One Night Stand With My CEO

One Night Stand With My CEO
Story Carl udah Update



Amber masuk kedalam perpustakaan, mencari beberapa buku untuk referensi tugas mereka. Matanya melirik pada sebuah jam besar yang menempel di dinding ruangan, masih ada waktu untuk mengerjakan tugas lainnya. Dengan perlahan tangannya menggapai sebuah buku dengan sampul tebal.


Ia kembali pada meja yang sudah biasa ia tempati, mengeluarkan buku tulis dan membaca kembali apa saja pertanyaan yang ia tulis. Amber membuka buku tebal itu, melihat daftar isi memudahkannya mencari letak materi yang ia cari. Setelah menemukan, Amber menulis diatas kertas bergaris itu, ia fokus dan mudah mencari semua jawaban.


"Maaf kami telat, kau mengerjakannya terlebih dahulu?" ucapan pelan itu membuat Amber mengangkat wajahnya, ia tersenyum pada dua orang pria yang baru datang, menutup buku tebal dan menyodorkan tiga buku lainnya ditengah mereka.


"Tidak, aku hanya sedang menganalisis," jawabnya ramah. Carl duduk di samping kanan Amber, menyimpan tasnya diatas meja dan mengeluarkan buku tulis berserta pulpen. Sedangkan Jack, ia menggaruk pelan kepalanya.


"Umm, Amber. Aku minta maaf tidak bisa terlalu lama disini, aku harus menjemput teman ku," Jack menampilkan wajah sedikit bermohon dan menyesal.


Amber tersenyum kecil dan memberikan mereka masing-masing buku. "Aku hanya ingin membagi tugas dan menentukan perusahaan mana yang akan kita ambil sebagai contoh,"


"Oh kau sangat baik Amber, baiklah kita mulai saja sekarang, apa saja tugasnya," Jack dengan semangat mengeluarkan secarik kertas dan pulpen. Menanti Amber membagikan apa saja tugas yang harus ia cari.


"Untuk Jack, aku rasa kau yang akan memperdalam mengenai tata kelola, untuk Carl hambatan yang sering terjadi, dan aku akan mempelajari strategi pemasaran dan juga pesaing. Apa kalian setuju?. Kita pun akan saling menjelaskan nantinya agar kepahaman kita bisa seragam. Dan ini yang paling penting untuk saat ini, perusahaan mana yang akan kita jadikan contoh."


Carl memperhatikan setiap ucapan dari bibir Amber, ia begitu lancar dan tegas menerangkan poin-poin penting. "Bagaimana jika diperusahaan Ayah ku? Alvaron Group."


Jack menautkan kedua alisnya, membuka kedua telapak tangan pada Amber. "Tunggu, bukankah kita bisa mencarinya di internet tanpa harus mendatangi perusahaan?'


Amber tampak menganggukkan kepalanya pelan namun ragu. "Ya kau benar," Amber bergantian menatap Jack dan Carl. "Tapi jika perusahaan mempermudah mengapa tidak kita coba untuk observasi secara langsung? Kita akan lebih paham dengan realisasinya, bahkan dibelakang makalah kita pun akan terdapat foto bersama CEO-nya langsung, Miss. Hilda pasti memberikan nilai terbesar untuk kita."


Carl ikut menganggukan kepalanya, kini ia tahu mengapa Amber selalu menduduki peringkat pertama, ia berbeda, selalu mencari ide agar semua dosen memberikan nilai berbeda untuknya. Tanpa ada yang membantah, mereka mulai mempelajari bagian tugas mereka masing-masing, Menulis beberapa poin penting untuk mereka perdalam. "Sudah, bolehkan aku pulang?" Amber membaca tulisan Jack pada secarik kertas itu, setelah merasa cukup Amber pun tersenyum dan mengangguk.


"Kerja bagus, kita akan menentukan jadwal yang pas untuk berkumpul kembali. Siapkan beberapa pertanyaan yang berbobot," Jack dengan wajah cerianya mengangguk dan langsung mengambil secarik kertas itu. Ia berdiri dan langsung berpamitan pergi.


Amber menatap Carl dengan ragu, "Kau tidak langsung pulang?" tanya Amber pelan.


"Tidak, aku akan mengerjakan tugas Inggris ku dulu. Kau sedang mengerjakan apa?" Amber tersenyum kecil, ia menunjuk judul buku tebal yang ia bawa, membuat mereka tersenyum dan mulai mengerjakan tugas mereka masing-masing, tanpa ada percakapan.


Ponsel Carl bergetar di atas meja, Carl tampak dengan semangat langsung mengangatnya. "Hallo Val, bagaimana? Kakak ku membantu mu?"