
Di tempat lain di sebuah kamar di atas tempat tidur seorang pria muda cantik kesakitan dengan badan yang bersinar sedikit terdengar suara erangan.
"Bertahanlah saudara Chang" Ling Changyi berkata dengan panik
Mendengar suara anak laki-laki yang berdiri di samping tempat tidur pria itu berdiri memeluknya anak laki-laki itu juga balas memeluk yang membuatnya memeluk anak laki-laki itu dengan lebih erat.
Setelah beberapa detik cahaya itu mulai menghilang. ia berkata dengan lembut "saudara Chang aku sulit bernapas"
Pria muda cantik itu segera melepaskan pelukan dengan tegang berkata "maaf aku mencari kenyamanan"
Ia tersenyum dan mengambil pergelangan tangan pria muda cantik yang tidak jauh di depannya.
Pria muda cantik itu mengangkat kedua alisnya mengikuti pergerakan tangannya yang di pegang
Melihat pria muda cantik di depannya menaikan alis ia menjelaskan "aku akan memeriksa apakah kekuatan jiwamu sudah sepenuhnya pulih" setelah beberapa detik ia mengerutkan bibir dan membuka mulut "kekuatan jiwamu belum sepenuhnya sembuh"
dengan tenang pria muda cantik itu menjawab "Setengah dari Kekuatan ku tersegel sudah sangat lama itu saat membuat perjanjian. Lalu kekuatan ku hilang setengah dari setengahnya lagi karena aku di tipu"
Ia mengangguk saat pria muda cantik itu menjelaskan.
Di sisi lain. lantai tiga shifunya berhasil membuat elixir penambah energi tahap empat tingkat tinggi dan memberikan ke iblis kecil "adik kecil ramuan sudah siap, bisakah kamu berhenti menendang dan membiarkan kami lewat"
Mendengar itu iblis kecil berhenti di depan shifunya mengambil ramuan meminumnya sekali teguk lalu berkata datar "tidak enak" iblis kecil itu menjilat bibirnya melihat ke arah shifunya melanjutkan "terlalu rendah. Ini berada di bawah kekuatanku"
Shifunya hanya bisa tersenyum pahit dan bertanya "kalo boleh tahu apa tingkatan adik kecil"
"Immortal" iblis kecil menjawab tampa berpikir
Orang-orang diam membatu mendengar itu
"Istri yang mulia bahkan mengobati yang mulia" iblis kecil itu menggerutu
Kepala sekte mendekat saat iblis kecil mengatakan itu "sebesar apa kekuatan raja iblis itu"
Iblis kecil menembakkan mata belati ke arah kepala sekte dengan malas berkata "seribu, sejuta, hmm." Iblis kecil itu berpikir
Shifunya berkata dengan sopan "adik kecil. Apa kekuatan yang mulia kalian sejuta kali lebih kuat darimu"
"Ya!. Hm tidak!" iblis kecil berpikir dan melanjutkan "setengah dari Kekuatan yang mulia sejuta kali lebih kuat dariku dan jika penuh berarti tak terhitung" iblis itu memiringkan kepalanya saat berkata
Semua orang terdiam tidak mengatakan apapun lalu shifunya bertanya dengan canggung "a-apa yang mulia kalian membutuhkan tumbal untuk mengembalikan kekuatannya"
"Kekuatan yang mulia sudah setengah kembali hanya yang tersegel belum di buka" iblis kecil itu berjalan menjauhi shifunya terkikik lalu berkata "kalian boleh naik ke lantai empat" setelah mengatakan itu iblis kecil menghilang
Kepala sekte menghampiri shifunya berkata "Fen Li apa ramuan kita cukup"
"Tidak lebih dari sepuluh ramuan tahap empat dan tiga tahap lima" shifunya menggelengkan kepala
"Jumlah kita hanya tinggal empat be..."kepala sekte menyadari tatapan aneh orang di sampingnya memperbaiki "lima belas orang"
