
Di dalam istana seorang anak laki-laki berdiri di depan jendela kamar dengan tangan mengepal di belakang. Anak laki-laki itu adalah Ling Changyi.
Menatap ke arah luar jendela dengan mata sedih tak terungkapkan.
Setelah beberapa waktu menatap ke luar jendela ia memanggil binatangnya kontraknya dan iblis leluhur dari dimensinya.
"Tuan memanggil kami" iblis ular berkata setelah keluar dari dimensi.
karena Iblis leluhur juga tinggal di dimensi apel miliknya, tentu hal itu tidak gratis. Iblis kelelawar bertugas untuk menyirami para pohon apel dan membersihkan daun jatuh yang sudah layu, sedang iblis ular bertugas untuk menata dimensi agar tidak terlihat seperti hutan. Berkat mereka berdua dimensi apelnya sekarang nampak seperti taman.
Mengangguk ia menjawab "aku bosan, jadi ayo kita ke tempat pohon kesepian"
Mereka bertiga pergi ke hutan terlantar untuk menemui pohon kesepian. Namun ada yang aneh karena pohon-pohon yang seharusnya tidak menyerang mereka sangat agresif dan dari aura mereka tercium niat membunuh yang besar.
Melafal mantra iblis leluhur membasmi semua pohon yang menyerang mereka.
Setelah beberapa detik hancur lebur pohon-pohon itu bersatu kembali seperti tidak ada kerusakan bahkan menjadi lebih agresif setelah membentuk pohon kembali.
Iblis ular berteriak ketika tangannya terluka oleh salah satu pohon, ia segera melafal mantra untuk membuat pelindung bagi mereka. Sayangnya tindakan yang di lakukan tidak berdampak baik dan tidak se?cepat pohon yang membuat iblis ular terkena serangan lagi.
Dari kejauhan ia melirik ke arah iblis leluhur yang menampakkan muka bingung, sedang sebuah tumbuhan bunga dengan gigi tajam membuka mulut ke arahnya.
Terbelalak ia segera berteriak ke arahnya "Diablo menghindar, kamu akan di makan oleh tumbuhan itu"
Berlari ke arah iblis ular ia menyerang pohon yang menebaskan ranting tajam ke arah iblis kontraknya ia melafal mantra untuk membakar pohon itu. alasan mengapa ia tidak berlari ke arah iblis leluhur karena ia yakin dengan kekuatan iblis leluhur dia mampu mengalahkan tumbuhan itu.
Saat pohonnya berubah menjadi abu berkat dari serangan nya ia berlari ke arah iblis ular dan mereka masuk ke dalam dimensi apelnya.
Di dimensi apel ia segera meletakkan iblis ular ke dalam air ajaib dan berencana keluar dari dimensi apelnya.
Iblis ular yang tahu ia akan pergi membuka mulut berkata "leluhur kuat, tuan tidak perlu khawatir"
ia juga tahu bahwa iblis leluhur tidak mungkin di kalahkan. namun firasat nya mengatakan jika ia tidak pergi mencari maka akan berakibat fatal.
berbalik ke arah iblis ular ia berkata "kita akan berada dalam bahaya jika tidak menyelematkan dia"
kelopak mata iblis ular bergerak hebat, dia tahu bahwa firasat tuan nya hampir sama dengan ketetapan dewa. iblis ular ingin mengatakan sesuatu namun kata-kata itu tersendat di tenggorokan dan tidak bisa keluar.
tersenyum ia membuka mulut berkata "Xiaoyi jangan khawatir, apa kamu pikir aku akan pergi tanpa rencana"
setelah mendengar perkataannya, ekspresi muka keras iblis ular di depan nampak lebih lembut.
kembali ke hutan kesepian, ia yang tidak melihat iblis leluhur berteriak "diablo!, Diablo"
anehnya sekitar sudah menjadi tenang, pohon-pohon yang agresif tadi kini sudah kembali normal.
