Reincarnation Human

Reincarnation Human
Iblis Leluhur



Raja iblis biru membelalak kan mata melihat mereka yang tidak menyapa apalagi memberi hormat, kemudian menatap ke arah pria muda cantik di sampingnya berkata "bawahan mu benar-benar keterlaluan kakak Chang"


Tidak menanggapi pria muda cantik itu menatap ke arah seorang anak laki-laki yang memegang tangan iblis kelelawar.


Jauh dari mereka iblis kelelawar melepas genggaman tuan nya berkata "tuan. Di depan yang mulia tolong jangan pegang tangan siapa pun"


Mengerjapkan mata ia berkata sambil tertawa "kenapa dengan itu" diam mengerutkan alis dan mulut melanjutkan "apa karena aku jelek jadi menurut mu..."


Menyela iblis kelelawar berkata sebelum ia melanjutkan kata-katanya "tuan sangat tampan. Tapi... Aku dan ular iblis di hukum karena itu"


Memiringkan kepala dengan mata menyipit ia berkata dengan senyum pahit "maksud mu karena kalian tidak memberikan hormat saat bersama ku pada mereka"


Selesai mengatakan itu ia diam yang membuat iblis kelelawar tidak tahu harus mengatakan apa dan memutuskan untuk diam juga.


Di kamar ia menatap ke luar jendela bergumam "apa aku benar melewati batas"


Keesokan paginya di meja makan sebelum duduk ia memberi hormat pada pria muda cantik yang duduk jauh di depannya. Mengangkat kedua alis pria muda cantik itu menatapnya dengan heran.


Duduk ia makan dengan sopan lalu keluar dari istana kembali memberi hormat pada pria muda cantik itu saat akan menaiki kereta. Pria muda cantik itu menatapnya sekilas lalu menatap iblis kelelawar di sampingnya dengan dingin.


dingin terasa di seluruh badan saat iblis kelelawar di tatap oleh raja iblis hitam.


Di jalan ia tidak mengatakan apapun dan fokus berjalan. Sampai di Kelas ia juga tidak mengatakan apapun bahkan di perpustakaan.


Ia diam dan berbicara hanya saat bertemu dengan pria muda cantik itu saat di sekolah. Seperti saat berpapasan di jalan menuju kantor guru iblis "hormat ku yang mulia". Atau saat di istana "salam ku yang mulia" dan saat berpapasan di jalan perpustakaan "hormat ku yang mulia" lima hari ia melakukan itu.


Pada hari ke enam pria muda cantik yang membangunnya di pagi hari. Mendengar ketukan ia membuka pintu sambil menggosok mata. Melihat postur badan itu berbeda dengan iblis ular ia mengamati dan melebarkan mata saat tahu itu raja iblis hitam dengan cepat mengambil posisi hormat berkata "yang mulia hormat ku"


Pria muda cantik itu mendorongnya ke dalam kamar menutup pintu. Dengan muka bingung berjalan mendekat.


Mengerjapkan mata beberapa kali ia mengeluarkan suara "yang mulia ada perlu apa mengetuk pintu ku"


Mengerutkan kening pria muda cantik itu berkata dalam hati 'yang mulia. Yang mulia. Yang mulia!. Kenapa dia memanggilku begitu'


Mundur ke belakang punggungnya menyentuh dinding dengan muka panik berkata "yang mulia apa ada yang salah"


Pria muda cantik itu berjalan mendekat ke arahnya yang membuat wajah mereka hanya berjarak sejengkal. Menatap mata anak laki-laki di depannya dengan kening yang berkerut ia berkata dalam hati 'kata yang mulia membuat ku kesal'


Gemetar ia mengeluarkan suara lagi "yang mulia..."


Belum selesai mengeluarkan kata-kata pria muda cantik mengeluarkan suara sambil menggertakkan gigi "yang mulia! Yang mulia!. Ada apa dengan mu"


Mengerjapkan mata dengan badan yang masih bergetar ia berkata "apa yang salah yang mulia"


Kesal pria muda cantik itu mengertakan gigi menghela napas singkat lalu menunduk meletakkan keningnya ke bahu anak laki-laki di depannya.


