
Mengangkat kedua alis ia memikirkan sesuatu lalu bertingkah takut bersembunyi di belakang pria muda cantik "ah tidak. Saudara Chang iblis tua itu ingin memakan ku"
mengeluarkan kepalanya untuk mengintip iblis tua sambil menunjuk ke arahnya berkata "lihatlah iblis tua peyot yang hampir mati itu, meledek ku baru menetas"
Iblis lain yang melihat tingkahnya menganga. Hanya pria muda cantik itu yang tidak terkejut.
diskusi akhirnya di tutup karena kegaduhan itu, dan akan berkumpul besok pagi.
Di istana. ia kembali ke kamarnya membuka lemari mengambil pakaian bersih. Baru saja ingin masuk ke dimensinya ada yang mengetuk pintu yang membuatnya mengurungkan niat.
Berjalan membuka pintu mengintip siapa lalu berkata "silahkan masuk saudara Chang"
Menutup pintu kembali ia berjalan ke arah pria muda cantik yang sedang menatap ke luar jendela, membuka mulut berkat "pemandangan di malam hari nampak cantik bukan"
Berbalik dengan kedua tangan di belakang pria muda cantik itu membuka mulut "bisa ceritakan apa yang terjadi sebenarnya" mengamati dari atas kebawah melanjutkan "apa ada yang terluka"
Mengerutkan mulut ia memberi saran "bagaimana jika kita berbicara di dimensi ku"
Berendam dalam air dimensi ia memanggil iblis ular dengan berteriak "Xiaoyi potongkan kami buah dan buat dua minuman apel seperti biasa"
Dari jauh terdengar suara "baik tuan"
Beberapa menit kemudian iblis ular datang dengan jus dan potongan apel.
Pria muda cantik yang juga berendam dalam air ajaib menatap dingin ke arah iblis ular.
Merasakan tatapan itu iblis ular membuka mulut dengan badan dan suara gemetar "hormat ku yang mulia. Tuan bisa aku keluar dari dimensi"
Menjawab dengan santai ia berkata sambil mengambil potongan apel "tentu. Apa kamu ingin menemani iblis leluhur itu"
Karena iblis ular tidak menjawab ia pikir apa yang di pertanyakan itu benar. Jadi ia segera mengeluarkannya.
Setelah mengeluarkan iblis ular ia mengarahkan potongan apel yang sudah di makanya setengah ke arah pria muda cantik di sampingnya.
Mengerjapkan mata ia sedikit terkejut karena pria muda cantik itu mengambilnya bahkan memakannya langsung. Ia berpikir 'aku hanya menawarkan untuk makan apel bukan memakan yang sudah ku gigit. Kenapa tidak mengambil yang lain'
Ia tidak memikirkannya terlalu panjang dan memutuskan untuk menceritakan apa yang terjadi di dalam perisai.
Mengerutkan kening pria muda cantik itu mengeluarkan suara "apa itu ada kaitannya dengan dorongan psikologis seperti yang kamu katakan"
Mengangguk ia menjelaskan "Diablo trauma terhadap diskriminasi yang membuat mentalnya rusak. Dari kecil sepertinya dia di kucilkan yang membuatnya memutuskan untuk mencari kekuatan besar namun usahanya malah tidak di hargai. Aku mengira ada orang yang berkaitan dengan hancurnya mental Diablo, seperti dia membenci para iblis berpangkat tinggi"
Menatap sekilas ke arah pria muda cantik di sampingnya ia melanjutkan sambil menatap langit "psikologis adalah suatu keadaan yang di akibatkan oleh suatu keadaan yang pernah di hadapi namun tidak dapat di lupakan sehingga menyebabkan trauma berat"
Menatap langit pria muda cantik itu mengerti apa yang di maksud dengan memberikan dorongan psikologis oleh anak laki-laki di sampingnya.
