One Night Stand With My CEO

One Night Stand With My CEO
Cinderella



Alicia mengerutkan keningnya bingung, mobil Richard parkir digedung kemarin.


"Ayo, kita turun." Richard terlebih dahulu turun dari mobil, membuat Alicia yang tengah ke bingungan langsung mengikuti Richard.


Mereka masuk kedalam toko baju itu lagi. Kali ini Yosie sudah menyambut hangat kedatangan mereka.


"Aku ingin cepat." Ucap Richard sambil melewati Yosie. Saat Alicia hendak melewati Yosie, Yosie menghadang langkah Alicia.


"Apa kau ingin ikut kekamar ganti pria?" Alicia yang mendengar itu langsung menggelengkan kepala nya.


"Bagus. Jadi ikut aku ya cantik, aku akan membuat mu seperti Cinderella." Alicia semakin mengerutkan keningnya, sebenarnya ada apa ini?.


Ia masuk kembali kedalam ruang ganti ini lagi.


"Mau pakai sendiri atau aku yang mengenakannya?" Tawar Yosie. Alicia mengambil gaun elegan itu dengan hati-hati.


"Biar aku sendiri saja." Sahut Alicia ramah.


"Sebentar lagi aku akan memeriksa apakah pas atau tidak ya."


Alicia menatap pantulan dirinya di cermin lebar, gaun ini sangat cantik. Perlahan Alicia membuka pakaiannya, ia mengenakan gaun yang terlihat mahal itu. Alicia sudah berjanji tidak akan menanyakan harga baju disini lagi, otaknya tak sanggup menghitung berapa banyak yang Richard sudah keluar kan untuknya.


"Pas." Ucap Alicia kagum. Ia melihat gaun indah itu terasa cocok untuknya, sedikit berputar dan Alicia tersenyum, ia benar-benar seperti Cinderella dan akan kembali seperti semula pada saat waktunya sudah habis.


"Waw Alicia, kau sangat cantik." Yosie datang membawa sebuah majalah ditangannya, ia mengelilingi Alicia, mencoba mencari celah pada baju itu, takut Richard menemukan ada kerusakan nantinya.


"Sudah aku bilang, tubuh mu ini sangat indah, seperti nya aku harus mengajukan mu menjadi model pada boss ku." Alicia tau, itu hanya pujian belaka.


"Oh ya Alicia, ini ada beberapa contoh Hairdo untuk mu." Alicia menatap beberapa gambar itu dengan teliti, semua hampir bagus.


"Jika kau bingung pilih dua saja, aku akan menanyakan pada pasangan mu." Alicia sedikit tertawa.


"Dia bukan pasangan ku." Yosie mendelik dan mengangkat bahunya.


"Sepertinya ini dan ini." Alicia menunjuk dua pilihan terbaiknya, ia suka dengan model rambut itu.


"Baik lah, sekarang kita tunjukan baju mu terlebih dahulu." Alicia sudah bisa menebak, pasti Yosie akan membuka tirai itu. Namun kali ini Yosie malah berjalan menuju kaca pinggir tirai dan menempelkan ibu jarinya.


"Ini juga pintu, namun hanya terbuka saat sensornya mengenai jari ku." Ucap Yosie menjawab pertanyaan yang ada di otak Alicia. Kaca besar itu bergeser dengan sendirinya, menampilkan Richard yang tengah merapikan jas abu berwarna abu, tampan, namun kali ini lebih tampan dari biasanya.


Richard sedikit terkejut, ia sedang bercermin, namun cermin itu bergerak dan menampilkan Alicia dengan gaun yang indah, ia tak sabar melihat Alicia yang nantinya akan di rias.


"Bagaimana?" Tanya Yosie membuyarkan lamunan Richard.


"Bagus. Aku suka itu."


"Pilihan ku tidak pernah salah." Ucap Yosie bangga.


"Sekarang pilihlah model rambut yang akan Alicia gunakan. Alicia sudah memilih ini dan ini." Richard terdiam sesaat lalu menatap Alicia.


"Yang ini saja. Aku tidak terlalu suka ia mengumbar leher nya." Mendengar itu Yosie langsung tersenyum jahil.


"Kau sangat posesif ternyata." Pekiknya girang.


"Sudah ya aku tutup kembali, kau tunggu tim ku mengubahnya menjadi seorang putri yang begitu anggun." Richard seakan ingin protes saat kaca itu menutup kembali, ia belum puas melihat Alicia mengenakan baju itu.


pilihan Richard



yang ditolak