One Night Stand With My CEO

One Night Stand With My CEO
Mulai beraksi



Kini mereka didalam kamar Justin. Pria itu mengeluarkan sebuah monitor.


"Kita akan mencari titiknya dulu." Ucap Justin sambil menyalakan layar berukuran sedang.


"Apakah ada?" Tanya Richard cepat.


"Sedang mendeteksi." Layar hijau itu menampilkan logo jarum jam yang berputar, hingga akhirnya logo itu menghilang dan menampilkan banyak sekali titik putih.


"Apa ini?"


"Kau tak akan mengerti." Jawab Justin yang mulai fokus.


"Kita titik merah." Gumam Justin pelan.


"Apa maksud dari titik putih?" Tanya Richard penasaran, begitu banyak titik putih disekeliling mereka.


"Ini adalah lokasi yang terdeteksi di maps." Justin mengklik titik putih yang disertai 2 titik merah, tulisan nama Hotel yang mereka tempati muncul disana.


"Alicia mana?"


"Entah lah, aku sedang mencarinya." Justin menggeser dan memperkecil ukuran maps.


"Bukankan ini titik Alicia dan Harry?"


"Kau tau darimana?" Richard menatap titik itu tak berdekatan, saat maps mulai diperdekat.


"Aku hanya menyambungkan 4 titik. Telepon Harry, tanyakan ia dimana." Richard dengan sigap memanggil Harry, untuk saat ini ia hanya bisa menuruti Justin.


Justin memperjelas jarak diantara mereka, hanya 1km itu pun kurang. Artinya mereka ada di daerah yang sama.


"Ini." Richard memberikan ponselnya pada Justin.


"Hallo Mr. Alvaron?"


"Ini aku Justin. Kau sedang ada dimana?"


"Aku sedang di kawasan B. Kami sedang mengintai seseorang. Pria itu keluar dari markas dengan kotak makanan yang sudah aku curigai isinya adalah narkotika."


"Markas?" Gumam Justin.


"Tempat yang pernah aku foto. Bangunan tua seperti sudah terbengkalai." Ah, Justin ingat. Itu artinya Alicia kini sedang di markas John.


"Kirimkan aku lokasi mu sekarang. Aku akan kesana."


"Tidak bisa. Ini padat penduduk. Kalian akan menimbulkan curiga jika mengenakan jas."


"Kalau begitu aku akan mencari cafe dekat sana. Kali ini ada yang lebih penting untuk di kerjakan."


"Apa ada sesuatu?"


"Alicia diculik, dan titiknya kurang dari 1km dari tempat mu."


"Kita akan bahas nanti. Kau sedang dengan siapa?"


"Aku sedang bersama Philips, menyamar sebagai turis yang miskin dan mencari tempat tinggal murah untuk beberapa hari.


"Aku suka cara itu. Aku tunggu lokasi mu."


"Baik. Aku akan langsung mengirimnya" panggilan itu terputus, pesan berbagi lokasi langsung datang memalui chat.


"Sepertinya kita akan benar-benar bertemu La Cosa Nostra." Gumam Justin. Richard mengerutkan keningnya.


"Apa itu?".


"Bos dari segala bos." Jawab Justin.


"Cosa Nostra membuktikan bahwa kejayaan bisa dicapai dengan darah manusia."


"Apa yang kau bicarakan? Dia yang menculik Alicia?" Justin menggelengkan kepalanya.


"Bukan, aku hanya pernah membacanya di sebuah artikel. Cosa Nostra adalah sesepuh mafia di Italia. Organisasi ini telah beroperasi sejak 1800an dan dikenal dengan aturan ketat anggotanya yang bernama omertà, sumpah untuk setia dan tidak membocorkan apa pun kepada para penegak hukum." Richard semakin tak mengerti dengan apa yang ucapkan Justin, hingga seseorang datang kedalam kamar Justin.


"Aku mendapatkan rekamannya." Justin tersenyum mendengar ucapan sekertarisnya yang seperti robot itu, SAM.


"Ternyata kau berguna juga." Justin mengambil ponsel Sam dan langsung memutar Vidio itu. Justin mencari waktu yang tepat saat kejadian. Ia mempercepat Vidio dan mempause saat ada yang mulai janggal.


"Dua orang ini berhenti di depan kamar mu."


Richard mengambil ponsel itu secara cepat. Dua orang berpakaian polisi.


"Mereka polisi?" Tanya Richard.


"Bukan. Lihatlah, badan mereka seperti preman, mereka samaran. Polisi disini tampan dan badan mereka bagus." Richard mengangguk pelan, ia semakin panik.


"Bisakah kita kelokasi Harry? Aku ingin cepat melihat Alicia."


"Baiklah. Kita menggunakan mobilku. Aku pastikan kita sampai dengan cepat disana." Justin membawa sebuah kotak hitam dan monitor.


"Apa itu?"


"Alat pelacak kamera pengintai. Kita bisa melihat siapa saja yang sedang membawa kamera tersembunyi." Richard lagi-lagi mengangguk, mereka mulai berjalan keluar kamar.


°°°



Thank you,


DHEA


IG: Dheanvta