One Night Stand With My CEO

One Night Stand With My CEO
Menggali Masa Lalu



Richard tersenyum miring saat ruangan Alicia sudah berwarna hijau. Ia membuka galeri ponsel, melihat kembali potret seorang ayah tengan menggendong anak kecil, orang suruhannya di New York mengirimkan foto ini pada Richard.


Orang itu merasa ada yang ganjil dengan foto-foto yang tertinggal dirumah lama Alicia. Banyak foto Alicia dan ibunya, namun hanya foto ini yang menampilkan wajah ayahnya Alicia, itu pun saat Alicia terlihat masih sangat kecil, sekitar umur 6 tahunan.


'Aku datang kerumah lamanya. Ternyata rumah itu telah dibeli oleh seorang nenek bernama Maria Willson. Nenek itu berkata Sophia menjualnya 10 tahun yang lalu dengan keadaan menangis dan memohon seraya memberikan kunci rumah, dan keesokan harinya ia tak pernah melihat Sophia lagi, bahkan Sophia tak membawa barang-barang yang ada didalam rumahnya, pakaiannya pun hanya beberapa yang Sophia bawa, terlihat dari lemari yang saat itu terlihat berantakan. Bukan kah itu aneh sir? Aku akan mencari tau lebih lanjut lagi.'


Richard meneguk jarinya di meja, otak nya berfikir keras, ia mengingat secara detail ucapan orang suruhannya, dan Ya, Richard merasa ada yang janggal.


"Aku semakin penasaran dengan mu, Alicia." Gumam Richard.


Suara ketukan pintu membuat Richard langsung membalikkan layar ponselnya, Alicia masuk dengan map merah maroon ditangannya.


"Ini jadwal kegiatan anda sir." Richard mengambil nya dengan cepat, ia meneliti apa saja yang akan ia kerjakan hari ini.


"Terimakasih, kau bisa keruangan mu kembali." Rasanya hari ini Richard lebih tertarik mengungkapkan masalalu Alicia dibandingkan berdekatan dengan wanita itu secara langsung, itu membuat konsentrasi nya sedikit buyar.


"Baik sir. Aku hanya mengingatkan rapat jam 3 nanti akan dihadiri langsung oleh Mr.Franz." Richard mengepalkan tangannya.


'Pria tua itu lagi.' geram Richard dalam hati. Bukannya Alex tidak suka suasana kantor dan menjebak dirinya dan Alicia diclub itu? Kenapa hari ini pria tua itu datang menghadiri rapat!.


"Baik lah." Jawab Richard ketus. Ia harus memikirkan cara agar pria tua itu tidak bisa melihat Alicia, pasti mata keranjangnya terus memperhatikan Alicia diruang rapat nanti.


"Aku permisi Sir." Tanpa menunggu jawaban Richard, Alicia segera keluar dari ruangan pria tampan itu, hatinya sedikit kecewa karena tak melihat senyuman atau sedikit ucapan hangat pria itu.


"Huft." Alicia menghembuskan nafasnya dan duduk di kursi kerjanya, ia harus membiasakan diri dengan perubahan sikap Richard yang berubah-ubah, ia juga harus meyakinkan dirinya untuk tidak menyimpan harapan apapun pada Richard.


Namun wanita mana yang tidak akan berharap jika diperlakukan special oleh pria seperti Richard, kemarin dan beberapa hari yang lalu pria itu begitu hangat dan mendekati Alicia, memberikan begitu banyak barang mewah, menenangkan dirinya disaat traumanya kambuh, dan sikapnya yang bossy malah membuat Richard terlihat lebih berkarisma.


Alicia menggelengkan kepalanya.


"Apa yang aku pikirkan." Alicia memukul pelan kepalanya, sepertinya ada sedikit yang salah dengan otaknya.


Ia pun mulai membuka beberapa berkas yang menumpuk dimejanya, hari Senin adalah hari paling sibuk dan ia harus cepat menyelesaikan ini semua, tidak ada waktu untuk memikirkan hal lain.


°°°


Thank you,


DHEA


IG: Dheanvta