang jatuh cinta tahu apa. Kau bahkan tidak tahu dia jahat jadi kenapa malah menasihati ku'
Ke esok kan pagi nya saat di sekolah ia masuk ke dalam kelas seperti biasa nya dan menjalani pembelajaran seperti biasa nya.
Semingu berlalu....
Dua Minggu berlalu....
Satu bulan....
Dan hari ini adalah hari ke dua bulan ia menjalani pembelajaran seperti biasa nya, semua nya terasa damai, tenang, dan aman.
Namun perasaan tenang itu berakhir hari ini setelah kepsek menerima surat dari negara lain yaitu alam iblis tingkat tinggi yang di serang oleh makhluk suci dan raja iblis.
Penyerangan itu di lakukan di negara iblis kuning ll, setengah dari iblis meninggal dan setengah nya lagi terluka, mereka mengirimi surat untuk mencari bantuan.
Satu hal yang tidak ia mengerti adalah bahwa ia sendiri juga terpilih. Seperti yang di ketahui iblis di sekitar nya adalah iblis dengan kekuatan fisik level tujuh puncak bahkan banyak yang sudah berada di tahap lanjut sedang kan diri nya berada di tahap lima awal.
Seperti yang sudah di ketahui ia memiliki badan yang mirip dengan seorang wanita dengan pinggang ramping dan badan kecil tanpa otot.
Seluruh badan nya gemetar karena harus berdiri di tengah iblis dengan kekuatan fisik yang jauh di atas nya itu membuat nya tertekan, semakin kencang getaran di tubuh nya saat salah satu dari iblis menepuk pundak nya berkata "kenapa iblis kecil seperti mu berada di sini"
Karena terkejut ia refleks menatap ke arah iblis yang menepuk pundak nya. Iblis itu bertubuh kekar dengan tinggi badan jauh di atasnya, ia berada di bawah telinga iblis itu.
Saat ia menunduk kan kepala terdengar suara retakan dan teriakan sekilas.
"Akhh"
Saat sedang mengalih kan pandangan ke arah suara itu berasal ia langsung melebar kan mata karena terkejut, iblis yang menepuk pundak nya tadi terbaring di tanah dan di saksi kan oleh iblis lain nya.
Ia mengangkat kepala nya saat mendengar suara "apa tuan baik" itu adalah suara dari iblis penjaga lantai tiga perempuan yang berpakaian serba hitam dan selalu memakai payung hitam.
Meneguk air ludah nya sendiri ia menatap ke arah iblis perempuan yang berpakaian hitam dan iblis kekar, bolak-balik ia menatap mereka berdua secara bergantian sampai beberapa detik.
Iblis lain yang menyaksikan adegan itu hanya diam tanpa mengeluar kan suara sedikit pun, namun terdengar suara dari kerumunan yang membuat seluruh iblis membuka jalan "siapa yang menyerang pelayan ku" suara itu berasal dari raja iblis biru, dia dengan anggun berjalan ke arah mereka dengan ekspresi muka mengeras saat melihat keberadaan nya.
Menatap ke arah iblis kekar lalu ke arah nya raja iblis biru mengerut kan kening dengan ekspresi muka yang masih mengeras bergumam "kau... Iblis kecil seperti mu bahkan berani menyentuh pelayan ku"
iblis perempuan berpakaian serba hitam berdiri di depan nya sambil menutup payung yang mengembang berkata "pelayan mu yang menyentuh tuan terlebih dahulu yang mulia Xie Xiaomo dari kerajaan biru"
"Apa!" suara teriakan dari raja iblis biru menggelegar.
Dengan muka dan mata merah raja iblis biru berteriak sambil menekan aura membunuh "kau iblis rendah berani mencampuri urusan ku"
Raja iblis biru mengeluarkan serangan dari tangan kanan nya yang berupa air, kemudian langsung mengarah kan ke arah iblis perempuan berpakaian hitam yang membuat nya terpental sekitar 10 meter kemudian langsung menyerang seorang anak laki-laki yang diam terpaku tampak melakukan apapun dengan badan yang masih gemetar. anak laki-laki itu menyaksi kan iblis perempuan berpakaian serba hitam yang memuntah kan seteguk darah berteriak "apa yang kau lakukan Xie Xiaomo"
Tiba-tiba ia terkena serangan air yang menusuk ke arah jantung nya hal itu membuat nya susah bernafas. Perlu di ketahui bahwa hal yang membuat nya dapat bernafas dengan normal dialami iblis adalah karena ia mengkonsumsi obat atau elixir yang ia buat akan tetapi karena jantung nya diserang efek dari obat atau ramuan tersebut menghilang.
Hal itu lah yang membuat nya susah bernafas dan sesak karena kekurangan oksigen, namun dengan nafas yang masih tersengal-sengal ia berusaha untuk berjalan ke arah iblis perempuan yang berpakaian serba hitam sambil melafal kan mantra penyembuh ke arah nya.