Reincarnation Human

Reincarnation Human
Kesepakatan



Mengedipkan mata ia tersenyum meletakkan ke dua tangan ke depan sebagai tanda terima kasih, melemparkan apel berjalan masuk ke dalam pusaran hitam sambil berkata dengan lembut “itu akan berguna untuk kultivasi dan jiwamu. Ingat jangan beritahuan siapapun”


Setelah beberapa waktu berjalan di dalam pusaran hitam akhirnya ia melihat cahaya di depan. Ia berlari ke arah cahaya itu berteriak riang “akhirnya aku keluar dari kota hantu sialan itu”


Keluar dari pusaran hitam ia melebarkan tangan untuk merenggangkan badan dan menghirup udara di alam manusia dengan senyuman.


Tiba-tiba ada yang memeluknya, ia tertegun berkata dalam hati ‘apa orang ini salah mengira bahwa aku melebarkan tangan untuk di peluk dia’ ia mendongak untuk melihat siapa yang memeluknya dan mendapati itu adalah temannya Chang Meiyin, awalnya ia ingin menegur pria muda cantik ini tapi karena itu dia akhirnya ia melupakan tujuannya dan malah tersenyum pada orang yang memeluknya.


Pria muda cantik itu menatap ke bawah yang membuat matanya dan anak laki-laki itu saling bertemu. Mengerjapkan mata pria muda cantik itu melepaskan pelukannya lalu berdehem. Mundur beberapa langkah ke belakang dan menatap ke arah lain.


^^^‘TN : anak laki-laki di sini LC ya teman ^v^’^^^


Melihat tingkah pria muda cantik itu ia tidak dapat menahan tawa dan menutup mulutnya agar tawanya tidak menggelegar “pff”


Tiba-tiba ada suara ledakan yang terdengar tak jauh dari mereka. Ia mengadap ke arah asal suara itu dan mendapati seorang pria dengan sayap kelelawar yang mencoba berdiri. Terdapat darah di kepala dan lubang di sayapnya. Pria itu adalah seorang iblis laki-laki yang terlihat memiliki umur yang sama dengannya, memakai baju hitam dan bot hitam mewah, pria itu terlihat tampan dan gagah.


Melihat darah di kepala iblis kelelawar itu ia segera berjalan mendekat ke arahnya, mengulurkan tangan untuk membantu.


Iblis kelelawar itu ingin menerima bantuan dari anak laki-laki yang mengulurkan tangan. Sebelum menyentuh tangan anak laki-laki itu iblis kelelawar merinding di sekujur tubuhnya dan dengan hati-hati menatap ke arah pria muda cantik yang berjarak tidak jauh dari mereka. Melihat tatapan itu iblis kelelawar mengurungkan niatnya untuk meraih tangan anak laki-laki di depannya dengan susah berdiri sendiri.


Ia mengerutkan mulut saat iblis kelelawar itu menarik tangannya kembali dan berdiri sendiri berpikir ‘apa dia tidak ingin di bantu oleh ku. Kalo begitu…’ ia menatap kea rah seorang pria muda cantik yang tak jauh dari mereka berteriak “saudara Chang kemarilah dan bantu”


Iblis kelelawar itu melebarkan mata dengan cepat dan gugup berkata sambil menggerakan ke dua tangganya ke depan “a-aku bisa sendiri. A-aku. Aku t-tidak selemah itu”


Mengerutkan kening ia mengamati iblis kelelawar itu dari atas ke bawah berkata dengan lembut “kamu yakin” setelah iblis kelelawar itu mengangguk ia melanjutkan “ kalo begitu ayo ke sana dan aku akan mengobati mu”


Ia duduk di sebelah iblis kelelawar dan mengambil pergelangan tangannya. Iblis kelelawar itu malah menarik kembali tangannya merangkak menjauh darinya yang membuat ia mengutuk dalam hati ‘sial. Apa dia pikir aku jahat atau apa wajah ku sangat jelek!’


