
Mengerjapkan mata ia mengerti sekarang kenapa pria muda cantik itu tidak mengatakan dari awal jika dia bisa. Mungkin sekarang ia sedang merasa malu dan canggung di hadapan shifunya dan kepala sekte. dengan senyum canggung ia berkata “kamu sangat mengerti keadaan ku haha”
Pria muda cantik itu membawanya langsung ke depan pintu kamar dengan lembut berkata “kamu boleh mengganti kamar lain jika mau” diam beberapa saat dia melanjutkan “kamar ku berada di samping, jika membutuhkan sesuatu bicarakan saja padaku langsung” selesai mengatakan itu pria muda cantik itu berjalan ke arah lorong. Itu adalah lorong ke arah ruang takhta yang perna mereka lalui beberapa waktu lalu bersama orang-orang sekte untuk membuat perjanjian baru.
Membuka dan menutup pintu kamar ia memperhatikan sekeliling, semua barang di kamar ini terlihat mewah dan tampak sangat mahal. Ada jendela yang sangat besar di sebelah sisi, yang menampakkan kota iblis. Kota itu nampak sangat normal dan terlihat seperti kota manusia.
Membuka jendela dan menatap ke luar arah kota dengan senyuman ia bergumam “sangat indah”. Alam iblis memang terlihat indah apalagi dari atas kamarnya.
Terlihat beberapa air terjun dengan kota kecil di bawahnya. Larva merah di sepanjang jalan menuju istana dan kabut putih yang membuat pemandangan seperti di negeri dongeng. Burung bertebaran di langit berkelompok memutari langit biru yang cerah.
Keesokan paginya terdengar suara pria di depan pintu kamar “tuan. Waktunya sarapan” suara itu terdengar beberapa kali dengan kalimat yang sama.
Membuka mata ia menatap ke arah jendela dan mendapati bahwa malam sudah menjadi siang. Berdiri dari atas kasur mengusap matanya dan berjalan membuka pintu. Baru saja ia membuka pintu ia terjaga dengan mata melebar karena pria di depannya seperti tidak asing tapi ia tidak tahu siapa itu.
Melihat anak laki-laki di depannya seperti tidak mengenalinya. Pria itu memutuskan untuk menjelaskan “aku iblis kelelawar tuan.”
Mengerjap dan menggosok mata beberapa kali sekarang ia tahu bahwa yang di depannya adalah iblis kelelawar.
Mereka berdua berjalan menuju ke sebuah ruang makan yang sangat besar. Ia melihat iblis kecil dan sorang gadis berbaju hitam dengan payung hitam yang menyilaukan bersama manik-manik putih di sekujur gaun dan payungnya. Mereka berdua memberi hormat padanya, ia mengangguk dan duduk di salah satu kursi.
Di ujung kursi lainnya terlihat seorang pria muda cantik yang makan menggunakan pakaian yang sama dengan iblis kelelawar. Ini pertama kalinya juga ia melihat pria muda cantik itu memakai pakaian yang berwarna lain selain hitam. Pakaian yang di gunakannya sekarang berwarna putih dengan jubah merah mewah elegan.
Karena penasaran ia bertanya pada pria muda cantik itu “saudara Chang” setelah pria muda cantik itu melihat ke arahnya ia melanjutkan “apa kalian akan pergi ke suatu tempat dengan berseragam sama”
Berhenti mengunya pria muda cantik itu mengangkat kedua alisnya bertanya “kamu menyukainya”
Mengerjapkan mata dengan sadar ia mengangguk lalu berkata “bukankah bagus jika kita memiliki pakaian yang sama”ia memukul telapak tangan kirinya dengan tangan tangan yang mengepal seperti palu lalu melanjutkan “Itu tampak seperti kita memiliki hubungan yang baik satu sama lain” dalam hati ia berkata 'seperti sahabat di kehidupan sebelumnya'
Sekitar pukul delapan malam ia berdiri di depan jendela menatap keluar, terlihat pemandangan yang sangat cantik. Pada malam hari kota iblis tampak terang dengan lentera merah, pohon dan air terjun tampak terang dengan kunang-kunang yang berkelap-kelip di tambah kupu-kupu yang berterbangan.
Keesokan paginya sekitar pukul lima ada yang memanggilnya di depan pintu. Ia berjalan ke depan pintu mendapati itu adalah iblis kelelawar. Dengan lemah dan tangan menutup mulutnya yang sedang menguap ia berkata “bukankah masih malam kenapa membangunkan ku”
Dengan semangat iblis kelelawar itu berteriak “bukankah tuan akan pergi ke sekolah iblis hari ini” melihat tuan di depannya seperti tidak mengerti iblis kelelawar menjelaskan “yang mulia sudah mengurus masalah pendaptaran dan sudah mengurus masalah pakaian yang akan di pakai”
Mendengar itu ia membeku dan mendengarkan ocehannya sampai di depan pemandian air panas, Iblis kelelawar itu menunggu di pintu masuk.
melihat seorang pria muda cantik sudah berendam di sana tampa menggunakan pakaian apapun, dengan semangat ia mengahampiri berkata “bagaimana jika kita mandi di dimensi apelku saudara Chang”
Tampa mengeluarkan suara pria muda cantik itu mengangguk sedikit. Yang membuatnya menarik pergelangan tangan pria muda cantik itu dan dalam sekejap mereka berada di dimensi apelnya. Di dalam air ajaib dimensinya pria muda cantik itu berkata dengan lembut sambil menatap heran padanya “apa kamu sering pergi ke dimensimu”
Menganguk ia memutar kepalanya ke arah pria muda cantik itu menjawab “di sekte aku tiap hari datang ke dimensiku sekitar enam sampai tujuh jam untuk membuat elixir, mandi dan berlatih kultivasi. Sisah lainnya aku masuk kelas untuk belajar, menjual elixir, dan tidur”
Mengangkat kedua alisnya pria muda itu mengeluarkan suara mengerti “emm” diam beberapa saat melanjutkan “apa yang sebenarnya terjadi di alam Hantu”
Karena firasatnya mengatakan pria muda cantik ini tidak akan berbuat jahat jadi ia menceritakan semuanya lagi pula ia juga sudah mempercayainya. Ia menceritakan semuanya di mulai dari pernyataan ingin menikah dengan penguasa kota Hien sampai dimensi pasir dan bagaimana keadaannya yang di kejar-kejar oleh para hantu sampai akhirnya terbebas dan keluar dari sana. jika di pikirkan ‘kenapa pria muda cantik ini tiba-tiba ada di depan gerbang alam hantu. Apa dia mengkhawatirkan ku’ setelah mremikirkan itu ia tersenyum ke arah pria muda cantik itu, senyumnya menampakan ekspresi terima kasih di wajah.
Di depan istana ia dan pria muda cantik itu memakai pakaian yang sama, pakaian putih dengan jubah merah mewah elegan. Dengan senyum ia menatap ke arah pria muda cantik di sampingnya. Ia menyenggol pria muda itu dengan sikunya berkata “bagaimana menurut mu”
Tampak senyum di mata pria muda cantik itu berkata dengan singkat “bagus”
Senyumnya semakin lebar saat pria muda cantik itu menjawab. Jika dikatakan baik berarti memang baik, karena dia bukan tipe iblis yang akan berbohong.