One Night Stand With My CEO

One Night Stand With My CEO
Extra Part: Baby Ken



"Hai sayang, aku membawa menu baru dari cafe. Cobalah." Mama Richard menyimpan sekotak makanan diatas meja. Disusul oleh Sophia yang langsung mencium Alicia.


Alicia tersenyum, Sophia sudah semakin sehat dan 3 kemoterapi berjalan dengan lancar, hanya saja rambut Sophia yang semakin menipis, tapi tak membuat aura cantiknya memudar. Mama Richard pun sangat baik dan selalu memberikan obat terbaik untuk Sophia, membuat nafsu makan Sophia tertambah banyak.


"Oh ini pasti sangatlah lezat." Komentar Alicia, ia membuka kotak makan, semenjak kehamilannya yang sudah memasuki usia kandungan tua membuat tingkat nafsu makan Alicia meningkatkan drastis, terlihat dari pipi dan badan Alicia yang mulai terlihat chubby.


"Makanlah sayang, ini resep baru kami." Ujar Sophia lembut.


"Richard kemana? Dia tidak kerja kan?" Tanya mama Richard panik saat melihat Alicia sendirian menonton TV.


"Tidak Ma. Rich sedang mandi." Sedikit lega Mama Richard mendengar itu. Ia duduk disamping Alicia, membuat Alicia ditengah-tengah antara para mama-nya.


"Baguslah, mama akan memarahi nya jika sampai memaksakan bekerja. Oh aku tidak sabar melihat cucu ku." Mama Richard mengelus perut Alicia yang sudah membuncit besar.


"Sabar. Tiga hari lagi kita akan melihatnya didunia." Jawab Sophia tak kalah senang.


"Ah iya. Ini resep yang kita buat khusus ibu hamil, baik untuk kesehatannya. Sup ini juga sangat diperkaya vitamin C, D dan B6." Jelas mama Richard.


Alicia mengambil sendok plastik yang ada dipaper bag kecil itu, mulai menyuapkan sup kedalam mulutnya. Rasanya? Agak hambar dan rasa sayur yang begitu terasa.


"Bagaimana?"


"Seperti makanan diet." Kikik Alicia.


"Aku sebenarnya ingin membuat masakan ini nikmat, tapi dokter mengatakan tidak boleh terlalu banyak rasa mu."


"Tidak apa-apa, ini juga nikmat untuk dimakan. Aku suka sayur." Jujur Alicia.


Mama Alicia menyimpan kembali paperbag berukuran besar untuk Alicia.


"Aku lupa. Ini hadiah dari Felly." Mendengar kata hadiah Alicia langsung mengambil paperbag tersebut, ia membuka dan mengeluarkan sebuah kotak besar, sangat lucu dengan gambar-gambar kartun.


"Oh ini menggemaskan." Ini seperti semua perlengkapan untuk bayi, mulai dari baju, kaos kaki, sarung tangan mungil, topi, sepatu bayi dan beberapa perlengkapan lain berwarna biru dan putih, ada juga yang berwarna hitam putih.


"Sampaikan terimakasih untuk Felly ma. Aku menyukainya."


"Mama sudah mengatakan itu." Kikik mama Richard.


Mereka saling berbincang dan bertukar cerita, mama dan Sophia menceritakan bagaimana keadaan cafe yang semakin hari semakin ramai, sedangkan Alicia menceritakan kegiatannya yang membosankan di rumah.


"Aku? Seperti biasa, berkeliling ditaman bersama Richard, memberi makan ikan dan menonton TV ma."


"Ya, memang diusia kehamilan harus banyak berjalan, itu dalam melancarkan persalinan nanti sayang." Sahut Sophia.


Tak berapa lama, Alicia mulai merasa aneh pada perutnya, ia memegang perutnya dengan samar.


"Ada apa?" Tanya Sophia.


"Aku mulai mulas ma."


"Hah? Kau akan lahiran sekarang sayang? Kita harus ke rumah sakit." Tanya mama Richard.


Alicia menggenggam tangan mama Richard yang hendak pergi.


"Tidak. Ini mulas biasa, pagi juga aku mulas seperti ini, mungkin mendekati hari lahiran." Richard pun pagi tadi panik, namun rasa mulas Alicia cepat menghilang lagi. Dan kini mulas itu mulai terasa kembali, Alicia semakin menegang perutnya saat rasa mulas itu semakin terasa, ini tidak sama seperti tadi pagi.


"Aw, aku sangat.." Alicia tidak bisa menjelaskan rasanya, ia bergerak tak tenang.


"Aku harus memanggil Richard. Temani Alicia." Sophia mengangguk dan memegang tangan Alicia, mencoba memberi kekuatan pada Alicia agar bisa menahan rasa mulasnya.


Mama Richard mengetuk pintu kamar Richard, karena lama tak dibuka ia langsung masuk dan mengetuk keras pintu kamar mandi.


