
Keluar dari perpustakaan ia menuju hutan terlantar menemui pohon itu dan memberikan air ajaib di dalam botol elixir. Memberikan nama pohon kesepian lalu menyiramkan sekitar tujuh sampai delapan botol air ajaib, pohon itu bersinar keemasan yang membuat matanya sakit dan badannya lemah, dari siang sampai malam cahaya itu akhirnya berhenti sekitar pukul sembilan malam.
"Terima kasih tuan" sebuah suara terdengar saat ia membuka mata.
Pohon itu mengeluarkan buah berwarna merah jambu. Pohon ini adalah pohon peach yang ia berikan air ajaib dan memberikan nama pohon kesepian. Mengerjapkan mata ia mengambil dan memakan buah itu.
Tertawa senang pohon itu bergoyang "aku bisa menceritakan tentang diriku padamu tuan"
Ia tersenyum, tak lama senyumnya membeku dengan mata yang membelalak berkata "apa sudah malam. Aku harus segerah kembali" berlari ia berteriak "aku akan datang lagi pohon kesepian"
Di depan istana ia terengah-engah mengatur napas dengan kedua tangan di lutut.
Suara terdengar memanggil namanya dari depan yang membuatnya mendongak "Xiaoyi"
Iblis ular itu tersenyum memberikan apel yang ia berikan kemarin padanya.
mengambil apel itu ia memakannya sambil berkata "terima kasih. Kemana kamu menghilang tadi malam"
Tampa menghiraukan tuanya iblis ular berkata "tuan aku ingin membersihkan badan di dimensi mu"
mengangguk Ia memasuk kan iblis ular ke dimensi nya, lalu naik ke atas kamar nya. Di kamar ia menemui pria muda cantik itu berdiri di depan jendela menatap ke luar. Tampa menghiraukan ia mengambil baju dan masuk ke dimensinya lalu keluar sekitar pukul sepuluh malam.
Keluar dari dimensi nya pria muda cantik itu masih menatap ke luar jendela yang membuatnya mengerutkan kening, berjalan ke atas tempat tidur dan mencoba untuk menutup mata tidak menghiraukannya.
Suara terdengar saat ia mencoba tidur "katakan kenapa kamu menghindari ku changyi"
Membuka mata ia melihat seorang pria muda cantik yang masih menatap ke luar jendela. Duduk di atas tempat tidur dengan malas ia berkata "benarkah"
pria muda cantik itu membalikkan badan dan menghadap ke arahnya dengan muka tampa ekspresi.
Memainkan kukunya ia berkata "kenapa kamu tidak menghukum ku juga"
Mengerutkan kening pria muda cantik itu menampakkan ekspresi tak tahu apapun.
Memicingkan mata ke samping dengan dingin ia berkata "aku yang membuat masalah jadi jangan melimpahkan pada orang lain. Jika hanya karena menginginkan ketenaran kerajaan berdasarkan elixir yang aku kembangkan tampa kamu pilih kasih aku akan tetap membantu" diam beberapa detik ia melanjutkan "karena aku menumpang pada mu bukan"
Dengan kening yang masih mengerut dan mata menyipit pria muda cantik itu berkata "apa maksud mu"
Kesal dengan tanggapan dan muka seperti tidak tahu apapun ia berteriak "aku tahu kamu menghukum iblis kelelawar dan binatang kontrak ku" dengan napas tak beraturan dan menggigit bibir ia melanjutkan "jika tidak ingin meminta maaf atau menjelaskan sesuatu tidak perlu datang ke kamar ku. Kau menganggu!"
Setelah mengatakan itu ia keluar dari kamar membanting pintu dan berjalan keluar istana. Di luar istana nampak sunyi dan tiba-tiba ada yang menyerangnya dari belakang itu adalah vampir laki-laki. Baru kali ini ia melihat iblis dengan bentuk aslinya yang menyeramkan. Semua iblis yang di temui di dalam istana dan di sekolah berbentuk manusia.
