
Menaikan kedua alis ke atas pria muda cantik itu memicingkan mata ke arah seorang anak laki-laki berkata dalam hati 'apa dia berhati-hati jika kerajaan lain memanfaatkan iblis itu'
Mendengar kata pertama raja iblis dari kerajaan lain tersenyum, tapi setelah mendengar kata kedua raut muka mereka berubah kecewa.
Kepsek mengangguk melanjutkan bertanya pada yang lain "apa ada yang keberatan"
Raja iblis biru membuka suara "izinkan aku memberi pendapat pak kepsek"
Mengangguk kepsek mempersilahkan.
Raja iblis biru membuka mulut "sebagai perwakilan dari sembilan raja iblis lainnya. Aku Xie Xiaomo mengusulkan agar iblis leluhur Diablo dapat melindungi alam iblis" menatap ke arah pria muda cantik melanjutkan "kakak chang raja iblis terdahulu melindungi alam iblis namun meninggal karena tertipu oleh makhluk lainnya. Kebaikan terhadap iblis leluhur juga memiliki persentase pengkhianatan"
Melihat pria muda cantik di sampingnya mengerutkan kening ia membuka suara dengan malas "jutaan tahun lalu berbeda dengan sekarang. Kekuatan setiap zaman meningkatkan dengan pesat" menyapu seluruh iblis di ruangan ia melanjutkan "kekuatan kecil yang ku miliki bahkan bisa membuat iblis itu patuh. Apalagi kekuatan raja iblis seperti kalian bukan"
Raja iblis merah berdiri menatap ke arah pria muda cantik mengeluarkan suara "apa kamu ingin menggunakan iblis leluhur itu untuk kerajaan mu sendiri Chang Meiyin"
Suara tawa menggelegar di dalam ruangan yang tertutup. Seluruh iblis di ruangan menatap ke arah asal suara bahkan pria muda cantik itu. Mereka menampakkan muka bingung.
Menghela napas singkat ia menghentikan tawanya lalu tersenyum sambil berkata "apa maksud mu memanfaatkan. Jelaskan maka aku akan mempertimbangkan"
Dengan muka biru hijau raja iblis merah berkata dengan suara dalam "saat perang besar bukankah kekuatan kerajaan kalian yang di untungkan" menunjuk ke arah seorang anak laki-laki melanjutkan "seharusnya kamu sudah mati"
Mengerutkan kening pria muda cantik itu menyipitkan mata namun tidak mengatakan apapun.
Raja iblis biru menarik duduk raja iblis merah dengan paksa.
Tampa menghiraukan raja iblis biru, raja iblis merah melanjutkan "kamu iblis dari tempat lain bukan. Xiaomo dan aku mencari tahu tentang latar belakang mu tapi tidak menemukannya"
Mengangguk dengan senyum di wajah, mengangkat jari telunjuk ia berkata "aku tebak rencana pemberontakan kalian gagal bukan"
Spontan raja iblis merah menjawab "ya. Itu karena mu"
Para guru dan iblis lainnya melebarkan mata menatap ke arah raja iblis merah.
Tampa menghiraukan mereka raja iblis merah melanjutkan "semua raja iblis sudah tahu bahwa kamu tidak berasal dari alam ini. Berarti ada dua kemungkinan"
Mengerutkan alis ia bertanya dengan ekspresi serius "dua kemungkinan apa itu"
Dengan tawa dingin raja iblis merah menjawab "pertama kamu adalah makhluk suci musuh para iblis. Dan kedua kamu di berkati fetisyisme manusia"
Mengerjapkan mata dua kali ia bertanya dengan kening mengerut "jadi kalian sudah tahu jika aku tidak berasal dari alam iblis ini. Mencari tahu tentang ku dan mencoba membunuh ku" menatap ke arah raja iblis merah dengan ekspresi sedih melanjutkan "vampir yang di kirim juga untuk membunuh ku bukan, lihat lah aku terluka dan takut"
Kepsek yang mendengarkan perdebatan mereka menatap ke arah seorang anak laki-laki berpikir 'apa dia menggali informasi. Iblis ini benar-benar licik'
Pria muda cantik yang berada di sampingnya memicingkan mata ke arahnya berkata dalam hati 'dia mencari informasi sama persis saat pertama kali bertemu dengan ku'
Sebelum raja iblis merah membuka suara untuk menjawab tiba-tiba raja iblis biru jatuh dari kursi, dari mulutnya keluar buih putih.