Keesokan pagi di sekolah. Ia masuk ke dalam gerbang sekolah bersama iblis kelelawar seperti biasa. Namun tampa di sadari murid iblis yang mereka lewati menatap ke arahnya. Ada yang menatapnya seolah takut akan mati, ada yang menatapnya dengan kagum, ada juga yang menatapnya dengan iri.
Saat guru masuk ia menghadap ke ke depan, untuk memperhatikan materi apa yang akan di bahas hari ini.
Guru di depan gugup mencuri pandang ke arahnya. Begitu pula murid lainnya.
Mengerutkan kening ia memutar kepalanya untuk melihat kebelakang namun tidak menemukan siapapun. Dengan curiga bertanya pada iblis di sampingnya dengan suara pelan "apa ada iblis kuat di belakang sampai semua orang di kelas sangat hati-hati"
Dengan muka bingung iblis kelelawar menjawab "kurasa iblis itu...."
Terdengar suara memanggil namanya saat iblis kelelawar berbicara yang membuatnya tidak mengetahui kelanjutan dari kata itu.
Berdiri ia berjalan ke depan berpamitan pada guru yang mengajar untuk pergi ke ruang diskusi. Iblis yang memanggilnya adalah pak kepsek.
Di jalan ia mencoba mengingat apa yang di katakan iblis kelelawar dan ingat bahwa ia tidak mendengarkan.
Dengan tangan mengacak-acak rambut ia bergumam "aku tidak mendengarnya"
Kepsek memicingkan mata ke arahnya dengan senyum ramah bertanya "apa yang tuan tidak dengar"
Meletakkan tangannya ke depan mulut ia mencoba menahan tawa tapi tawa itu terlepas yang membuatnya memegang perut, menyeka air di sudut mata berkata "kenapa pak kepsek memanggil ku tuan"
Tertawa canggung kepsek menjelaskan "iblis yang memiliki umur dan kekuatan di atas harus di hormati. Di luar kelas tentu saja sebagai iblis yang lebih lemah harus menghormati mu tuan"
Kata-kata dari kepsek membuatnya kesal. Dengan alis berkerut ia hanya diam sampai di dalam ruang diskusi.
Pria muda cantik yang melihatnya masuk dengan alis berkerut mendekat ke arah seorang anak laki-laki. Membuka mulut bertanya "apa yang membuat mu kesal Changyi"
Kepsek yang tidak sadar bahwa dia membuat anak laki-laki itu kesal mencuri pandang ke arahnya dengan keringat dingin.
Suasana di ruang diskusi hening, para guru menunduk bahkan iblis tua yang membentaknya kemarin.
Mengerjapkan mata ia membuka suara berbisik pada pria muda cantik di sampingnya "lihatlah ruangan ini sangat membosankan"
Pria muda cantik itu membalas dengan suara lembut "tidak akan lama"
Mukanya yang kaku dengan alis mengerutkan di gantikan dengan senyum ramah saat mendengar kata itu.
Para guru di ruangan menghela napas lega yang membuatnya bingung.
Kepsek membuka mulut "kita akan membahas tentang iblis leluhur yang berhasil di amankan oleh kerajaan iblis hitam" menatap ke arah pria muda cantik kepsek melanjutkan "bagaimana keadaan iblis leluhur itu yang mulia Chang Meiyin"
Dengan lembut dan tidak tergesa-gesa pria muda cantik di sampingnya menjawab "kami sudah mengurusnya. Dan iblis leluhur Diablo hanya ingin mendengarkan perintah Changyi"
Mengangguk kepala sekte menatap ke arahnya "Ling Changyi dari kerajaan iblis hitam. Apa pendapatmu tentang iblis leluhur ini"
Mendengar namanya disebut ia mencubit dagunya dengan salah satu tangan memutar matanya kesana kemari berkata "katakan apa mau kalian" diam beberapa saat ia melipat kedua tangannya ke depan dada melanjutkan "Diablo adalah bagian dari kerajaan hitam, tidak ada tawar menawar tentang penempatan"