
Melihat tindak kan dari tuan nya dan membaca apa yang ada di pikiran tuan nya iblis ular membuka mulut lagi berkata dengan lembut dan sopan "tuan, stamina mu jauh di bawah yang mulia"
Tersentak ia secara spontan melirik ke arah iblis ular yang berada di samping dengan ekspresi tak percaya lalu membuka mulut berkata "apa hanya itu kata yang ingin kamu keluar kan, kau tahu aku lebih kuat dari nya"
Karena ia melotot akhir nya iblis ular yang berada di samping nya meng iya kan berkata "tuan memang kuat"
Puas dengan jawaban ia tersenyum bangga sambil me letak kan kedua tangan di pinggang. Tapi ekspresi senang itu tiba-tiba berubah saat ia mendengar suara meng gelegar dari depan pintu.
"Bbaaamm"
"Bammbammm"
Ledak kan itu terjadi beberapa kali dan terdengar seperti sangat dekat, seperti pintu yang di ledak kan adalah pintu kamar mereka, namun sayang nya pintu kamar nya tidak bergerak sedikit pun.
Berjalan mendekat ke arah pintu ia segera di tarik oleh iblis ular dan kemudian maju mendekati pintu.
"bammmbamm"
"Duarkkk"
"Duuuaaaarrrrkkk"
Suara nya terdengar semakin keras dan kuat, hal itu membuat nya penasaran namun iblis ular terus men dorong nya menjauh dari pintu.
Terdengar suara teriak kan dari depan pintu "Changyi!" Teriak kan itu terdengar beberapa kali.
Tersentak ia segera menyadari bahwa suara itu berasal dari raja iblis ungu, XieJiao. Suara yang di keluar kan seolah khawatir pada nya, hal itu tentu saja membuat nya tidak bisa diam.
Berteriak ia menjawab "saudara Xie Jiao, aku di dini!"
Tindakan yang di lakukan oleh nya membuat suara ledakan semakin kencang dan nampak sedikit getaran di pintu.
Iblis ular segera terbang ke arah nya lalu menutup mulut nya dengan meng guna kan tangan.
Meng gerak kan badan tentu saja ia ber usaha untuk me lepas kan tangan yang meng halangi mulut nya. Ia meng gigit tangan iblis ular yang mem buat ia ter lempar karena iblis ular yang ke sakit. Tanpa me nunggu ia berteriak "saudara Xie Jiao apa yang kamu lakukan di sini!"
"tuan, ingat raja iblis ungu berniat jahat padamu" teriak kan dari iblis ular meng gelegar saat ia sedang berlari ke arah pintu yang mem buat nya meng henti kan langkah kaki nya.
Kelopak mata nya ber getar dan ber kata dalam hati 'saudara Xie Jiao, dia me lakukan itu bukan untuk berbuat jahat ke pada ku, aku tahu itu dan firasat ku me ngata kan begitu'
Sekali lagi lagi ia berteriak sekuat-kuat nya "saudara Xie Jiao, tolong aku membuka pintu"
Selesai me ngata kan itu ia segera merafal mantra dan cahaya warna-warni nampak di se keliling nya, meng gerak kan tangan ke arah pintu cahaya itu langsung me nabrak pintu yang membuat percikan terjadi di mana-mana.
Iblis ular berdiri di depan nya untuk me lindungi dan membawa men jauh dari pintu, namun ia langsung menolak dan melempar iblis ular ke samping. Membaca mantra lagi dan me ngeluar kan cahaya putih lalu me ngarah kan tangan nya ke pintu.
Tiba-tiba air hangat terasa mengalir ke luar dari hidung nya, pandangan nya kabur dan jatuh ke lantai.
Entah berapa lama waktu berlalu, pada saat ia bangun membuka mata tiba-tiba ia berbaring di atas batu goa dan mendapati muka tanpa ekspresi dari seorang pria muda cantik.
Me ngingat ke jadian sebelum nya spontan ia ber tanya "di mana kita. Bagaimana aku bisa di sini"
Suara unik yang belum pernah ia dengar sebelum nya berbicara "istana hancur dan harus me laku kan per baikan jadi yang mulia mem bawa mu ke mari Changyi"
Mengangguk ia mengerti, namun saat menoleh ke kanan dan ke kiri ia tidak me nemu kan pemilik suara.
"Aku disini" suara unik itu ter dengar lagi yang membuat mata bulat hitam nya bergerak cepat mencari posisi.
Beberapa detik berlalu tapi ia tidak juga me nemu kan pemilik suara. Dengan kedua pipi me ngembang ia men dekati seorang pria muda cantik yang berdiri di depan api unggun ber tanya "kamu mendengar suara bukan saudara Chang"
Melirik ke arah pria muda cantik di samping ia sadar tidak mungkin di jawab lalu me lanjut kan "apa hanya kita berdua makhluk di goa tak berujung ini"
Karena tetap tidak ada jawaban ia memutuskan untuk duduk di samping pria muda cantik itu sambil me mainkan api dengan kayu.
Merasa bosan mengotak-atik bara api dan duduk ke sana ke mari ia kembali bertanya "di mana Xiaoyi ku"
Mendekat ke arah pria muda cantik di depan ia memegang tangan kanan nya lalu tiba-tiba mereka berada di dalam dimensi apel nya.
Memutar kepala ke sana ke mari ia tidak mendapati binatang ular kontrak nya.
Dengan kening berkerut dan menggigit bibir bagian bawah ia me nampak kan muka khawatir.
Menyadari ke khawatiran dari seorang anak laki-laki di depan nya pria muda cantik itu duduk batu pinggiran air ajaib berkata dengan suara pelan "ular itu di tangkap oleh Xie Jiao"
Melebar kan kelopak mata ia berjalan men dekat ke arah pria muda cantik di depan nya berkata dengan cemas "apa yang harus kita lakukan"
Menggertak kan gigi sambil menepuk telapak tangan dengan tinju kanan melanjutkan "Xiaoyi dan Diablo...apa ada cara untuk menyelamatkan mereka"
"Mereka itu kuat, kamu hanya akan menjadi beban" suara unik yang tidak di kenal kembali terdengar.
Mengerutkan kening ia memutar mata untuk melihat sekeliling bahwa tidak ada orang lalu mem fokus kan pandangan ke arah pria muda cantik di depan nya.
Tatapan lurus yang tajam itu membuat pria muda cantik di depan nya balas menatap dengan me nyipit kan mata.
Di tatap tajam seperti itu tentu saja membuat tubuh nya sedikit merinding. Berdehem ia langsung meng alih kan pembicaraan "aku akan mencari mereka bagaimana pun cara nya"
Selesai per bincangan itu mereka me mutus kan untuk mem bersih kan badan dan keluar dari dimensi apel.
Baru saja keluar dari dimensi apel ia dan pria muda cantik mendapati seorang iblis yang tergeletak di depan api unggun yang mereka buat. Sekujur badan iblis itu luka dan di penuhi darah, tatapan dari nya juga nampak sayu dan lemah.