One Night Stand With My CEO

One Night Stand With My CEO
CARL



Amber menggeser sedikit laptop saat buku mereka seakan tidak cukup diatas meja. Semuanya penuh dengan buku tulis, laptop dan minuman mereka. Carl melihat kesulitan Amber yang mengetik sambil menatap buku. "Umm, bagaimana jika mengerjakannya di rumah ku? Agar lebih luas dan kebetulan kakak ku sedang ada dirumah, dia yang akan menjawab pertanyaan kita besok."


"Kakak mu?" ulang Amber.


"Ya, dia sudah satu tahun ini mengurus perusahaan, membantu ayah ku."


Amber tampak ragu menatap Carl. "Apakah benar kakak mu ada?" tanya nya kaku. Amber belum pernah mengerjakan kelompok hanya berdua dengan pria, apalagi dirumah pria itu, sedikit was-was dan meragukan.


"Ya, kita tidak berdua. Lihat seluhur meja disini, tidak cukup untuk mahasiswa mengerjakan tugas," kekeh Carl. Amber pun menganggukkan kepalanya setuju. Mereka membereskan semuanya, masuk ke dalam mobil Carl dan melaju ke rumahnya.


Carl melirik Amber yang memandang fokus ke arah depan, duduknya begitu kaku dan tidak berniat mengajak Carl untuk berbincang. "Kau memiliki kekasih?" tanya Carl.


Mendengar pertanyaan yang tiba-tiba, Amber langsung menoleh. "Aku? Aku tidak memiliki waktu untuk itu," kekeh Amber pelan. "Aku harus belajar dan kembali ke Brazil menemui Papa ku."


"Mama dan Papa mu berpisah rumah?" tanya Carl penasaran. Mengapa Amber ke Brazil hanya untuk menemui Papanya?


Jemari Amber merapikan sisi rambut dan menyelipkannya kebelakang telinga, ia tersenyum hambar. "Mereka sudah berpisah alam," jawabnya datar.


"Oh Astaga, maaf aku bertanya Amber," ralat Carl dengan cepat. Amber hanya tersenyum ramah dan menggelengkan kepalanya, mengganti topik pembicaraan dan mereka pun tiba dirumah Carl.


Amber menatap takjub bagunan dihadapannya, rumah itu begitu besar dengan halaman yang luas dilengkapi beberapa tanaman indah yang menyejukkan. Carl berjalan terlebih dahulu membuat Amber hanya mengekorinya, deretan mobil mewah pun berjajar rapi dan mengkilap. Langkah Amber menjadi kaku saat melihat beberapa orang tengah duduk di ruangan keluarga. "Mom, aku mengerjakan tugas bersama teman ku di gazebo belakang," ucap Carl yang hanya tersenyum singkat pada keluarganya yang tampak ramah. Amber ikut tersenyum saat beberapa diantara mereka tersenyum menyapa.


"Kakak belum bagun?" tanya Carl sambil menatap jam sudah menunjukkan pukul dua belas siang. Benar-benar tidak patut untuk di contoh.


Mereka pun duduk di sebuah gazebo taman belakang yang luas, menampilkan kolam renang dan hamparan rumput yang begitu subur.


"Kita langsung mengerjakan saja." Amber mengeluarkan buku-buku dan mengambil tas laptop Carl.


"Kau mau minum sesuatu?" tawar Carl.


Amber menggelengkan kepalanya. "Nanti saja, aku ingin menyelesaikan ini dengan cepat," ujar Amber. Ia melihat dari pembatas kaca itu jika keluarga Carl mulai pergi, hanya menyisakan Amber dan Carl, itu sungguh membuat Amber tidak nyaman dan gugup.


Carl yang seolah mengerti langsung mengangguk, mengambil alih laptop untuk membantu Amber mengetik, Amber membaca dan mencara apa saja yang akan mereka tuangkan pada makalah.


"Umm, boleh aku meminjam toilet mu sebentar?" tanya Amber pelan.


"Tentu saja, di sana, jika kau haus di samping ada dapur." Amber mengangguk pelan.


__


next bab mulai beda ya guys🤞