menyadari ada suara ia mengamati suara itu dan berlari menuju asal suara. suara itu adalah suara yang di kenalnya. itu adalah suara pohon kesepian.
sampai di asal suara, ekspresi nya nampak tegang dengan kaku berjalan ke arah pohon di depannya.
pohon di depannya sudah hancur, daunnya hampir habis, dengan ranting dan batang pohon yang hampir tumbang.
menyentuh akar pohon itu ia berkata dengan suara tidak percaya "A-apa ini. bagaimana bisa kamu..."
dengan suara terpatah-patah pohon kesepian berkata "iblis naf-su su-dah da-tang. d-dia ak-akan memangsa setiap keturunan dari..." suara pohon kesepian berhenti sebelum menyelesaikan kata-katanya.
mengangkat kepala nya ia melihat iblis dengan sayap putih dan memakai pakaian merah yang tersenyum ke arahnya. iblis bersayap putih itu mengamatinya sebelum berkata "kamu memiliki potensi. tapi aku rasa itu belum cukup"
menegang di seluruh badan ia mencoba untuk bergerak tapi hasilnya malah tubuh menjadi tambah kaku. ia berusaha untuk mengatakan sesuatu namun kata-kata itu tidak ingin keluar dari tenggorokan nya.
iblis bersayap putih itu berbalik dan terbang menghilang ke arah langit.
ia menjadi sangat marah sampai matanya memerah. ia Sanga tidak berdaya melawan iblis yang membunuh pohon kesepian.
berjalan pulang ke istana iblis dengan pakaian compang-camping dan ekspresi kaku ia memasuki kamar dan melewati itu iblis lainnya bahkan pria muda cantik, Chang Meiyin tampa menghiraukan mereka.
di kamar ia memasuki dimensi nya, membersihkan badan dengan muka tampa ekspresi, lalu kembali ke kamar dan berbaring di atas kasur memejamkan mata.
terdengar suara yang membuat ia membuka mata dan mendapati itu adalah pria muda cantik yang ia lewati tadi. dengan muka tampak ekspresi ia duduk lalu bertanya "ada perlu apa kamu kemari saudara Chang"
pria muda cantik yang duduk di atas kursi sambil menyesap teh meletakkan gelas mulai berkata "apa yang terjadi dengan mu"
menatap ke arah pria muda cantik di depannya ia berkata "teman ku...tidak maksud ku tum.. tidak maksud ku teman ku dia mati karena aku"
dengan muka tampa ekspresi pria muda cantik itu menyilangkan kaki menatap ke arahnya.
ia melanjutkan berkata "aku tidak tahu pasti kenapa teman ku meninggal, tapi.... dia tidak mengeluarkan suara lagi setelah iblis itu datang. temanku .... dia meninggal karena iblis itu dan aku... aku tidak dapat melakukan apapun"
menghela nafas singkat ia melanjutkan "aku adalah teman yang buruk bukan" menatap ke arah pria muda cantik di depannya melanjutkan "aku bahkan menggunakan mu untuk melindungi diri ku jika berurusan dengan raja iblis lain. aku menjadikan mu tameng"
alih-alih marah pria muda cantik itu tersenyum berbicara "aku tidak keberatan melindungi mu"
antar percaya dan tidak ia bingung harus mengungkapkan perasaan ini. pria muda cantik di depan nya ini memang tida pernah marah saat ia mengaitkan namanya untuk mengancam seseorang yang membahayakan, namun ia tidak pernah berpikir bahwa pria muda cantik itu tidak keberatan.
Ia pikir pria muda cantik itu tidak marah padanya karena ia sudah memecahkan penghalang dari kekuatan nya, namun sepertinya tebakan nya salah.
setelah mengatakan itu pusaran hitam yang berkumpul di hatinya mulai menghilang, rasa tidak nyaman itu perlahan-lahan menghangat. ini adalah hari di mana ia merasakan bahwa pertemuan nya dan pria muda cantik di depan nya adalah pertemanan tulus.