Reincarnation Human

Reincarnation Human
Menuju Istana Iblis



Mereka bertiga berhasil keluar dari hutan menuju jalan kecil yang nampak familiar yang membuat gadis cantik itu berkata "kita berada di jalan yang pernah kita lalui Changyiyi"


Mendengar itu ia memperhatikan sekitar dan membuka mulut "benar. Ayo percepat ke arah gerbang"


Di depan gerbang kota iblis tidak ada siapa pun bahkan satu orangpun. Mereka bertiga bersembunyi di balik pohon.


"Aku kira para tetua dan kepala sekte sudah masuk" gadis cantik itu membuka suara dengan pelan


"Aku rasa juga begitu" ia menjawab lalu melanjutkan "apakah kita akan masuk"


Gadis cantik itu berkata dengan semangat "ayo masuk sebelum iblis api itu muncul"


Kedua orang itu berlari ke arah gerbang sedangkan pria muda cantik itu berjalan dengan santai dengan tangan di belakang sambil melihat ke arah seorang anak laki-laki yang berlari dengan seorang gadis terburu-buru.


Begitu masuk ke dalam gerbang ia melihat ke arah belakang pria muda cantik itu masih di luar gerbang yang membuatnya berlari ke arah pria muda itu menarik pergelangan tangannya dan berkata "cepat sebelum ketahuan"


Pria muda itu terkejut tapi mengikuti anak laki-laki itu.


Di dalam gerbang di sebuah tokoh baju dua orang terengah-engah mengatur napas dan yang satunya lagi tenang seperti tidak terjadi apa-apa menatap ke arah tangan yang masih di pegang oleh anak laki-laki itu.


Menyadari arah tatapan itu ia segera melepaskan tangan pria muda cantik itu. Dan berkata dengan lembut dengan gadis cantik di depannya "jadi kemana kita harus mencari para tetua XiangRikui"


Gadis cantik itu menjawab "mungkin di rumah informasi"


"Apa tidak apa-apa kita ke rumah informasi. Jika ketahuan manusia bukankah bahaya"


Gadis cantik itu terdiam dan menundukkan kepala. Tak lama ia mengangkat kepala menjentikkan jari dan berkata "ahah. Kita hanya perlu pergi ke arah istana raja iblis"


"T-tapi bukankah itu terlalu berbahaya untuk ahli ramuan lemah seperti kita" ia berkata sambil meletakkan salah satu tangannya di dagu


Gadis cantik itu melihat ke arah pria muda cantik di sampingnya tersenyum menampakkan kedua baris gigi putihnya


Di sebuah jembatan panjang yang di bawahnya larva ketiga orang berjalan berdampingan dua orang pria dan satu gadis cantik. Seorang anak laki-laki mendekat ke arah pria muda cantik dan berbisik "maaf karena merepotkan" anak laki-laki itu adalah Ling Changyi


Pria muda cantik yang mendengar itu hanya diam tampa mengatakan apapun.


Melihat pria muda cantik itu tidak merespon sahabatnya gadis cantik itu mendekat memeluk lengannya dan berkata "changyiyi jangan repot-repot bicara dengan pria bisu itu"


Tiba-tiba ada gempa terjadi yang membuat kedua orang itu terlempar berjauhan.


Gadis cantik itu melihat ke arah pria muda cantik itu yang tidak goyah dengan gempa tadi mengerutkan kening. Pria itu berjalan ke arah anak laki-laki mengulurkan tangan. Karena ada yang mengulurkan tangan ia meraihnya agar mudah berdiri. Setelah itu ia pergi ke arah gadis cantik itu dan membantunya berdiri


Tak ada satupun hewan atau penjaga iblis di jalan yang membuat gadis cantik itu penasaran "bukankah ini aneh tidak ada satupun penjaga di jalan"


"Benar" ia menjawab lalu mengerutkan bibirnya melanjutkan "apa para tetua sudah menghabisi semua penjaga jalan"


Ia mengikuti arah pandangan gadis cantik di sampingnya dan mendarat pada seorang pria muda cantik yang tidak jauh dari mereka. Ia melihat ke arah gadis itu dengan ekspresi tak terbaca "apa pria muda cantik ini sekuat itu XiangRikui "


Karena penasaran ia mendekat ke arah pria muda cantik itu bertanya "pria muda kamu berada di tahap apa sekarang"


Pria muda cantik itu melihat ke arah seorang anak laki-laki dengan mata bulat hitam bersinar dan bulu mata panjang lentik. Mata mereka saling bertemu selama beberapa detik dan pria muda cantik itu langsung mengalihkan pandangannya.


Melihat pria muda cantik itu benar-benar tidak berniat untuk menanggapi ia mengerutkan bibir dan berpikir 'apa dia juga tuli ya'


Mereka bertiga berjalan sampai di depan gerbang istana raja iblis. Tingginya sekitar lima puluh meter dan lebarnya tiga puluh meter. Para tetua berada di sana.


Ia dan sahabatnya langsung pergi ke arah shifu mereka "shifu..."


Mendengar suara yang familiar Fen Li melihat ke arah mereka berdua dengan senyuman


"Shifu kami terpisah dan tersesat" gadis cantik itu menangis di pelukan shifunya


Dengan cemas shifunya berkata "kenapa lengan baju sebelah kanan mu tidak ada"


Ia menjelaskan seluruh kejadian kepada shifunya. Setelah mendengar cerita itu shifu bertanya dimana pria muda cantik yang di bicarakan


Baru saja ingin memperkenalkan tapi pria muda cantik itu sudah tidak ada di belakang mereka yang membuat ia bingung dan berpikir 'kemana perginya pria muda itu'. Namun jika dipikir lagi mungkin pria itu juga memiliki urusan sendiri datang ke istana raja iblis jadi ia tidak lagi mencari keberadaan pria muda cantik itu.


Dua hari para tetua mencoba untuk membuka pintu gerbang istana raja iblis tapi bahkan pintu itu tidak bergerak sedikitpun yang membuat semua orang terlihat lesu. Bahan obat ramuan juga tinggal sedikit semuanya hampir di gunakan dalam perjalan menuju gerbang istana.


Tiba-tiba seseorang berteriak "gerbang istana bergerak. Itu bergerak"


Seluruh orang langsung berkumpul di depan gerbang termasuk ia sendiri.


Salah satu ahli ramuan berseru "ini benar-benar terbuka"


Kepala sekte berjalan ke depan berteriak "ayo masuk dan sesuai dengan aturan dan berhati-hati"


Jumlah pasukan sekte hanya lima belas orang lagi yang terdiri dari sepuluh orang petarung depan termasuk kepala sekte, pemimpin kota, shifunya dan dua ahli ramuan lainnya sedangkan sisanya adalah sahabatnya dan ia sendiri di tambah tiga orang lagi murid dari dua ahli ramuan.


Di dalam gerbang istana Terdapat halaman luas tampa penjagaan butuh waktu lima belas menit untuk mencapai pintu di depan.


"Berhati-hati saat memasuki ruangan istana raja iblis dan ingat bersikap sopan" shifunya berkata dengan lembut sebelum membuka pintu


Setelah semua memasuki ruangan di balik pintu tiba-tiba bumi bergetar dan muncul seorang gadis cantik dengan pakaian dan payung hitam di penuhi manik putih bersinar menyapu orang-orang dari sekte


"Atas nama Hei Yuwen. Tolong izinkan kami bertemu dengan raja iblis nyonya penjaga lantai" kepala sekte berkata dengan sopan