One Night Stand With My CEO

One Night Stand With My CEO
Rencana Baru



John tersenyum, ia berjalan mengambil ponsel itu dan mendekati Alicia.


"Sepertinya pria ini tengah panik dan merindukan mu. Baru saja permainan akan dimulai, sudah ingin diakhiri saja." John menggeser gambar berwarna hijau.


"Hemmmmp." Alicia berteriak, ia berusaha meminta tolong pada Richard.


°°°


Mereka kini dicafe, enam orang dengan pandangan serius menatap monitor dihadapannya.


"Kita harus hati-hati dengan beberapa titik ini. Semuanya ada kamera yang mungkin saja terlihat ataupun tidak."


Richard memperhatikan sekilas sambil terus menelfon Alicia.


"Tidak akan diangkat, sudah lah hentikan kegiatan tidak berguna itu." Komentar Justin gemas.


"Ponselnya masih aktif. Mungkin saja ada kesempatan aku bisa mendengar suara Alicia."


"Terserah saja. Yang lain perhatikan rencana ku." Desis Justin mulai kesal.


Richard tak henti-hentinya menelfon Alicia, jika ponsel wanita itu aktif mungkin itu menandakan ada sedikit harapan untuknya.


Mata Richard sedikit membola, panggilannya diangkat, angka detik mulai maju. Dengan kencang Richard menepuk bahu Justin, membuat pria itu menatap tajam pada Richard, namun sebelum Justin protes ia menunjukan ponselnya.


"Rekam." Kata Justin dengan bahasa mulut. Tak mengeluarkan suara apapun.


Richard mengangguk dan mulai merekam, ia juga menekan pengeras suara.


"Alicia!" Teriak Richard kencang, ternyata Alicia tengah dibekap, wanita itu berteriak namun ditahan sesuatu yang menghalangi suaranya.


"Alicia tenang lah. Aku akan menemuimu sebentar lagi." Ujar Richard. Suara tawa seorang pria membuat Richard terdiam, tawa itu mengejeknya.


"Kau yakin sebentar lagi? Dia baik-baik saja, dan aku dapat memastikan wanita mu akan bahagia disini."


"Apa yang kau inginkan?" Tanya Richard tegas.


"Aku hanya ingin $1.000.000, apa kau keberatan memberikan uang itu?"


"Apa?! Kau gila!" Pekik Richard, ia diperas?.


"Malam ini pun.." ucapannya terhenti saat Justin mengambil ponselnya, ia mematikan panggilan itu.


"Apa maksud mu!" Teriak Richard, Justin sungguh tidak sopan.


"Kau ingin menebusnya malam ini? Kau tau ini bukan uang yang sedikit! Kau ingin menjadi sapi perah mereka? Belajarlah untuk cerdas."


"Kau tidak tau khawatirnya aku. Bagaimana jika mereka menyakiti Alicia? Kau ingin aku bunuh." Gebrakan Richard diatas meja mungkin sangat keras, hingga beberapa tamu memperhatikan meja mereka dengan wajah bingung.


"Bisa kah kau tenang? Kau mungkin pandai didunia bisnis, tapi ini dunia mafia, mereka bisa saja licik bahkan diatas kertas perjanjian pun. Ini bidang kami dan ikutilah rencana yang sudah kami susun. Bukan perkara uang, tapi untuk menghentikan kegiatan gelap ini." Richard terdiam. Itu benar, ini bukan bidangnya, ia tidak mengerti semua yang berbau kejahatan kriminal seperti ini. Tapi bagaimana dengan Alicia? Wanita itu pasti tengah ketakutan dan menangis.


"Sam. Pergilah ambil $10.000 dengan pecahan $1, masukan kedalam koper." Richard mengerutkan keningnya.


"Untuk apa?"


"Aku mengubah rencana ku. Mereka sepertinya akan terang-terangan untuk ini." Justin menatap Richard dengan senyum sinis.


"Kita akan mengikuti kemauannya dan kau menjadi umpan."


"Kau menjadikan ku umpan?!" Ia menjadi bingung harus percaya atau tidak dengan Justin.


"Ah Sam aku hampir lupa. Ambil $10.000 dari rekening Richard, jangan mengganggu uang ku." Ujar Justin santai.


"Sial." Gumam Richard, namun ia tetap mengeluarkan dompetnya.


"Kita akan menyiapkan tempat kosong dan beberapa orang lagi untuk menyergap mereka. Ini akan menyenangkan.


_


Dukung author dengan cara memberikan vote dan like🙌


Thank you,


DHEA


IG: Dheanvta