
"Kakak ku lebih suka menyendiri dan fokus pada satu hal. Sudah berbagai cara aku membujuk kakak ku untuk tidak memblokir atau pun mengganti nomornya untuk menghindari Valerie," ujar Carl. Carl menatap Amber lebih serius. "Kau tahu? Bahkan dia pernah mengatakan jika aku dan Valerie seperti minion, dia malu membawa aku dan Valerie pergi saat Valerie masih ada disini. Bagaimana pun aku akan membantu Valerie akur dengan kakak ku," lanjut Carl.
Kedua alis Amber menaut dengan bingung. "Kenapa kau harus membantu mereka akur?" tanya Amber, bahkan ia merasa janggal dengan wanita yang Carl sukai, ia seakan menaruh sesuatu pada Ken.
Carl mendadak tersenyum dengan wajah tampak bahagia. "Karena Valerie akan menjadi adik iparnya, mereka harus akrab dan tidak saling bertengkar seperti ini." Mendengar itu Amber pun hanya bisa menggelengkan kepalanya.
-
Sudah hampir 2 jam mereka di sana, Amber pun menutup laptop dengan perasaan lega. "Kalau begitu aku rasa semuanya cukup," ujar Amber, mengambil beberapa buku dan memasukan kembali kedalam tas.
"Baiklah, aku akan mengantar mu." Carl pun membereskan buku dan laptopnya.
Amber menggelengkan kepalanya, "Tidak perlu, Gebby akan menjemput ku."
"Memangnya di mana rumahmu?" tanya Carl.
"Aku tinggal di Apartemen Luxury," jawab Amber kemudian.
"Hollywood?" tanya Carl bersemangat. Amber menganggukkan kepalanya. "Kalau begitu biar aku yang mengantar mu, kebetulan aku ada janji dengan temanku di daerah sana. Tunggu lah sebentar, aku menyimpan tas dulu." Carl dengan cepat membawa tas berisi buku dan laptop tersebut ke dalam rumah, meninggalkan Amber sendiri di gazebo.
Amber yang tak bisa menolak lagi akhirnya menutup tas dan menunggu Carl kembali, pandangannya kini tertuju pada kolam renang yang begitu luas, rasa segar akan dia dapatkan jika menyentuh air itu. Amber menolehkan kepalanya saat melihat dari ujung matanya Ken sedang berjalan dengan pakaian yang sudah rapi dan menghilang saat berbelok kearah ruangan lainnya.
Wajah Amber seketika memerah, ia baru sadar jika Ken pergi kemungkinan besar hanya ada Amber dan Carl berdua di dalam rumah besar ini.
Dengan cepat Amber menggelengkan kepalanya, apa yang dia pikirkan! Tak berapa lama Carl terlihat keluar dari dalam dan berjalan menghampirinya, Carl sudah mengganti pakaiannya dengan cukup rapi. "Ayo kita langsung berangkat," ucap Amber sambil berdiri dan berjalan terlebih dahulu menuju pintu keluar rumah, meninggalkan Carl cukup bingung dengan sikap Amber yang begitu tergesa.
Carl tersenyum garing, dia menggaruk tekuknya yang tidak gatal. "Jika boleh jujur sebenarnya aku akan akan mengunjungi rumah kakeknya Valerie, dia sangat menyukai aroma ini."
Amber menarik napasnya dalam, sepertinya Carl sangat begitu terobsesi pada wanita itu, pada akhirnya Amber memilih diam dan memasang seat belt. "Oh iya, mengapa kau sudah tinggal di Apartemen dari kuliah? Mencoba untuk mandiri?"
"Tidak, keluarga ku ada di Brazil, aku hanya kuliah di sini," jawab Amber. Carl menganggukkan kepalanya pelan, mulai menjalankan mobil dan melakukan percakapan ringan lainnya. Tanpa terasa, mereka sudah sampai di basement apartemen Amber. "Terimakasih," ujar Amber sambil tersenyum lalu melepaskan seat belt.
Carl tersenyum dan mengangguk, Amber mengerutkan keningnya saat Carl tiba-tiba saja memberikan sebuah coklat. "Apa ini?" tanya Amber bingung.
"Anggap saja ini adalah sebuah sogokan agar kau tidak memberitahu Jack jika aku akan ke rumah kakek Valerie."
Amber mengangkat sebelah alisnya. "Dan untuk apa aku memberitahu Jack tentang itu?" tanya Amber sedikit terkekeh.
"Ya siapa tahu kau tidak sengaja memberitahu Jack jika aku mengantarkan mu karena aku akan mendatangi rumah kakek Valerie." Carl tertawa renyah. "Kau tahu, Jack sudah sangat muak pada hubungan ku dan Valerie, aku tidak ingin mendengar lagi ucapannya tentang Valerie."
"Baiklah aku terima coklat ini, kalau begitu aku turun. Maaf tidak menawari mu untuk masuk ke dalam. Gebby sedang tidak ada," tambahnya.
"Kau benar-benar takut pada ku?" tanya Carl. Amber dengan cepat menggelengkan kepalanya. "Saat di cafe pun kau ragu—"
"Tidak, hanya saja aku dan Gebby sudah membuat peraturan untuk tidak pernah membawa pria ke dalam."
"Baiklah, kalau begitu aku langsung pergi, sampai bertemu besok," ujar Carl berpamitan.
Amber mengangguk dengan semangat, ia pun turun dari mobil dan menunggu mobil Carl meninggalkan area Basement.