
Mereka kini sudah berada di parkiran apartemen Alicia. Hari mulai menggelap.
"Aku mengantarkan Angelina dulu ya." Ucap Alicia lembut. Richard mengangguk dan ikut keluar dari mobil membuat Alicia menatap nya bingung.
"Kau tidak akan menunggu dimobil?" Tanya Alicia.
"Aku ingin ikut." Jawab Richard. Alicia tak banyak bertanya, ia berjalan terlebih dahulu menggenggam tangan Angelina, dan Richard mengekori mereka.
"Tas ku." Pekik Angelina yang langsung berbalik. Namun kesialan sepertinya menimpa Richard, Es krim yang dipegang Angelina mendarat pas dikemeja putihnya. Anak kecil itu menggigit bibir bawahnya, ia takut dimarahi oleh Richard.
"Astaga!" Alicia sama halnya terkejut, ia buru-buru mengeluarkan tissue dan mengelap cairan Es krim yang menempel dikemeja itu, namun malah semakin melebar kotornya.
Sambil memaksakan senyuman Richard menahan tangan Alicia.
"Sudah, tidak apa-apa, aku akan menggantinya nanti."
"Aku akan mencucinya nanti." Ucap Alicia gugup.
"Maafkan aku." Angelina mulai menangis sambil memeluk Alicia.
"Aku memaafkan mu, sudah tidak usah menangis." Bujuk Richard pelan. Alicia langsung mengingat pakaian Richard yang ada di apartemen nya.
"Ayo ke apartemen ku." Ucap Alicia pad Richard. Alicia membawa Angelina dengan langkah cepat.
"Apa tidak bisa pelan?" Tanya Richard yang melihat Alicia membawa Angelina dengan buru-buru menaiki tangga.
"Kau tunggu didalam, aku akan mengantarkan Angelina terlebih dahulu." Alicia membuka apartemen nya, dan meninggalkan Richard sendirian.
Richard masuk kedalam, ia memperhatikan kembali kemejanya yang kotor. Rasa kesal tak bisa dipungkiri, namun melihat anak kecil menangis adalah kelemahannya.
"Dimana letak kamar mandi." Richard berjalan pelan, berusaha menebak letak kamar mandi.
Suara langkah kaki membuat Richard menengokan kepalanya, Alicia masuk dan menutup pintu.
"Ayo ganti kemeja mu." Ucap Alicia. Wanita itu masuk kedalam sebuah kamar, membuat Richard yang tak tau arah hanya bisa mengikuti Alicia.
Richard memperhatikan kamar sempit milik Alicia, semuanya rapi dan tersusun indah. Ranjang kecil itu terlihat sangat empuk dan nyaman.
"Ini kemeja dan celana mu, sudah aku cuci nya sangat bersih." Alicia mengeluarkan kemejanya yang tergantung rapi dan dilapisi plastik.
"Aku hanya butuh kemejanya." Richard melepaskan jasnya. Wajah Alicia sedikit menunduk dan memerah. Richard tersenyum miring saat menyadari Alicia yang malu melihat nya akan membuka kemeja, pikiran gilanya pun bersarang diotaknya.
"Apa kau tidak akan melepaskan plastik itu?" Tanya Richard sambil menaruh kemejanya diatas kursi kecil. Ia menggerakkan otot-otot nya dan mendekati Alicia.
Alicia buru-buru melepaskan plastik yang membungkus kemeja mahal itu.
"A..apa?" Cicit Alicia.
"Bukan kah kau sudah menjadi kekasih ku? Kenapa harus malu?" Wajah Alicia semakin memerah mendengar itu. 'Kekasih kontrak' ralat Alicia dalam hatinya.
"Aku akan mengenakan nya." Alicia memberanikan diri untuk memakaikan kemeja itu, namun baru satu tangan Richard yang masuk Alicia terdorong ke pintu lemari, Richard terlebih dahulu menyerang bibir indah itu, ia tak bisa menahan lagi.
"Hmmp." Alicia sedikit mendorong Richard, ia kehabisan nafas.
"Aku ingin sekarang." Bisik Richard ditelinganya. Alicia menghirup nafas sebanyak mungkin saat terlepas dari Richard.
"Aku.. aku ingin minum dulu." Alicia langsung meninggalkan Richard sendirian didalam kamarnya, ia bergegas menuju dapur, mengambil segelas air dan menenangkan jantungnya. Alicia menjadi ingat permen yang diberikan Jessy, ia membuka satu permen itu.
"Ayo Alicia, kau bisa." Alicia menenangkan dirinya sendiri sambil menyesap permen tanpa rasa itu.
Setelah sudah tenang, Alicia menaruh tasnya, ia meneguk air liurnya dan berjalan ragu kedalam kamar.
'Bagaimana aku bisa tenang.' lirih Alicia. Kini ia melihat Richard tanpa pakaian atas, otot-otot itu seakan meminta Alicia untuk menyentuhnya.
"Bisa kita melakukan nya dengan pelan?" Cicit Alicia sambil duduk disebelah Richard.
"Kau menyukai cara lembut?" Ucap Richard pelan, ia menyelipkan rambut Alicia kebelakang telinga wanita itu, bibir keduanya mulai bertemu dan saling menyambut. Tangan Richard mulai membuka satu persatu kancing kemeja Alicia.
Suara Alicia yang memburu membuat Richard semakin bersemangat, ia menuntun Alicia untuk berbaring, membebaskan gundukan kenyal yang Richard suka itu.
"Kau suka?" Richard mendekatkan mulutnya pada puncak gundukan itu. Suara nafas Alicia pun semakin berat dan tak beraturan.
Richard mengejar sesuatu yang akan ia dapatkan, ia mempercepat ritme gerakannya, suara racauan itu membuat Richard bertambah semangat dan semakin memperdalam dirinya.
"Huh." Richard ambruk diatas tubuh Alicia. Ia mengeluarkan nya didalam, tak memikirkan apa yang akan terjadi nantinya, bagi Richard Alicia benar-benar indah dan memabukkan.
Alicia sama halnya. Ia melepaskan genggaman di sprai nya saat dirinya sudah beberapa kali mencapai pelepasan. Rasa nya berbeda dengan apa yang ia rasakan dulu, bayangan itu pun lenyap saat Alicia memaksakan diri untuk tetap tenang.
"Tidur dulu sebentar, nanti aku akan mengantarkan mu ke rumah sakit." Richard sudah terlentang dipinggirnya, nafas pria itu masih tak beraturan. Tubuh Alicia sedikit mematung saat Richard memeluknya dan menutupi tubuh mereka dengan selimut.