
guys jangan lupa ke novel baru akuu!
Pintu terbuka dengan cukup lebar, seseorang tampak langsung mematung dengan apa yang ada di depan matanya. “Apa ini?” gumamnya pelan, dunianya terasa berputar. Tidak, ini semua pasti mimpi.
Dua orang yang sedang berada di atas sofa itu langsung menoleh, bola mata King langsung membulat dan dengan cepat mendorong tubuh sekertarisnya. Dia dengan cepat berdiri dan merapikan dua kancing paling atas yang terbuka. “Sayang, jangan salah paham, ini semua tidak seperti yang kau pikirkan,” ucapnya dengan nada yang masih berusaha tenang.
Namun, hati seorang istri mana yang tidak sakit dengan pemandangan seperti itu, pakaian yang tidak rapi, posisi yang tidak menyenangkan untuk dilihat, apa lagi yang harus membuatnya untuk tidak salah paham? Queen menggelengkan kepalanya pelan, dia butuh waktu untuk berpikir jernih. “Jangan jelaskan apapun, aku membutuhkan waktu,” gumamnya pelan lalu berbalik menuju lift. Rupanya ini adalah jawaban dari semua perubahan sikap King pada keluarga kecil mereka.
**
Siapa yang tidak menginginkan sebuah pernikahan impian? Memiliki keluarga harmonis yang selalu membuat nyaman di dalam rumah, dipenuhi rasa kasih sayang dan ketentraman. Namun semua pernikahan memiliki ujiannya tersendiri, entah itu dari segi ekonomi, keluarga dari salah satu pihak, keturunan dan pasangan. Pasangan? Ya, pasangan, contohnya adalah orang ketiga, kita tidak tahu jika cinta akan diuji oleh adanya orang baru.
Apa kalian masih ingat keluarga Charles, pasangan Queen dan King yang selalu bertengkar layaknya Tom and Jerry namun berakhir menjadi pasangan yang saling mencintai satu sama lain. Mereka sudah menikah selama 8 tahun dan kini dari pernikahan tersebut sudah terasa lengkap dengan 2 anak kecil lucu bernama Chloe Charles yang berusia 7 tahun dan Matthew Max Charles, biasa dipanggil Max yang berusia 5 tahun.
“Sayang,” panggil seorang pria dengan kemeja yang sudah di lengkapi dasi, dia memeluk Queen dengan begitu manja dari belakang. “Apa sudah selesai? Aku merindukan mu,” bisiknya tepat di telinga Queen.
“Aku benci pulang larut, kau selalu sudah tidur, sepertinya kita memerlukan waktu berdua sayang,” ucap King terdengar begitu manja, bahkan lebih manja dari anak mereka yang paling kecil! Saat wajah King akan mendekat, mata Queen menangkap Chloe yang sudah rapi dengan seragamnya di pintu dapur membuat dengan cepat Queen menjauhkan wajahnya dan menahan wajah King dengan tangannya.
Saat melihat King yang akan protes, Queen hanya tersenyum dan melepaskan pelukan King dengan mata yang seakan memberi kode jika anak mereka sedang ada di sini.
“Hai sayang, kau sudah cantik, di mana Max?” tanya Queen dengan nada lembut seperti biasa. Walaupun dulunya dia cukup galak, tetapi dia tidak ingin anak-anaknya merasakan bagaimana rasanya memiliki seorang Mommy galak seperti yang dia rasakan. Bahkan kini Arabella masih di bilang cukup tegas pada anak Queen yang menjadi cucunya sendiri.
“Aku belum melihat dia, Mom. Mungkin Nanny sedang membangunkannya.”
Pandangan Chloe berpindah pada King. “Dad, aku ingin kau datang pada acara pertunjukkan ku minggu ini, apakah bisa?” tanya Chloe dengan nada anak kecil yang serius. Oh, sungguh cetakan Queen saat kecil dulu. Sedangkan Max, dia sosok yang ceria dan jahil, tentu saja seperti King saat masa kecil.
Mau tau kelanjutannya? yuk baca...