
Dengan muka seram khas harimau dan raungan kuat binatang iblis leluhur mengarah kan cakar di tangannya ke arah raja iblis ungu. Cakar panjang dengan warna hitam itu mengoyak baju di salah satu lengan raja iblis ungu tampa dapat merespon.
"arghhh"
Kecepatan dari binatang iblis leluhur membuat ekspresi raja iblis ungu mengeras. Dan hanya berselang beberapa detik raja iblis ungu terdorong ke belakang menabrak pohon yang ada di halaman istananya.
Batuk darah sambil memegang perutnya raja iblis biru berteriak "keparat!".
Tiba di depan nya binatang iblis leluhur mencengkram lehernya. Dengan mata dingin melempar kan ke samping sehingga tanah tempat nya terjatuh berbentuk lubang yang cukup besar dan dalam.
Mengaktif kan dinding pertahanan diri luka yang di terimanya tidak terlalu dalam.
Setelah penyerangan itu raja iblis ungu mulai memahami keadaan dan menyipitkan mata nya. Berdiri kemudian berkata "jadi... apa kamu utusan yang di maksud"
Tampa menunggu jawaban dari lawan nya dia mulai mengaktif kan kekuatan dari dalam tubuh nya.
"Arghhhh" suara raungannya menggema seolah sedang memanggil sesuatu.
Seiring dengan raungan tubuh nya mulai bersinar dengan warna ungu khas dari petir, mata nya yang hitam berubah menjadi ungu tatapan yang di berikan juga nampak dingin dan mendistorsi musuh di depan nya.
Awan di langit nampak lusut dengan petir yang menyambar di mana-mana. Pohon-pohon di sekitar pertarungan mereka melayu seolah takut dengan kekuatan yang di miliki nya.
Dengan petir di salah satu tangan dia berlari ke arah binatang iblis leluhur sambil berteriak "lebih baik kamu mati!"
Serangan nya di tangkis dengan mudah oleh musuh di depan nya, bahkan menampil kan senyum di wajah.
Terdistorsi oleh oleh senyum musuh dia dengan refleks mundur beberapa meter. Dengan muka bingung mulai memahami kembali sesuatu.
Binatang iblis leluhur merasa lucu terhadap tindakan musuh di depan nya berkata "aku senang bisa melawan raja iblis seperti mu" diam beberapa detik melanjut kan "menang atau kalah aku tidak akan menyesal"
Serentak dengan akhir dari kata nya binatang iblis leluhur mulai menyerang kembali dengan cakar harimau khas dari ras nya.
"Ahhhh!"
"kreekkkkkk"
"dungg!, duuung"
Serangan dari binatang iblis leluhur di tangkis oleh raja iblis ungu. Perisai ungu melindungi nya dari serangan kuat musuh.
Melafal mantra musuhnya terpental ke belakang. "Deemonite isandate, pühakute ja jumalate õnnistused kolmes maailmas. Lüüa nõdrast olend"
Teriak kesakitan musuh nya terdengar seiring dengan asap menggumpal yang menutupi musuh yang di serang nya.
Dengan gugup ia bertanya "apa kamu bisa melawannya . Diablo"
Dengan kening yang mengerut iblis leluhur menjawab "aku tidak yakin tuan, namun aku tetap akan melindungi mu"
Tampa di sangka iblis bersayap putih yang berjalan mendekat menghenti kan langkah kaki nya. Mengerut kan kening mulai terbang ke atas langit dan menghilang dari pandangan mereka.
Di perjalanan sambil berlari ia bertanya pada iblis leluhur "apa iblis bersayap putih itu juga termasuk binatang iblis Diablo"
Sebenar nya ia merasa kan aura iblis pada iblis bersayap putih. Aura antara iblis dan binatang iblis tentu saja berbeda. Meski pun kedua nya memiliki bentuk dan ciri-ciri yang sama-sama seperti manusia dan memiliki sayap dan lain-lain, aura yang di miliki berbeda dan aura iblis murni jauh lebih kuat di banding kan aura bintang iblis. pikiran itu membuat nya tambah bingung.
Iblis jauh lebih kuat dari binatang iblis, binatang iblis jauh lebih kuat dari manusia dan setan, setan lebih kuat dari manusia, dan makhluk suci adalah makhluk paling kuat.
Bukan kah aneh jika iblis bersayap putih itu adalah binatang iblis, karena lebih kuat dari iblis leluhur seperti Diablo yang setara dengan raja iblis hitam terdahulu.
Saat otak nya kusut memikirkan itu iblis leluhur menghentikan langkanya, Mendongak ia menatap ke udara. Raja iblis ungu yang menyerang binatang iblis leluhur di bagian dada. Musuhnya tidak berdaya dan kehabisan tenaga.
Namun tiba-tiba binatang iblis leluhur itu muncul di belakangnya untuk menyerang. Namun hal itu di hentikan oleh iblis leluhur.
"Bukk" suara tendangan dari iblis leluhur jatuh ke perut binatang iblis leluhur itu.
Melafal mantra musuh mengeluarkan semacam gas putih yang membuat penglihatan mereka berdua kabur.
Dengan badan babak belur binatang iblis leluhur berlari meninggalkan jejak dan menghilang kan aura agar tidak dapat di kejar.
Raja iblis ungu buru-buru turun dari langit Melafal kan mantra dan menghilang kan gas yang menyelimuti dua iblis yang terjebak.
Menopangnya raja iblis ungu membuka mulut berkata "kamu baik-baik saja saudara Ling Changyi" muka nya nampak keras.
Mengangguk ia tidak mengeluarkan suara namun tindakannya membuat ekspresi wajah raja iblis ungu terlihat lebih santai.
Mereka bertiga kembali ke dalam istana. Di depan pintu mereka mendapati raja iblis hitam dan iblis kelelawar yang menunggu mereka.
Matanya menatap ke arah iblis kelelawar dan seorang pria muda cantik yang berada di depannya dengan muka bingung.
Pria muda cantik itu tidak mengatakan apapun dan hanya menatap ke arah nya yang di bantu oleh raja iblis ungu untuk berjalan tampa ekspresi, entah kenapa tatapan itu tampak seram.
Iblis kelelawar dengan cepat berlari ke arah nya dan segera membantu nya untuk berjalan ke arah pria muda cantik itu. Ia tidak menyadari bahwa tatapan antara dua raja iblis mendistorsi iblis lain di sekitar.
"Leluhur kemari lah"
Iblis leluhur tidak mendengar kan iblis Kelelawar dan masih berada di samping raja iblis ungu. Menatap ke arah nya dan kemudian ke arah pria muda cantik di samping nya.
Mulai merasakan tekanan aura yang kuat ia membuka mulut seolah ingin mengatakan sesuatu, namun terhenti karena di dahului oleh raja iblis ungu.
"Apa-apaan ini yang mulia Chang Meiyin"
Tekanan aura di sekitar mereka semakin kuat. Iblis kelelawar mengeraskan ekspresi muka nya.
Tiba-tiba iblis leluhur menyerang pria muda cantik di samping nya dengan tinju hitam. Ia di tarik oleh iblis kelelawar tampa bisa memahami sesuatu.
Dengan mata melebar dan jantung yang berdebar kencang ia ingin berteriak namun iblis kelelawar menutup mulutnya. Mencoba memberontak ia menggigit tangan iblis kelelawar dan menendangnya, usaha itu tidak berhasil karena tenaga yang di miliki nya hanya pada tahap lima sedangkan iblis kelelawar ada di tahap tujuh.