
___
17 tahun kemudian.
Kenrich tumbuh menjadi seorang remaja yang tampan. Semua yang ada pada diri Kenrich adalah benar-benar jiplakan dari seorang Richard. Tampan, cerdas, angkuh dan tidak ingin ada kata kalah dalam hidup nya. Namun Kenrich sedikit berbeda, ia lebih diatas sang ayah. Sikapnya begitu dingin dan tak ingin tersentuh oleh siapa pun. Sikap acuh nya benar-benar membuat semua keluarga menggelengkan kepala. Inilah penerus dari sang CEO Richard, Kenrich Alvaron. Ucapan-nya sama tajam-nya dengan tatapan-nya.
Berbeda halnya dengan Carl Alvaron, anak kedua dari pasangan Richard dan Alicia, ia tumbuh menjadi anak laki-laki yang sopan, pintar dan murah senyum. Tak jarang Carl kecil sering membuat keluarganya tertawa dengan tingkah nya yang ceria. Umur Carl yang Kenrich hanya berbeda 4 tahun.
"Carl, Valerie sudah didepan. Sambut mereka." Ujar Alicia. Carl yang sangat antusias langsung berlari keluar, ia selalu menanti bermain bersama Valerie, anak dari sahabat kedua orangtuanya, Jessy dan Justin. Valerie 1 tahun lebih tua dari Carl, yang itu artinya 3 tahun lebih muda dari Kenrich.
"Kau tidak akan menyambut Valerie lagi Ken?" Tanya Alicia. Ken menggelengkan kepalanya, ia fokus pada laptop dihadapannya.
"Tidak mom. Dia terlalu berisik." Ujar ketus Ken, tanpa menatap Alicia.
Alicia hanya bisa membuang nafasnya halus.
"Setidaknya kalian bertiga bermain bersama untuk hari ini. Besok keluarga uncle Justin akan pindah ke Kanada. Kau benar-benar tidak akan memberikan perpisahan yang indah untuk Valerie?" Tanya Alicia kembali. Ia sendiri sedikit jengah dengan sikap dingin anaknya ini, Valerie seperti Justin dan Jessy, ia anak perempuan yang ceria, jahil dan sedikit cerewet seperti yang dikatakan Ken. Namun Alicia ingin melihat kedua anaknya akun pada Valerie, ia sering melihat Valerie ingin mendekati Ken, namun anak keras kepala ini selalu menolaknya dengan kata-kata yang dingin, membuat Alicia sedikit merasa tidak enak dengan Justin dan Jessy.
"Aku sedang banyak tugas sekolah mom. Daddy akan marah jika peringkat ku menurun."
"Kau anak yang pintar, bermain sehari tidak akan membuat peringkat mu turun." Bujuk Alicia.
"Ayolah sayang. Untuk terakhir kalinya." Ken membuang nafasnya keras, dengan kesal yang tak terlihat ia menutup laptopnya dengan cepat.
"Baiklah. Aku melakukan ini untuk Mom." Alicia tersenyum melihat Ken berjalan tak semangat keluar rumah. Ia membereskan beberapa buku milik Ken dan Carl.
-
Mata Valerie berbinar, ia seperti mendapatkan cahaya yang berjalan kearahnya.
"Carl! Lihatlah, kakak mu akhirnya keluar dari kandang!" Pekik Valerie. Ia menunjuk Ken yang berjalan kearah mereka.
Terlihat raut wajah tak suka dari Ken, matanya berputar pelan dengan malam.
"Sekarang kalian akan bermain apa?"
"Kita akan bersepeda kak. Kau benar-benar akan ikut bermain?" Tanya Carl antusias.
"Ya. Untuk merayakan hari terakhir Valerie ada disini. Kau benar-benar akan pindah ke Kanada kan?" Tanya Ken. Valerie mendengus, ia menghentakkan kakinya. Ken benar-benar keterlaluan. Ia melirik Carl yang tampak syok.
"Valerie, apakah itu benar?" Anak laki-laki tampak berkaca-kaca. Membuat Valerie cemberut dan menepuk bahu Carl pelan.
"Ya. Maafkan aku Carl. Tadinya aku akan memberitahu nya nanti."
"Kau akan meninggalkan aku dan kak Ken?" Tanya Carl mulai bergetar. Valerie menatap Ken marah, ia tidak ingin ada kesedihan diawal perpisahan mereka. Setidaknya mereka menghabiskan waktu terakhir mereka dengan senang dan gembira, sebelum ia pulang dan mengatakan perpisahan. Namun Ken merusah semuanya, laki-laki itu benar-benar kejam.
