
Central Park. Alicia tau taman ini. Central Park termasuk salah satu taman terkenal di dunia, karena taman ini sering dijadikan lokasi film dan bahan liputan di televisi. Pengelolanya adalah organisasi swasta nirlaba Central Park Conservancy yang dikontrak oleh Departemen Taman dan Rekreasi New York City.
Mereka turun dari mobil dan mulai memasuki kawasan taman itu. Di sekeliling taman terdapat bangunan-bangunan mewah dan merupakan kawasan dengan harga tanah yang tinggi.
Taman ini dirancang oleh Frederick Law Olmsted dan Calvert Vaux. Keduanya juga dikenal sebagai perancang Taman Prospect di Brooklyn yang letaknya berdekatan. Walaupun terlihat alami, lansekap Central Park sepenuhnya hasil campur tangan manusia. Di dalam taman terdapat danau buatan dan kolam, jalan setapak, dua arena es skating, kawasan lindung hewan liar, lapangan rumput, dan arena bermain untuk anak. Central Park sering didatangi burung migran sehingga menjadi tempat favorit bagi pengamat burung. Panjang keseluruhan jalan-jalan di dalam taman adalah 10 km. Pengunjung ramai berjogging, bersepeda, atau bersepatu roda, terutama di akhir pekan atau sejak pukul 19.00 setelah kendaraan bermotor dilarang lewat.
"Musim dingin lebih menyenangkan disini." Ucap Richard sambil memandang sekitar.
"Ya. Musim panas pun menyenangkan." Jawab Alicia. Mereka memilih duduk di sebuah bangku yang menghadap danau. Udara sejuk ditimbulkan dari pepohonan yang rindang di sekeliling mereka. Orang-orang berlalu lalang dihadapan mereka.
Richard menatap pemandangan indah dihadapannya. Baru kali ini ia di ajak kesebuah taman oleh wanita, biasanya mata Richard selalu disuguhi pemandangan mewah dan tempat hiburan lainnya. Ternyata menyenangkan juga berada ditaman seperti ini.
Terlalu lama mengagumi keindahan, Richard melupakan Alicia, ia melirik wanita disebelahnya, Alicia tengah menatap pasangan dengan bayi di pangkuan ayahnya.
"Nanti juga kita seperti itu." Ucap Richard membuat Alicia sedikit terkejut, wanita itu melirik Richard dengan sedikit senyuman.
"Jangan membuat ku berharap yang tidak mungkin." Gumam Alicia dengan sedikit tawa. Richard bingung dengan wanita satu ini, disaat yang lainnya menebar pesona dihadapan Richard, Alicia malah tidak percaya diri saat Richard sudah memilihnya. Ia terlalu merendah diri dan merasa tidak mungkin bersanding dengan Richard.
"Semuanya mungkin asal kau tidak mengecewakan ku."
"seriously? Malah aku takut kau yang mengecewakan ku."
"Banyak definisi mengecewakan, mengecewakan seperti apa yang kau khawatir kan?" Alicia berfikir sejenak.
"Seperti tertarik dengan wanita lain, mungkin." Ucap Alicia pelan.
"Itu mungkin saja. Tapi akan mencoba setia. Dan kau harus membantu ku untuk itu." Alicia tak tahan untuk tidak tersenyum. Ia mengangguk.
Satu jam mereka habiskan dengan perbincangan ringan, berjalan-jalan dan ikut memberi makan untuk burung disana.
"Ini sudah jam 11. Setengah jam lagi kau harus berangkat." Ucap Alicia mengingatkan. Richard menatap jam tangannya, benar-benar tak terasa, waktu begitu singkat.
"Sore kita lanjutkan jalan-jalan." Alicia mengangguk. Ia tau Richard masih belum puas untuk meninggalkan tempat ini.
-
Sampai di kamar Hotel, Alicia merapikan jas Richard, memasangkan dasi pria itu dan memastikan penampilan Richard sudah sempurna.
"Terimakasih. Aku akan pulang sore ini, bersiaplah untuk melanjutkan jalan-jalan kita."
"Baiklah, aku akan menunggu." Jawab Alicia. Tak disangka Richard memegang bahunya, mencium kening Alicia cukup lama.
"Entahlah. Aku merasa akan merindukan mu disana. Tapi disana akan berbahaya untuk mu."
"Aku akan menunggu disini. Cepatlah kembali." Richard mengangguk, dengan berat hati ia keluar dari kamar hotel. Berjalan dengan sedikit rasa kesal karena Justin terus menelfonnya dan mengatakan sudah di basement. Benar-benar mengganggu.
°°°
Sudah satu jam Alicia hanya berdiam diri di kamar, ia hanya sibuk dengan ponselnya. Bertukar pesan dengan Sophia, mama nya senang mendapat perawat sekaligus teman yang dipilihkan Richard.
Alicia mengintip dari lubang pintu, dua orang pria berpakaian polisi, namun badan mereka terlalu besar untuk ukuran seorang polisi. Dengan rasa semakin penasaran, Alicia membuka pintu kamarnya.
"Miss Alicia?" Tanya seseorang diantara keduanya.
"Betul. Ada apa?"
"Terjadi kecelakaan dijalan tadi. Kami mendapat pesan dari Mr. Alvaron sebelum ia tak sadarkan diri untuk menjemput anda Miss." Syok. Itu yang dialami Alicia sekarang, ia menutup mulutnya dan panik seketika.
"Bagaimana keadaannya sekarang?" Tanya Alicia panik.
"Ia sudah dirumah sakit. Bisa kita kesana sekarang?" Alicia mengangguk, ia kembali masuk kedalam kamar, membawa ponsel dan jaketnya.
"Ayo kita kesana." Alicia menutup pintu dan berjalan terlebih dahulu menuju lift. Selama didalam lift ia panik, Alicia menyesal tak memiliki nomor ponsel Justin dan sekertarisnya.
Alicia mencoba menelfon Richard, semoga Justin bisa mengangkatnya dan mengatakan keadaan Richard sekarang. Panggilannya tak dijawab, membuat rasa panik Alicia bertambah, air matanya tak terbendung.
Pintu lift terbuka, Alicia keluar dan mencari mobil polisi yang akan mereka tuju.
Sedikit harapannya terkabul, nama Richard tampil di layarnya, ia yakin Justin yang menelfonnya.
"Hallo." Jawab Alicia cepat, ia begitu khawatir dengan Richard, ia ingin tau keadaan Richard sekarang.
"Hallo Alicia. Ada apa? Maaf tadi aku tidak mendengar panggilan mu." Langkah Alicia terhenti, ini suara Richard, dan terdengar suara pembangunan di panggilan itu.
"Kau dimana?" Tanya Alicia pelan.
Mobil hitam berhenti dihadapannya, Alicia menelan air liurnya.
"Aku masih di lokasi pembangunan, disini sangat berisik. Ada apa?" Tanya Richard disana. Pria itu baik-baik saja!.
Alicia berbalik, kedua orang itu hanya tersenyum miring. Sekarang ia yakin, dirinya sedang tidak aman.
"Alicia. Kau masih disana?" Tanya Richard yang heran tak mendengar suara apapun.
"Help me." Hanya ucapan itu yang Richard dengar, sebelum panggilan terputus.
Pandangan Alicia menggelap saat seseorang dari belakang membekapnya, ia lemas dan mulai tak sadarkan diri.
°°°
Thank you,
DHEA
IG: Dheanvta