One Night Stand With My CEO

One Night Stand With My CEO
Jalan-jalan



Sesampainya di hotel. Keduanya berjalan dilorong menuju kamar mereka, tanpa melepas genggaman tangan.


Alicia masih malu dengan sikap manis Richard yang tiba-tiba, ia benar-benar sangat bahagia hari ini.


"Tidur lah." Ujar Richard saat mereka masuk kedalam kamar. Alicia masih tersenyum membuat Richard sedikit mengerutkan keningnya.


"Ada apa ini?" Tanya Richard, sedikit senyum Richard tampilkan.


"Terimakasih." Tiba-tiba saja Alicia memeluknya. Dengan senang hati pria itu membalas pelukan Alicia. Membawanya kedalam pelukan hangat.


"Bukankah aku sudah berjanji akan selalu membuat mu bahagia? Tidak perlu berterima kasih." Alicia melepaskan pelukannya, sedikit anggukan dan senyuman masih menghiasi wajahnya.


"Sekarang kita tidur, besok pagi kita akan jalan-jalan dulu sebentar, sebelum aku kelokasi pembangunan."


"Kalau begitu aku akan memberikan make up dulu." Richard mengangguk, ia berjalan setelah Alicia terlebih dahulu pergi menuju meja rias.


Richard masuk kedalam kamar mandi, mencuci wajahnya dan mengganti pakaiannya dengan kaos abu lengkap dengan boxer.


Ini yang Richard suka saat sendirian dihadapan cermin, memperhatikan wajah tampannya sendiri, dan badannya yang mengagumkan.


°°°


Alicia menggulung rambutnya asal. Ia menyembunyikan tubuhnya di dalam selimut tebal, setelah makan malam tadi, kantuknya mulai terasa. Alicia mulai terbawa dalam kegelapan, sunyi dan terlelap.


-


Matahari sudah menunjukkan cahayanya, Alicia mulai menggeliat tubuhnya, ia menggapai tangan yang melingkar diperut ratanya.


Alicia pun berbalik dan menemukan wajah tampan itu dihadapannya, wajah itu terlihat tenang dan damai, Alicia menyentuh alis yang terlihat tegas itu, telunjuknya turun ke hidung lalu ketiga jarinya bermain indah di atas rahang yang ditumbuhi jambang.


Tak berapa lama Alicia dikejutkan dengan tangan Richard yang menangkap tangan Alicia, lalu disusul oleh mata indah yang mulai terbuka.


"Sedang mengagumi ku?" Tanya Richard dengan suara khas bangun tidur.


Alicia terkikik dan menggerakkan ibu jarinya dirahang Richard.


"Aku baru menyadari kau begitu tampan."


"Astaga Alicia, dari awal melihatku harusnya kau langsung menyadari itu." Protes Richard. Beberapa menit mereka habiskan dengan candaan-candaan yang manis. Lalu memutuskan untuk mandi dan bersiap-siap untuk jalan-jalan pagi.


Richard menatap jam tangannya. Ada 3 jam untuk mereka berjalan dan sarapan.


"Sebentar lagi." Jawab Alicia, ia merapikan kembali rambutnya, lalu mengenakan lipstik.


"Kau sudah cantik. Tak usah banyak makeup." Komentar Richard.


"Sudah." Pekik Alicia dan berdiri dari duduknya, tak menghiraukan ucapan Richard sebelumnya.


"Ada waktu 3 jam lagi. Ingin langsung sarapan?" Alicia mengangguk, dari awal bangun tidur perutnya sudah minta diisi.


"Sarapan dibawah saja. Agar bisa langsung jalan-jalan." Richard mengangguk mendengar usulan itu. Mereka keluar dari kamar dan masuk kedalam lift, menekan tombol lantai 1.


Sesampainya di meja makan, mereka menatap semua masakan yang sudah mereka pesan. Memakannya dengan perlahan dibarengi dengan beberapa percakapan hangat.


"Apa ada sesuatu tempat yang ingin kau datangi?" Pertanyaan itu membuat Alicia berfikir.


"Taman." Ucap Alicia ragu.


"Taman?" Ulang Richard.


"Aku hanya ingin berjalan-jalan santai." Alicia sendiri bingung ingin kemana, ia hanya ingin berjalan disamping Richard.


"Battery park, kita bisa duduk disana dan menikmati laut." Lanjut Alicia.


"Bagaimana kalau berbelanja?" Tawar Richard. Alicia menggelengkan kepalanya, ia sudah banyak mengeluarkan uang pria itu, Alicia tidak ingin membuat Richard bangkrut.


"Aku ingin melihat pemandangan. Please." Ujar Alicia dengan wajah memohon.


"Kalau begitu aku tau tempat yang bagus." Ucap Richard tiba-tiba.


"Dimana?" Tanya Alicia penasaran.


"Kau lihat saja nanti." Selalu banyak kejutan yang Richard berikan. Jadi Alicia hanya mengangguk setuju dan yakin pada pilihan Richard.


-


Thank you,


DHEA


IG: Dheanvta