
Hari ini dan besok ternyata Bella tidak bekerja, wanita itu dengan baik hati memberi pinjam mobilnya kepada Alicia, membuat Alicia bisa datang dengan cepat ke kantornya. Hari Sabtu merukapan hari paling lelah menurutnya, karena hari ini hanya separuh waktu dan membuatnya harus cepat-cepat mengerjakan sisa pekerjaannya yang tersisa kemarin, ditambah tugas yang baru saja ia dapatkan hari ini.
Tok tok
Felly masuk kedalam ruangan Alicia, membuat Alicia was-was sendiri dengan kehadiran Felly yang tiba-tiba.
"Alicia. Aku ingin meminta laporan keuangan yang di New York, kau membuat berapa copy?"
"Aku membuat 3 copy Miss. Untuk Mr. Alvaro, untuk bagian keuangan disana dan untuk arsip diruangan ku Miss." Jelas Alicia.
"Boleh aku minta untuk bagian keuangan? Aku akan memeriksa nya lebih lanjut." Alicia mengangguk, ia membuka lacinya dan mengambil sebuah map merah.
"Terimakasih Alicia." Ucap Felly saat ia menerima map tersebut.
"Besok kau dan Richard akan datang ke acara tunangan ku?" Pertanyaan itu membuat Alicia sedikit kaku. Felly sedikit terkejut saat Richard mengatakan besok akan datang bersama Alicia. Tidak biasanya pria itu membawa sekertaris nya, biasanya ia selalu datang bersama David, seperti seorang gay yang selalu bersama-sama. Felly memperhatikan penampilan Alicia sekilas.
"Aku dipinta untuk menemaninya minggu ini." Felly menganggukan kepalanya beberapa kali. Ia tau apa yang sedang dilakukan pria itu.
"Kau akhir-akhir ini sering mengurai rambut mu, kau cantik." Puji Felly.
"Aku pergi dulu ya, terimakasih laporannya." Felly keluar dari ruangan Alicia.
"Apa itu sindiran?" Tanya Alicia pelan pada dirinya sendiri. Ia menjadi takut jika Felly akan berfikir Alicia akan mendekati Richard.
°°°
Keesokan paginya, Alicia sudah menyiapkan baju yang akan ia gunakan, ini baju terbaik yang ia punya. Dengan sedikit riasan yang cukup diwajahnya, ia rasa sudah cukup.
"Di dibawah ma?"
"Tidak, dia sedang duduk disofa." Alicia mengambil tasnya dengan cepat dan mencium pipi mama nya.
"Alicia berangkat ya ma."
-
Richard memandang isi ruangan ini. Tidak terlalu banyak isi barang-barang disini, hampir semuanya berwarna putih dengan sedikit stiker daun dan burung ditembok ini, Richard tau trik ini mungkin membuat ruangan lebih indah dan hidup meski luasnya terbatas. Richard mengeluarkan ponselnya, ia memotret beberapa sudut bagian rumah ini, mungkin ia harus menanyakan pada seseorang yang mengerti Desain Interior. Jika ia memiliki kesempatan, ia akan menyuruh seseorang untuk merombak ruangan ini, ia semakin yakin dengan informasi yang mengatakan ibu Alicia memiliki kanker, terlihat dari badannya yang kecil. Seseorang yang banyak menghabiskan waktu nya dirumah harus mendapatkan tempat yang nyaman dirumahnya. Ibu Alicia begitu ramah pada Richard, membuatkannya teh panas dan beberapa cemilan di atas meja.
Richard melipat sebelah kakinya diatas lutut, ia melihat hasil foto yang akan ia kirim pada David. Sambil melihat gambar-gambar tersebut Richard meminum sedikit demi sedikit teh diatas mejanya, namun pada saat gambar terakhir sukses membuat Richard tersedak, ia terbatuk.
"Ada apa?" Tanya Alicia panik, ia baru keluar dari kamarnya dan mendengar suara Richard terbatuk. Alicia yakin Richard tidak cocok beranda di apartemen kecilnya.
Melihat Alicia yang akan menghampiri nya, Richard buru-buru mematikan layar ponselnya, ia lupa telah memotret Alicia malam itu! Dan kini Richard jadi melihat kembali tubuh Alicia gara-gara ulahnya sendiri!
_
Thank you,
DHEA
IG: Dheanvta