One Night Stand With My CEO

One Night Stand With My CEO
Kawal



Dering ponsel Alicia terus berbunyi, ia sedikit menutup laptopnya dan mengangkat panggilan itu.


"Hallo, siapa?" Tanya Alicia bingung, ia tak mengenali nomor tanpa nama itu.


"Hallo, ini aku Robert, tadi Angelina mengetuk pintu ku, dan sekarang aku sedang diperjalanan menuju rumah sakit." Alicia mengerutkan keningnya, seperti ada sesuatu yang buruk.


"Siapa yang kau bawa ke rumah sakit? Ada apa?." Alicia mulai panik, ia berdiri dan bergerak tak sabaran.


"Sebentar, aku sedang mengemudi." Alicia berbedak dan terus bertanya tanpa henti.


"Angelina, ambil ini." Sayup-sayup terdengar suara pria itu pelan.


"Ha..Hallo kak Alicia." Kini suara Angelina.


"Angelina, ada apa? Kau tidak apa-apa? Atau ada yang terjadi dengan mama?" Tanya Alicia panik. Terdengar suara tangisan anak kecil itu membuat Alicia langsung mengambil tasnya, ia harus pulang sekarang.


"Mama.. tadi mama sakit, dia tak sadarkan diri."


"Apa?! Tanyakan pada Robert, rumah sakit mana yang akan dituju? Ayo cepat Angelina, aku harus kesana sekarang." Tangis Angelina semakin kencang, Alicia mengurut keningnya, anak itu sangat manja dan tidak biasa mendengar suara ribut atau suara memarahinya.


"Angelina, sudah jangan menangis, aku tidak memarahi mu, tolong berikan ponselnya pada Robert."


"Hallo Alicia. Aku akan menuju Alameda Hospital." Alicia langsung memutuskan panggilan tersebut, ia keluar dari ruangannya.


Alicia menarik nafasnya dan menatap jam tangan baru menunjukkan pukul jam 2 siang. Dengan perasaan panik dan takut ia mengetuk pintu Richard kencang.


"Masuk."


Alicia membuka pintu, Richard menatap nya dengan bingung , terlihat dari pulpennya yang menggantung indah dijarinya yang terhenti sedang menandatangani berkas.


"Ada apa Alicia?" Richard terkejut melihat wajah Alicia yang panik sambil memeluk tas hitam miliknya.


"Boleh aku ijin pulang lebih awal sir? Ibu ku masuk rumah sakit, besok aku akan lembur menggantikan sisa jam hari ini." Richard berdiri dan menyambar jasnya, ia mengenakan jas dengan cepat.


"Ada rapat penting sore ini sir. Anda harus menghadirinya." Tolak Alicia, namun Richard tak menggubrisnya, ia menarik tangan Alicia dan berjalan cepat menuju lift. Ia tau kepanikan Alicia saat ini.


"Siapkan aku mobil dan kawalan, sebentar lagi aku sampai basement." Richard memasukkan ponselnya, ia menatap pantulan Alicia tengah menatapnya dan sesekali menggigit bibir bawahnya, raut wajahnya begitu panik dan tak sabar.


Richard menarik nafasnya pelan, ia mengurung diri Alicia dengan dadanya, sedikit menepuk punggung kecil wanita itu.


"Kita akan sampai dengan cepat. Jangan khawatir."


"Aku bisa sendiri sir, tidak harus seperti ini." Richard melepaskan pelukannya. Ia menarikan rambut Alicia yang sedikit berantakan menutupi wajah Alicia.


"Kau akan membawa mobil sendiri dengan keadaan seperti ini? Ditengah kemacetan jalan? Apa kau akan menabrak setiap mobil yang menghalangi jalan mu?" Alicia menggelengkan kepalanya.


"Tapi kau ada rapat."


"Rapat 1 jam lagi. Dan aku ingin memastikan mu sampai dengan selamat kesana." Jawab Richard tegas.


"Terimakasih.. terimakasih, maaf merepotkan mu, maaf juga aku tidak bisa membantu mu dirapat sore ini." Hati Alicia menghangat, ia bersyukur Richard masih mau membantu nya.


"Jangan pikirkan itu, Felly bisa menggantikan mu." Ucapan itu terhenti tepat saat pintu lift terbuka, mereka disambut oleh dua orang berpakaian jas hitam lengkap dengan kacamata hitam yang membingkai diwajah kedua orang itu. Tak lama sebuah mobil berhenti dihadapan mereka, kedua orang itu langsung naik kemotor yang berukuran lumayan besar, suara sirine mulai dinyalakan.


"Ayo." Richard menarik tangan Alicia saat pintu mobil dibuka oleh seorang pria bertubuh tegap. Alicia duduk dikursi belakang, bersebelahan dengan Alicia.


"Kemana tujuan kita?" Tanya pria tegap tadi yang ternyata supir mobil ini.


"Alameda Hospital." Jawab Alicia cepat. Pria itu menekan alat kecil yang menempel ditelinganya.


"Alameda Hospital." Ulang pria itu entah pada siapa. Alicia tak pernah dikawal seperti ini, ia seperti orang bodoh yang hanya diam dan sedikit kagum dalam kekhawatiran nya.


Motor besar didepan terlebih dahulu berjalan dan disusul oleh mobil yang ia tumpangi.


"Kau harus sedikit tenang." Richard menarik tubuh Alicia kedada, mencoba merilekskan tubuh kaku itu.