Mengeluarkan suara pria muda cantik itu berkata dengan pelan "aku tidak menyukai itu"


Mencoba memproses apa yang sebenarnya terjadi ia berpikir 'mungkin kah dia tidak ingin aku memanggilnya yang mulia. Tapi kenapa, bukankah itu yang membuatnya marah pada iblis kelelawar' selesai berpikir ia berkata "apa maksudmu"


Dengan kening yang masih di pundak pria muda cantik itu berbicara dengan hati-hati "bersikap seperti biasa dan sebut namaku. Aku... Aku bisa gila jika kamu begini"


Mengerutkan kening dengan gugup ia menjawab "tapi bukannya saudara Chang marah saat aku dan iblis kelelawar pergi tanpa memberi hormat"


Mengangkat kepala pria muda cantik itu menatap wajahnya. Jarak mereka hanya sejengkal yang membuat anak laki-laki di depannya mengalihkan pandangan. Membuka mulut pria muda itu berkata "kamu salah paham"


Di sekolah selesai kelas seluruh murid sekte di minta untuk berkumpul di lapangan.


Berdiri di depan kepsek membuka suara dengan lantang "Diablo. Iblis tingkat tinggi jutaan tahun lalu yang memiliki kekuatan setara dengan raja iblis berhasil melarikan diri"


Para murid panik berbisik.


"Diablo adalah nenek moyang iblis yang memberontak"


"Iblis tingkat tinggi seperti itu lepas entah apa yang akan terjadi pada alam iblis"


"Ku dengar kerajaan iblis hijau sudah di ***** habis"


"Semuanya diam" kepsek membuka suara lagi.


Ia hanya memperhatikan apa yang di katakan oleh para iblis lainnya.


Seorang guru iblis wanita maju ke depan mengatakan "diam" para murid iblis tiba-tiba diam, mulut mereka seperti di jahit.


Guru itu adalah iblis perapal, yang berarti setiap perkataannya yang mengandung perintah tidak dapat di tolak. Kecuali iblis tersebut memiliki kekuatan yang lebih tinggi darinya.


Berdasarkan penyampaian kepsek ia tahu bahwa iblis Diablo lepas karena keteledoran pihak tertentu yang berkaitan dengan sekolah. Tiga kerajaan iblis sudah di ***** habis. Sepuluh raja iblis memutuskan untuk menangkap Diablo dan memusnahkan nya. Salah satu dari sepuluh terluka parah dan inti kekuatan iblisnya memudar.


Setiap makhluk di dunia ini memiliki inti kekuatan. Jika inti itu hancur maka makhluk itu tidak akan pernah bisa berkultivasi kecuali ada yang memberikan intinya. Bagi makhluk kultivasi inti kekuatan adalah segalanya, tampa inti sama saja seperti tidak hidup.


Seluruh murid di persilahkan untuk mempersiapkan semua alat yang dapat di gunakan. Hari ini iblis Diablo akan datang ke sekolah untuk ******* seluruh iblis. Sepuluh raja iblis dan para guru berada di barisan depan, para murid dengan kekuatan tinggi dan berbakat di barisan tengah, sedangkan para murid baru sepertinya dan iblis kelelawar berada di barisan belakang.


Sambil menunggu iblis Diablo mengamuk ia bertanya pada iblis di sampingnya "iblis kelelawar. Menurutmu bukan kah lebih baik kita lari dari pada berdiri disini" diam iblis kelelawar menatapnya. Ia melanjutkan "maksud ku orang seperti kita tidak akan banyak membantu. Jadi kenapa harus berdiri disini mengorbankan hidup"


Suara batuk terdengar saat ia mengatakan itu, memutar kepala ia mendapati seorang guru yang mendengar percakapan mereka. Dengan senyum canggung ia memutar kepalanya ke arah iblis kelelawar melebarkan mata solah memberi isyarat kenapa tidak memberi tahu aku


Iblis kelelawar menatapnya sambil bersusah payah menahan tawa.