"Benar. Melenyapkan kita hanya dengan satu pukulan bukan hal yang tidak mungkin bagi penjaga lantai" meletakkan tangan ke belakang kepala sekte berkata dengan waspada "apa yang di inginkannya"
Di sebuah kamar Ling Changyi menatap seorang pria muda cantik yang tidak jauh di dekatnya berkata "saudara Chang, apa musuhmu masih hidup"
Tampa melihat ke arahnya pria muda cantik itu menjawab "ya"
"Apa orang itu sangat kuat" ia berkata sambil mengembangkan kedua pipinya
"Tidak. Dia kebetulan berhasil menipuku"
"Sudah berapa lama dia menipumu"
Dengan tangan di belakang dan suara dalam pria muda cantik itu berkata "sangat lama"
"Apa saudara chang mau menyimpan elixir penambah jiwa ku"
Alis pria muda cantik itu mengangkat dan berkata "bukankah itu rahasia mu. Bahkan dengan gadis di hutan kamu menyembunyikan kebenaran bukan"
Ia sedikit terkejut dan mengerjapkan mata lalu berkata "kamu tahu" tertawa dan melanjutkan "tidak ada yang tau selain aku dan..." Ia melihat ke arah pria muda cantik di depannya berbisik "kamu ingin tahu rahasia ku. Tapi harus berjanji untuk tidak mengatakan pada orang lain"
Pria muda cantik itu menganggukkan kepala dan tiba-tiba berada di hutan apel.
Ia tersenyum berkata dengan lembut "ini dimensi apelku. Semua yang ada disini memiliki kekuatan spritual. Buah apel ini memiliki kekuatan jiwa yang padat"
Pria muda cantik itu menggerakkan bibir dengan tangan di belakang "siapa saja yang sudah memasuki dimensi apel mu"
"Kamu orang ke tiga" ia menjawab dan memiringkan kepalanya lalu melanjutkan "yang ke dua adalah temanku... Lebih tepatnya tubuh temanku. Kamu bisa mengambil yang kamu butuhkan"
Pria muda cantik itu mengangkat alisnya berkata "jika aku ambil semua buah di satu pohon ini di bolehkan"
Ia menatap pria muda cantik itu dengan senyuman "tentu" ia menggerakkan tangan, salah satu dahan pohon bergerak ke bawah. Ia mengambil buahnya dan memberikannya kepada pria muda di depannya "cobalah dan kamu akan merasakan kekuatan jiwa yang mengalir tampa rasa sakit"
Pria muda cantik itu memakan apel itu dan benar kekuatan jiwanya bertambah "mungkin akan pulih dengan seribu buah apel" ia melihat ke bawah menatap anak laki-laki itu "bagaimana menurutmu"
Mendengar pria muda di depannya bicara ia mengangguk dan menjawab "tentu. Kamu sangat kuat"
Ia meletakkan tas penyimpanan di atas telapak tangannya dan mengarahkan ke arah pohon apel. Pohon apel itu memasukan buahnya ke dalam tas. Setelah cukup seribu buah ia berkata "terima kasih pohon apel dua lima"
Pohon apel itu berguncang mendengar perkataannya seolah-olah kegirangan dan menjawabnya.
pria muda cantik itu menatap pohon apel lalu menatap anak laki-laki di depannya berkata "kamu memberi nama"
mendengar itu ia menjawab dengan semangat "iya. dan aku juga memberi mereka makan" melanjutkan setelah berhenti beberapa detik "mereka menyukai elixir pengubah bentuk. kau tahu saat aku memberi makan mereka kadang berubah menjadi pohon peach, bahkan ada yang mengubah warna buah apelnya ke warna lain"
mereka berdua berjalan ke arah pemandian air panas, ia menjelaskan "ini adalah air ajaib yang bisa menyembuhkan luka. aku biasanya mandi di sini juga" ia tersenyum lalu melanjutkan "air ini membersihkan kotoran apapun itu dan kembali jernih seperti tidak terjadi apa-apa" memutar kepalanya ia melihat ke arah pria muda cantik di sampingnya berkata "bukankah itu keren"