Dengan mata menyipit ia berkata dengan iblis kelelawar itu “hei tuan iblis kelelawar!. Apa wajahku sejelek itu, kamu bahkan merangkak menjauh dari orang yang ingin menyembuhkan mu. Jika kamu menghindari ku lagi untuk memeriksa mu aku akan….” Ia mengerjapkan mata berpikir lalu melanjutkan “aku akan… meminta saudara Chang untuk mengancurkan sayapmu tampa sisah” setelah mengatakan itu ia mendongak menatap pria muda cantik yang berdiri di sampingnya.


Tampak senyum di mata pria cantik di sampingnya saat ia mengatakan itu.


Selesai memeriksa ia mengeluarkan beberapa elixir dan tiga buah apel. Mengupas kulit apel lalu menempelkan pada sayapnya. Menyuruh iblis kelelawar itu membasuh lukanya dengan elixir yang ia berikan.


Setelah beberapa menit akhirnya lukanya sembuh tampa meninggalkan bekas, sayap miliknya juga utuh kembali seolah tidak pernah terluka. Ia memintanya untuk terbang, karena sudah bisa ia menyuruhnya memakan apel dari dimensinya.


Dengan mata berbinar iblis kelelawar itu berkata dengan gugup “a-apakah ini apel dari…” belum selesai berbicara iblis itu berhenti berbicara, berdehem dan langsung memakannya.


Setelah memakan apel itu iblis kelelawar kembali sehat seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Dengan riang menatapnya dan berterima kasih.


Ia mengibaskan kedua tangannya ke depan membuka mulut berkata dengan lembut “jika bawahan saudara Chang terluka berarti itu urusanku juga” selesai mengatakan itu ia memutar kepalanya ke arah pria muda cantik di sampingnya. Seperti biasa tidak ada tanggapan darinya.


Di perjalanan menuju sekte iblis kelelawar yang selalu diam dan berjalan di belakang mereka berdua tiba-tiba membuka suara berkata “bukankah sekte sudah tidak ada hubungannya dengan mu lagi tuan”


Ia terhenti saat mendengar suara itu, mengerjapkan mata lalu berkata “benar”


setelah mengatakan itu ia kembali berjalan dengan salah satu tangan memegang dagu. Setelah beberapa menit ia mencuri pandang ke arah pria muda cantik di sampingnya beberapa kali.


Menyadari anak laki-laki itu menatapnya beberapa kali, sudut mulutnya sedikit melengkung ke atas. Dengan tenang berkata “istana ku luas dan memiliki banyak kamar….”


Dengan cepat ia menimpali tampa menghiraukan kata apa yang ingin di katakana pria muda cantik itu selanjutnya “boleh aku tinggal di sana”


Pria muda cantik itu membuka mulut seperti ingin mengatakan sesuatu. Tapi terhenti dan menatap ke arahnya karena ia mengeluarkan suara sebelum pria muda cantik itu sempat menjawab “aku akan melakukan sesuatu seperti mengobati bawahanmu yang terluka. Bukan berarti aku perhitungan tapi… kau tahu jika kamu memberiku tempat tinggal aku bisa membawamu ke dimensi ku juga jika itu di perlukan. Bagaimana ?”


Kedua alis pria muda cantik itu terangkat dengan lembut berkata “sepakat”


Setelah kesepakatan itu mereka memutuskan untuk kembali alam iblis.


Di depan gerbang istana raja iblis. Dengn kening yang mengerut dan kedua pipi megembang ia mengepalkan kedua tangan menatap kearah pria muda cantik yang berada di sampingnya dalam hati berkata ‘jika bisa kembali dengan cepat kenapa harus berjalan dulu dari tadi’


Merasakan tatapan dari anak laki-laki di sampingnya pria muda cantik itu memiringkan mata kesudut melihat ke arahnya, membuka bibir dan mengelurkan suara “apa yang akan kamu lakukan di sekte”