Mencoba memahami situasi ia mengangguk. Kembali ke kamar ia di antar pria muda cantik itu.
Berbaring di atas tempat tidur ia bergumam saat pria muda cantik itu berjalan pergi "terima kasih saudara Chang"
Terhenti pria muda cantik itu melengkungkan sudut mulutnya sedikit ke atas lalu keluar dari kamar anak laki-laki yang sedang terbaring.
Keesokan harinya seperti biasa iblis kelelawar membangunkannya untuk bersiap ke sekolah. Sarapan pagi seperti biasa dan duduk di samping bangku nya.
Selesai kelas seperti biasa ia dan iblis kelelawar pergi ke perpustakaan. Mereka bertemu dengan raja iblis biru dan merah. Spontan iblis kelelawar berjalan di depannya mengambil posisi untuk melindungi, ia bingung mengeluarkan suara "ada apa dengan mu"
Mereka berdua mendekat. Raja iblis biru mengeluarkan suara "bagaimana kabar mu"
"Tuan sedang tidak enak badan sebaiknya yang mulia raja iblis biru tidak membuat masalah" dengan tegas iblis kelelawar menjawab.
Mengerutkan kening raja iblis biru berkata "aku tidak bertanya pada mu"
Raja iblis merah menatapnya begitu juga dengannya, mata mereka bertemu satu sama lain. Namun raja iblis merah mengalihkan pandangan.
Mengerutkan mulut ia berkata "aku baik. Bagaimana dengan mu"
Terbatuk raja iblis menjawab "baik" sedangkan pikirannya 'iblis ini menyebutku dengan kamu apa dia tidak menghormati ku sebagai raja iblis. Seharusnya kamu memanggil ku yang mulia iblis kecil'
Menarik tangan iblis kelelawar ia berjalan cepat menuju perpustakaan meninggalkan kedua raja iblis itu.
Kali ini ia membaca buku tentang rapalan sihir manipulasi. Sihir manipulasi adalah kekuatan ilusi dari kekuatan warna angin, setiap makhluk yang memiliki kekuatan warna angin dapat mempelajari dan menggunakan sihir ini. Sihir manipulasi tergolong menjadi tiga yaitu tingkat biasa seperti memanipulasi penglihatan, kedua tingkat menengah seperti memanipulasi kekuatan warna, dah terakhir tingkat tinggi seperti memanipulasi ruang hampa.
Ruang hampa dapat dikatakan dimensi lain, tapi tidak memiliki apapun di dalamnya. Ruang hampa biasa di gunakan untuk tempat tinggal binatang iblis atau memenjarakan musuh. Di dalam ruang hampa semenit di dunia terasa satu jam di sana.
Membaca dan mengingat rapalan ia mencoba menyimpan kata-kata itu di memorinya.
Ia memiliki kekuatan memori ganda bawaan sejak sampai di dunia ini. Memori ganda dapat membantunya mengelompokkan antara rapalan dan kegiatan sehari-hari, untuk hal penting dan tidak. Dengan memisahkan memori jika ia lupa maka dengan kekuatan bawaan ia bisa mencari seperti mencari sesuatu di google pada dunia sebelumnya.
Selesai memasukan ke dalam memori ia menutup buku dan mengajak iblis kelelawar pergi dari perpustakaan menuju istana.
Di gerbang ia dan Iblis kelelawar bertemu lagi dengan raja iblis biru yang kini di temani pria muda cantik. Mengingat situasi kemarin ia bersikap seolah tidak melihat mereka, berjalan ke depan menarik tangan iblis kelelawar sambil berbisik "kita harus pura-pura tidak melihat dua iblis itu mengerti"
Mengikuti iblis kelelawar itu mengerutkan kening menuruti perkataannya. Senang karena di turuti ia memberikan apel padanya. Berkata "untuk mu karena menuruti permintaan ku"