"Richard! Cepatlah keluar! Alicia akan melahirkan!" Terdengar suara shower mati, tak lama muncul Richard yang hanya mengenakan handuk dipinggangnya.


"Alicia akan melahirkan?!" Tanya Richard tak kalah panik. Ia sudah yakin pagi tadi adalah kontraksi awal. Dokter pun sudah mengingatkan akan ada kontraksi-kontraksi seperti itu, namun Alicia keras kepala bahwa itu adalah mulas biasa. Dengan panik Richard melewati mama nya dan hendak melihat keadaan Alicia.


"Richard!" Richard menghentikan langkahnya dan menengok kearah mama.


"Pakailah dulu baju mu, kita langsung ke rumah sakit." Gerutu mama, tidak mungkin bukan Richard akan keluar seperti itu?.


"Baiklah. Mama bawa dulu Alicia kedalam mobil, aku akan cepat menggunakan baju." Richard membantu mama nya agar cepat keluar dari kamarnya, membuat protesan keluar dari mulut wanita itu.


"Benar-benar mengusir ku?!" Tanya Mama Richard saat Richard menutup pintu kamarnya, ia menuruni tangga dengan cepat.


"Semua pelayan! Kemarilah!" Teriak Mama Richard keras. Beberapa mulai berdatangan.


°•°•°•°


Alicia menghembuskan nafasnya kuat, ia menarik keras kaus dan tangan Richard. Semua intruksi dokter tak bisa didengar Alicia, ia tak tahan dengan rasa mulas dan sakit yang hadir bersamaan.


"Ayo sayang, kau bisa." Richard sedikit meringis saat kuku Alicia ikut mencengkram ditangannya.


"Kau wanita kuat sayang." Lagi-lagi Richard hanya bisa memberikan semangat seperti itu, ia tak tega melihat Alicia berjuang melahirkan anak mereka.


Tak lama, suara tangis bayi mulai terdengar, Alicia mulai mengatur nafasnya tenang, badannya terasa lemas, hingga bayi yang terasa menggigil dan menangis ditarun diatas dadanya. Alicia tersenyum kecil, dan kecupan Richard dikening membuat Alicia kini menjadi wanita sempurna, ia memiliki 3 jagoan dihidupnya. Richard, Malaika kecilnya, dan Marten. Mereka semua pria yang ada dihari Alicia, tak peduli dengan berapa buruknya Marten, ia tetap ayahnya.


°°°


Semuanya berkumpul didalam ruangan. Menyaksikan lahirnya malaikat kecil, bertambah nya anggota keluarga yang baru.


"Oh lihat lah. Ia akan tampan seperti Richard." Puji Mama Richard.


"Mata nya mungkin akan indah seperti Alicia." Puji Sophia tak ingin kalah, membuat semuanya tertawa. Jessy menyandarkan kepalanya pada bahu Justin, bayi itu benar-benar menggemaskan.


"Kita akan memiliki nya nanti." Bisik Justin pelan, membuat Jessy tertawa.


Sedangkan Felly, kini ia sudah menikah dan usia kandungannya masuk 3 bulan.


"Feeling ku benar-benar kuat. Baru siang tadi aku memberikan kado untuk mu." Ujar Felly.


"Ya. Bagaimana kau tau itu? Mengagumkan." Ujar Richard.


Terdengar suara pintu terbuka, membuat ruangan ini semakin penuh. David dan Barbara masuk dengan sekeranjang buah ditangan David.


"Astaga aku benar-benar terkejut mendengar kelahiran ini. Selamat Rich, akhirnya kau menjadi seorang ayah." David memeluk Richard dengan erat, menepuk punggung Richard dengan kencang. Sedangkan Barbara mengucapkan selamat pada Alicia dengan lembut.


Semua suasana hangat dan bahagia ini terasa sangat indah di pandangan. Semua orang bahagia dan tulus.


"Siapa nama si kecil tampan ini?" Ya ini adalah pertanyaan yang paling ditunggu.


Alicia dan Richard saling bertukar senyum. Richard berdehem dan memulai pengumuman.


"Kenrich Alvaron." Ujar Richard.


"Kami berharap ia akan tumbuh besar menjadi pemimpin yang bijaksana nantinya." Jelas Alicia.


"Aku akan memanggil nya Ken!" Pekik Jessy. Ia jatuh cinta pada bayi kecil itu.


"Jika kau memanggil nya Rich, ayahnya yang akan menengok." Sahut Justin membuat Jessy memajukan bibirnya, ia cemberut karena menjadi bahan ketawaan disini.


...♪••♪••♪••♪••♪••♪••♪••♪••♪••♪••♪••♪••♪••♪••♪...


Beberapa foto Richard dan Kenrich dari bayi sampai 21 bulan 🥰










Author sendiri belum bisa move on dari Hot Daddy satu ini😭🥰 untuk King Of The Darkness sabar ya, Author fokus dulu ke Show Me.🖤


°END°


Thank you,


DHEA


IG: Dheanvta