
Selepas mengantarkan Alicia kerumah sakit, Richard langsung pulang ke apartemen miliknya, ia melemparkan dirinya sendiri keatas ranjang besarnya.
"Oh Alicia. Apa yang kau lakukan pada ku." Gumam Richard. Pikiran nya selama ini salah, ia kira jika mereka sudah melakukan itu sekali lagi akan membuat Richard bosan, namun bukannya bosan yang Richard dapatkan malah Richard ingin terus berada didekat wanita itu.
Senyum miring terukir diwajah Richard, ia mengingat jelas kejadian indah tadi. Alicia tidak menolak nya seperti biasa.
"Apa Alicia sudah tidak takut pada ku?" Richard menggelengkan kepalanya, bukan dirinya yang membuat Alicia takut, tadi kejadian masa lalunya yang membuat Alicia selalu menolaknya. Richard menjadi tak sabar ingin segera mengetahui apa yang terjadi pada Alicia waktu dulu.
Suara pesan masuk menyadarkan Richard dari lamunannya.
[Terimakasih sudah menjenguk ibu ku.]
Richard tersenyum dan menjawab pesan itu dengan cepat.
[Terimakasih juga sudah meminjamkan kamar mu untuk kegiatan panas tadi.]
Richard membayangkan bagaimana reaksi Alicia saat membaca balasannya, bersemu merah, malu-malu, langsung menghapusnya atau memakinya?.
°°°°
Alicia tak menyangka akan mendapatkan balasan dengan cepat. Ia segera membuka pesan itu.
"Apa.. ah jika pria ini bukan boss ku." Maki Alicia yang langsung menghapus pesan dari Richard.
"Kenapa Alicia? Apa ada masalah? Wajah mu merah." Alicia langsung menggelengkan kepalanya, sekarang ia malu pada mamanya sendiri.
"Tidak ada apa-apa ma." Jawab Alicia cepat.
"Ayo kita tidur, besok aku harus bekerja." Alici tersenyum sambil mengeluarkan baju tidur berwarna biru tua bergambarkan bintang berwarna kuning.
°°°
Richard sudah sangat segar pagi ini, ia sangat menanti pertemuan nya dengan Alicia, sesekali ia melirik ruangan Alicia belum berwarna hijau.
"Kemana wanita itu?" Gumam Richard, dengan tak sabaran ia mengambil ponsel dan mencari nama Alicia.
"Dimana?" Tanya Richard cepat saat panggilannya terhubung.
"Aku di lift. Ada.."
"Langsung keruangan ku sekarang." Richard memutuskan panggilan itu dengan cepat.
Alicia menatap jam yang melingkar ditangannya.
"Bukannya masih ada waktu setengah jam lagi?" Gumam Alicia bingung. Setelah lift terbuka Alicia langsung bergegas menuju ruangan Richard, mengetuk pintu itu beberapa kali dan masuk setelah mendengar suara Richard.
"Maaf sir. Apa ada masalah? Ini baru pukul 7 lewat 30 menit." Alicia menampilkan wajah bingung dan masih terdiam dekat dipintu.
"Kita sedang berdua Alicia, jangan terlalu formal. Masuk lah." Alicia mengangguk dan berjalan pelan mendekati Richard. Pria tampan dengan bentuk tubuh yang sempurna.
"Duduk disitu. Temani aku menandatangani berkas-berkas ini." Alicia mengerutkan keningnya dan hanya menurut.
Setelah 20 menit berlalu dengan keheningan, Alicia mulai membuka suaranya.
"Maaf sir. Bolehkah aku ke ruangan ku? Aku ingin membuat laporan kegiatan mu hari ini." Richard menatap Alicia, ia menggoyangkan pulpen ditangannya.
"A.. apa? Tidak bisa, ini dipekerjaan." Tolak Alicia.
"Kita sedang berdua. Ayo coba lah." Alicia terdiam, dengan ragu ia membuka mulutnya.
"Rich... Richard."
"Ya. Mudah bukan? Aku senang nama ku di sebut oleh mu."
"Apa aku boleh keruangan ku sekarang, Rich?" Tanya Alicia kembali.
Richard berdiri dari duduknya. Ia berjalan mendekati Alicia dengan sebuah majalah ditangannya.
"Sebenarnya ada yang ingin aku katakan." Alicia mengangkat alisnya, perasaan nya mengatakan ada yang tak beres.
"Apa?" Cicit Alicia pelan.
"Sebenarnya malam kemarin aku menyuruh orang untuk mengantar mobil mu ke rumah sakit, agar pagi ini kau tidak menggunakan taxi."
"Aku tidak menggunakan taxi. Aku diantar oleh Bella. Lalu dimana mobil ku? Apa sudah di rumah sakit dari semalam?" Tanya Alicia. Ia sebenarnya lelah jika tidak menggunakan mobilnya sendiri, jika benar sudah di rumah sakit dengan terpaksa sore ini ia akan menggunakan taxi untuk pulang."
"Mobil mu.."
"Ada apa dengan mobil ku?" Tanya Alicia gugup, perasaan nya menjadi tak karuan.
"Ini majalah mobil." Richard menyodorkan sebuah majalah dengan mobil-mobil mewah yang ada didalamnya. Namun itu malah membuat Alicia semakin bingung.
"Apa maksudnya ini?" Tanya Alicia. Apa Richard akan membeli mobil dan meminta saran padanya?.
"Semalam orang suruhan ku mengatakan mobil mu beberapa kali mogok diperjalanan menuju rumah sakit." Alicia meringis. Mobilnya memang sudah jelek dan sering menyusahkan.
"Jadi aku menyuruh mereka membuang mobil mu." Lanjut Richard. Alicia terdiam, apa dirinya salah mendengar, atau..
"Apa?!" Pekik Alicia, matanya membola. Ia sudah payah mengumpulkan uang untuk membeli mobil bekas itu.
"Tenang lah Alicia, mobil itu memang sudah waktunya dibuang, itu mobil tua dan sudah rusak."
"Dia memang sudah tua. Tapi masih bisa dipakai." Alicia tak bisa menyembunyikan rasa marah sekaligus terkejutnya. Baru hari ini ia mendengar ada orang membuang mobil orang lain.
"Jika mobil itu dijual akan lebih baik. Aku masih bisa mendapatkan uang dari mobil tua itu."
Richard mengetuk majalah yang ada diatas meja.
"Aku akan membeli mobil tua mu, pilihlah mobil baru mana yang kau suka."
°°°
Thank you,
DHEA
IG: Dheanvta