"Tenang Carl. Mom mengatakan aku tidak selamanya disana. Hanya beberapa tahun. Dikantor ayah ku sedang ada orang jahat, dan kakek ku menyuruh kami untuk sementara waktu di Kanada, bersama grandfa dan grandma ku. Aku janji kita akan selalu bertemu, walaupun hanya lewat Video call." Ujar Valerie menenangkan Carl. Ia memeluk Carl dengan lembut.
"Drama bocah kecil." Komentarnya.
Valerie mendelik. Ia akan benar-benar memblaclist Ken dari daftar temannya. Laki-laki ini terlalu kejam dan menyebalkan untuk dijadikan teman.
"Pantas saja kau tidak memiliki teman! Manusia es!"
____
Berapa tahun pun berlalu. Mereka tumbuh dengan cepat.
Carl berhasil menjadi aktor yang digilai banyak wanita. Beberapa nominasi award ia dapatkan atas wajah dan aktingnya yang bagus. Ia pun memiliki beberapa fans yang selalu memuja nya, bagaimana tidak? Carl adalah seorang aktor yang ramah dan baik hati. Selalu membantu berbagai acara amal tanpa menerima bayaran. Ia mendapatkan julukannya sekarang 'Pria tampan berhati malaikat.'
Lalu ada si cantik Valerie Franz. Ia adalah cucu dari seorang pembisnis besar Alex Franz, cucu dari seorang pengacara yang terkenal hebat. Wajah cantiknya menurun dari kedua orangtuanya yang mempersona. Sebenarnya ada berbagai profesi dalam keluarga unik ini, tentang hukum, kedokteran, agen mata-mata, CEO dan modeling. Valerie tumbuh menjadi seorang model yang terkenal. Ia mampu mendapatkan semua yang ia inginkan. Beberapa runaway sudah ia taklukan, bahkan menjadi bintang model brand besar pun sudah ia taklukan. Ia benar-benar sukses dan mendapatkan julukan 'Angel of my world' ya, bidadari didunia untuk para pria yang mampu terhipnotis dalam sekejap saat melihat wajahnya.
Kenrich kini berusia 27 tahun. Ia sudah ditetapkan menjadi CEO diperusahaannya. Sudah bisa ditebak bagaimana sikapnya sekarang. Semua sifatnya yang saat remaja itu, kini bertambah. Bertambah tampan, bertambah cerdas, dan bertambah dingin. Namun dibalik sikapnya yang dingin sebagai CEO, Ken mendapatkan julukan 'Sang Casanova' ia menjadi pria nakal yang mampu menaklukkan wanita manapun, sikapnya yang dingin mampu membuat siapa saja luluh dengan ucapan mautnya. Ia dapat membuat semua wanita bertekuk lutut dengan caranya sendiri yang memiliki aura misterius.
____
Suara deru nafas yang berburu disebuah lorong membuktikan bahwa ada sepasang manusia tengah bercum-bu. Keduanya saling ******* dengan kasar, mencari titik ternikmat yang bisa ditimbulkan dari dua mulut yang bertaut.
"Valerie." Sayup-sayup teriakan suara itu mengisi lorong. Membuat Valerie langsung tersadar dan mendorong tubuh besar yang tengah menghimpitnya.
Jantung Valerie berdegup kencang, ia menatap wajah tampan itu dengan begitu dekat. Senyum miring mulai menghiasi wajah itu.
"Diluar sana ada adik ku yang sangat menggilai mu, bahkan selalu mendambakan mu sejak kecil. Kau yakin akan tetap memilih ku yang tak memiliki perasaan apapun pada mu?" Valerie mengepalkan tangannya. Ia mendengar nada ejekan dari suara tersebut.
"Aku akan membuat mu mengejar ku! Dan saat itu juga aku akan menghempaskan mu! Pria brengsek." Suara tawa samar-samar seakan membelai telinganya.
"Dan kau akan menyia-nyiakan adik ku? Ah, bukan hanya itu, kau juga akan mengecewakan adik ku untuk rencana konyol mu itu?"
____
Guys ini cerita yang ditunggu-tunggu ya. anak Alicia dan Jessy. kira-kira judul yang bagus buat cinta segitiga gini apa ya?🤔
nanti aku post lagi sinopsisnya, perkiraan novel ini aku up mulai tanggal 25 Juni ya. Beres Show Me!.
yang nunggu cerita Mafia, mohon maaf Author belum dapet inspirasi 😣 Eh iya, btw kalian suka ga sama jalan cerita cinta segitiga gini? nanti aku adain giveaway buat cerita ini ya🙌 tunggu terus ya👻
CEO Series
ONS With My CEO
Show Me!
(Coming soon)