
Dengan kening berkerut ia berjalan ke arah tiga iblis dan di ikuti oleh iblis kelelawar. Iblis kelelawar di izinkan untuk mengawasi nya dan itu adalah perintah dari Chang Meiyin, sebagai bawahan dari raja tentu saja iblis kelelawar harus mematuhi dan ia harus menghormati iblis kelelawar jadi ia tidak mempermasalah kan di ikuti oleh nya.
Mengamati dari atas rambut sampai ujung kaki iblis cantik dengan gaun mera jambu berkata "siapa dia"
Tersenyum ia membuka mulut berkata "dia temanku, iblis kelelawar"
Dengan muka jelek iblis cantik bergaun merah jambu berkata "apa dia pengawal yang di berikan Chang Meiyin untuk mu"
Mengerutkan kening ia membuka mulut seperti ingin mengatakan sesuatu namun di patahkan karena iblis kelelawar menyela.
"Ya, aku kenapa" ekspresi muka iblis kelelawar nampak bangga yang membuat ia menutup rapat mulutnya.
Pagi itu mereka mencoba untuk menumbuhkan tanaman obat seperti kemarin namun hari ini ia memberikan air dari dimensi apelnya yang di campur dengan air biasa untuk menyiram tumbuhan.
Pelajaran hari ini membuahkan hasil berkat air yang ia siapkan.
Sekitar pukul sebelas mereka berkumpul.
Membuka mulut ia berkata "Rahasia dari tumbuhan hari ini yang tumbuh rimbun dengan hanya menggunakan beberapa biji ada di air yang aku berikan...."
Tiga iblis di depan mendengar apa yang ia jelas kan dengan ekspresi muka serius dan mengangguk kan kepala saat mereka mengerti.
Keluar dari lapangan khusus tumbuhan obat ia berpapasan dengan pria muda cantik yang sedang mengobrol dengan raja iblis biru.
Melambaikan tangan ia melemparkan diri ke arah pria muda cantik itu berkata sambil meninju salah satu lengan nya "hei, kemana kamu menghilang tadi padi saudara Chang"
Cemberut raja iblis biru menarik pria muda cantik ke arah nya berkata "kakak Chang, kita harus mendiskusi kan ini berdua karena itu rahasia"
Menatap ke arahnya raja iblis biru melotot dengan mata nya seolah berkata 'pergi dasar pengganggu'
Merasa lucu atas tindakan dari raja iblis biru ia tertawa lepas. Dan tawanya itu membuat raja iblis biru terdistorsi dan air mukanya nampak jelek tak berbentuk.
Pria muda cantik dan iblis kelelawar terdiam menatap ke arah nya tampa mengatakan apapun dengan ekspresi muka tak terbaca.
Menyadari tatapan semua orang ke arah nya ia segera mencoba untuk tenang meskipun senyum di wajah nya belum hilang sepenuh nya.
Ia dan iblis kelelawar meninggal kan pria muda cantik dan raja iblis biru menuju ke tempat pelatihan kedua.
Tampa ia sadari pria muda cantik yang berada di belakang menatap ke arah nya dan iblis kelelawar berjalan yang bahkan tidak mendengar apa yang di katakan raja iblis biru.
"Bisa kamu ulangi Xiaomo"
Tersentak raja iblis biru mengulangi kata-katanya dengan menghentakkan kaki seperti badmood. Namun tindakan nya tidak di gubris oleh pria muda cantik di depan nya dan dengan terpaksa menahan amarah.
Di depan pintu gerbang khusus untuk pelatihan rapalan ia dan iblis kelelawar masuk ke dalam dan di sambut oleh tiga iblis yang menunggu di depan pintu.
Sedikit terkejut ia mengerjap kan mata bulat hitam nya berkata dalam hati 'sepertinya, mereka menunggu ku'
Pria tampan yang merupakan teman dari iblis tampan LinXie melangkah ke depan berkata "kamu agak lambat hari ini"
Tersenyum canggung ia menjawab sambil menggaruk bagian belakang kepala "ya, ada sedikit gangguan di jalan"
Dua iblis lainnya mengangguk seolah mengerti. Dan mereka langsung ke tempat rapalan mereka kemarin.
Muncul percikan berwarna-warni dari langit karena rapalan yang di gunakan adalah rapalan khusus untuk semua jenis kekuatan warna.
Membalik badan ia menjelas kan "kalian sudah tahu tentang elemen warna yang di campurkan bukan, pada umum nya harus merapal mantra setiap kekuatan namun yang aku hanya mengucap kan satu mantra"
Menyapu tiga iblis ia melanjutkan "alasan utama kenapa aku bisa melakukan itu ada tiga hal"
Mengangkat satu jari ia berkata "pertama bayangkan bentuk dari kekuatan yang di inginkan, semakin kuat dan jelas gambaran yang kalian bayang kan maka akan semakin besar kekuatan yang di keluarkan"
Mengangkat dua jari melanjutkan "ucapkan bentuk kekuatan yang di inginkan dan tetap pertahankan imajinasi dari gambar yang di inginkan"
Mengangkat tiga jari melanjutkan "ketiga ucapkan rapalan yang dapat memperkuat bayangan, seperti 'terik matahari yang menimbulkan panas seperti api'. Sebutkan objek dan bentuk kekuatan yang di inginkan"
Ingat yang terpenting ada pada point pertama dan dua lainnya adalah pendukung.
Tiga iblis itu langsung menerapkan apa yang di katakan olehnya. Beberapa waktu berlalu SueJing berhasil menerapkan mantra yang di bacannya sebagai contoh tadi.
Hal itu membuat terkejut dan langsung melemparkan diri ke arah pria tampan itu berkata "wow, kamu meniru ku"
Tanggapan dari pria tampan itu hanya senyum tipis, hal itu membuat nya kagum berkata dalam hati 'dia tampan dan tidak arogan sangat berbeda dengan... Chang Meiyin'
Teringat tentang pria muda cantik, tanpa sadar ia mengepalkan tangan dan mengertakan gigi.
Pria tampan di depannya menatap ke arahnya dengan ekspresi bertanya dan iblis kelelawar berkata "yang mulia memang hebat"
Tersenyum tipis pria tampan itu segerah melanjutkan rapalan, sedangkan ia memutar matanya ke arah iblis kelelawar.
Sepertinya terjadi ke salah pahaman di sini.
Seperti yang ia ketahui setiap iblis yang di kirim adalah raja dari iblis negara lain.
Sekitar pukul empat ia dan iblis kelelawar keluar dari kawasan rapalan menuju ke ruangan khusus untuk ramuan atau laboratorium.
Di dalam ruangan ia mendapati sembilan iblis yang sudah stay di tempat mereka masing-masing berbisik dengan iblis kelelawar "apa aku terlambat juga kali ini"
Menggeleng iblis kelelawar menjawab "aku rasa tidak tuan"
Dari kejauhan seorang pria kecil berlari ke arah mereka dan berhenti tepat di depan nya yang hanya berjarak tiga langkah kecil.
Tiba-tiba badan ya di tarik ke belakang oleh iblis kelelawar yang membuat nya tidak seimbang.
Mengulurkan tangan pria kecil itu membantu menarik tangancnya agar tidak jatuh ke lantai. Yang membui Membungkuk untuk berterima kasih.
Iblis kelelawar melotot ke arah pria kecil itu untuk memberikan peringatan, namun hal itu tidak di hiraukan oleh pria kecil itu.
Senyum riang terpancar dari muka pria kecil itu dan dengan santai berkata "tuan, bagaimana kabar mu hari ini"
Tersenyum ia menjawab "baik, bagaimana dengan mu"
"Baik"