Raja iblis merah berjongkok memeluk raja iblis biru berkata dengan suara gemetar "Xiaomo apa yang terjadi"
Pria muda cantik itu menghampiri dan ikut berjongkok, menggenggam tangan raja iblis biru sambil mengerutkan kening. Mukanya nampak panik.
Dengan suara tinggi raja iblis merah berteriak ke arah pria muda cantik itu "menjauh, Xiaomo begini karena bawahan mu"
Diskusi mereka di bubarkan karena tragedi itu.
Menunggu di depan pintu gerbang diskusi ia memainkan kuku jarinya sambil bersenandung.
Para ahli ramuan keluar yang membuatnya semangat, mendorong pintu berkata "saudara Chang aku ingin pulang..." Kata-katanya terhenti. Mengedipkan mata dan menutup pintu kembali.
Berlari menjauh dari ruangan ia bergumam "apa itu tadi. Mataku di nodai"
Di jalan bercabang tiba-tiba ia mengingat pohon kesepian di hutan terlantar memutuskan untuk datang kesana. Dia juga memiliki banyak elixir dan beberapa buah apel di dalam tasnya.
Merasakan itu adalah tuanya. Pohon kesepian berteriak "tuan. Aku sangat merindukan mu"
Melambaikan tangan ia berlari ke arah pohon kesepian memeluknya berkah "aku juga sangat merindukan mu"
Menurunkan ranting yang ada buah peach pohon kesepian berkata "makanlah tuan. ini adalah buah yang paling besar hari ini"
Mengambil buah dari pohonnya ia juga mengeluarkan elixir khusus untuk tumbuhan yang di buatnya menyiramkan ke akar pohon kesepian.
Menggoyangkan seluruh daun pohon kesepian itu berkata "elixir tuan semakin enak"
Tersenyum riang ia bertanya sambil mencoel batang pohon kesepian dengan telunjuk "begitukah menurut mu"
Menjawab dengan semangat pohon kesepian menggoyangkan ranting dan daunnya.
Bersandar di akar pohon kesepian ia membuka suara "teman ku melakukan hubungan yang tidak boleh di sekolah. Bagaimana menurut mu"
Pohon kesepian menjawab "bukan kah tuan sering memegang tangan iblis kelelawar dan ular"
Menggelengkan kepala ia berkata "aku memegang tangan mereka sebagai teman, dan juga itu wajar. Maksud ku hal yang lebih intim"
Dengan cepat pohon kesepian menimpali "memeluk adalah hal yang wajar juga kan tuan"
Ia mengangguk. Lalu berkata "hal intim selain berpegangan tangan dan memeluk"
Dengan lembut pohon kesepian bertanya "apakah itu tuan"
"Ya" ia menjawab dengan santai.
Sekitar pukul delapan malam ia berpisah dengan pohon kesepian. Kembali ke istana dengan pakaian kotor.
Di kamar ia melihat seorang pria muda cantik duduk di kursi sambil meminum teh.
Pria muda cantik itu mengisi ulang teh di gelas, memutar gelas sambil memperhatikan seorang anak laki-laki yang tampak acuh padanya. Anak laki-laki itu mengambil pakaian dari dalam lemari kemudian keluar dari kamar.
Di pemandian air panas ia memanggil iblis ular, tapi iblis ular menunduk tampa menatap ke arahnya sedikit pun.
Menyipitkan mata ia berkata "Xiaoyi berikan aku jus apel, berikan aku potongan apel, aku ingin jus lagi...."
Satu jam penuh ia meminta sampa perutnya penuh dengan jus dan apel. Namun iblis ular binatang kontraknya tetap tidak menatapnya.
Menggertak kan gigi ia keluar dari air memakai pakaian bersih kembali ke kemar dengan kedua pipinya yang mengembang.