
"Turun lah. Kabari aku jika ada apa-apa." Alicia mengangguk, ia tersenyum diantara kepanikannya.
"Ya, aku pasti mengabari mu. Terimakasih." Richard mengangguk dan memperhatikan Alicia sampai tubuh wanita itu hilang masuk kedalam rumah sakit dengan sedikit berlari.
"Kita kembali." Ucap Richard pada pria tegap itu, ia mengangguk dan menekan benda kecil ditelinganya sembil mengulangi perkataan Richard.
°°°
"Angelina, dimana mama?" Tanya Alicia buru-buru. Wajah gadis itu menatap Alicia dan kembali menangis sambil memeluk Alicia.
"Maaf kan aku tidak bisa menjaga mama dengan baik." Alicia mengelus pelan kepala Angelina. Oh ayo lah, harusnya Alicia yang diperlakukan seperti ini!.
"Tidak apa-apa, ini bukan salah mu sayang. Terimakasih sudah mencari pertolongan untuk mama."
"Ibu mu sedang diperiksa." Ucap pria disebelah Angelina. Alicia mengangguk.
"Terimakasih sudah menolong ibu ku." Ucap Alicia tulus. Pria berkacamata itu membalas senyuman Alicia dan mengangguk.
"Tenang, aku yakin ibu mu tidak apa-apa. Duduk disini." Robert bergeser kekursi sebelah, Alicia memindahkan Angelina ketempat duduk bekas Robert, kini Angelina berada ditengah-tengah antara Robert dan Alicia.
°°°
"Aku ingin proyek ini dibuat di New York." Tegas Richard. Semua hanya diam saat pendapat Richard beda dari yang lainnya.
"Tidak sekalian saja di London agar semakin jauh?" Tanya Justin, putra kandung Alex Franz yang baru menginjak posisi GM diperusahaan Alex. Biasanya rapat diakhiri oleh keputusan Richard, namun saat ini banyak perdebatan dari Alex dan anaknya yang menyebalkan itu.
"Kenapa tidak disini saja? Bukannya Los Angeles sering dijuluki Kota malaikat, dengan fasilitas yang menduniawinya?" Richard berdecak. Ia tak puas jika ia belum menang dalam perdebatan nya.
"Bukannya New York juga mempunyai julukan? Kota yang tidak pernah tidur, bahkan New York menjadi pusat bisnis yang bagus, pusat budaya dan hiburan. Aku akan menunjukkan hal yang paling masuk akal." Richard berdiri, ia menekan laser pointer nya, tampilan didepan kini menunjukkan sebuah kurva.
Felly yang melihat Richard berjuang sendiri langsung ikut berdiri, ia maju ke depan dan mengganti Alicia untuk mempresentasikan.
"Lihat. Penjualan diNew York, hampir setiap tahunnya meningkatkan dan mencetak rekor penjualan tertinggi bahkan hampir semua produk yang kita keluarkan laku keras disana." Richard tersenyum. Ternyata sepupunya berguna juga, ia kira Felly akan seperti orang bodoh yang hanya menonton perdebatan panjang ini.
°°°
Alicia menatap jam di tangannya, ia bulak balik didepan pintu operasi.
"Duduk lah Alicia, kau belum makan dan minum kan?" Bella menatap cemas Alicia. Robert pulang saat Bella datang, Angelina pun sedang terlelap di kursi tunggu. Bella mengerti kecemasan Alicia, namun ia juga harus menjaga kesehatan badannya.
"Aku tidak haus." Tolak Alicia.
"Kau ingin dehidrasi dan membuat mama sedih?!" Tanya Bella sedikit berteriak. Ia kesal dengan Alicia yang tidak memperdulikan kesehatan. Dengan sedikit paksaan Alicia pun minum dan sedikit memakan roti yang ada.
Suara pintu ruangan yang terbuka membuat Alicia langsung menghampiri dokter tersebut.
"Bagaimana dok?" Tanya Alicia cepat.
"Operasi berhasil. Ibu mu akan dipindahkan dulu ke ruang inap." Ujar dokter itu ramah. Alicia tersenyum lemah, ia bernafas lega.
"Terimakasih tuhan." Gumam Alicia menutup wajahnya.
Sekarang yang ia bingungkan adalah kertas ditangannya, setelah menandatangani surat operasi tadi, Alicia langsung diberikan tagihan yang harus di bayar.
"Sabar lah. Orang yang akan sukses selalu melewati banyak cobaan." Bella mengusap bahu Alicia. Memberikan sedikit semangat.
"Bagaimana bisa aku mendapatkan uang sebanyak ini dalam semalam." Gumam Alicia.
"Aku akan membantu mu setengahnya, aku punya tabungan dan aku akan mencoba meminjam pada bos ku." Alicia menatap Bella dengan cepat.
"Aku tau, aku tau harus kemana untuk mendapatkan uang." Ucap Alicia yakin. Bella mengernyitkan dahinya.
"Kau tidak berfikir yang aneh-aneh kan?" Tanya Bella panik.
"Tidak. Aku akan meminjam pada bos ku." Alicia tersenyum hambar.
"Tunggu disini sebentar."
"Kau mau kemana?" Teriak Bella, namun Alicia sudah berlari terlebih dahulu mengabaikan pertanyaan Bella.
-
Thank you,
DHEA
IG: Dheanvta