One Night Stand With My CEO

One Night Stand With My CEO
Jessy



Alicia sudah tenang dan berbaring kembali, ponselnya bergetar diatas meja sebelah ranjangnya. Matahari sudah mulai terbit, mereka semua, Justin, Richard dan Alicia belum tidur dari malam panjang dan menegangkan itu.


"Jessy." Gumam Richard membaca panggilan masuk. Alicia dengan cepat mengambil ponselnya yang ada ditangan Richard.


"Aku mau mengangkatnya." Pekik Alicia, ia langsung menempelkan ponsel pada telinganya.


"Hallo Jessy! Kau dari mana saja?! Aku mengkhawatirkan mu."


"Kabar ku? Sedikit tidak baik, aku diculik oleh mafia itu lagi, tapi aku sudah selamat." Richard menyandarkan dirinya pada kepala kursi. Ia akan mencoba tidur dan mengabaikan para wanita yang tengah reuni online.


"Tidak, Jess. Aku sedang di New York. Sore ini akan pulang ke LA."


"Oh ya? Maksiko dan New York tidak terlalu jauh, baiklah aku akan menunggu mu. Aku langsung kirimkan lokasi saat kau sudah sampai sini." Richard membuka matanya, ia menatap Alicia panik. Apakah dokter itu akan ke New York? Bagaimana jika wanita itu bertemu dengan Justin?.


"Bye. Sampai bertemu nanti." Alicia menutup panggilan. Menyimpan kembali ponselnya dan kembali berbaring.


"Teman mu akan kemari?" Alicia mengangguk.


"Pagi ini ia akan pulang ke LA, tapi sepertinya akan mampir dulu kemari, kita akan ke LA bersama. Aku akan mengenalkan nya, Jessy sangat baik." Richard terdiam sesaat. Ini adalah urusan Justin, ia tak perlu memikirkan itu, bukannya ia sudah membayar Justin? Jadi Richard tidak perlu cemas lagi bukan?.


"Baiklah. Sekarang kita istirahat dulu, masih ada waktu untuk tidur." Alicia mengangguk. Richard mulai memejamkan matanya, sambil bersandar di Kapala kursi, namun merasa tak enak dengan posisi itu ia membungkuk dan menaruh kepalanya di ranjang. Alicia yang melihat itu mengelus kepala Richard pelan.


"Tidurlah di sini, aku tau kau tidak akan nyenyak." Richard yang tengah memaksakan diri untuk tertidur langsung menegakkan tubuhnya.


"Kau memang yang paling pengertian sayang." Ujar Richard, tanpa basa basi lagi ia duduk diatas ranjang rumah sakit, masuk kedalam selimut dan mulai membaringkan tubuhnya bersejajar dengan Alicia.


"Selamat tidur." Ujar Richard sambil memeluk tubuh Alicia, sesempit apapun ranjang itu, jika bersama Alicia terasa nyaman bagi Richard.


Keduanya mulai terlelap, saling berpelukan dan melepaskan lelah mereka.


"Apa aku juga harus memeluk mu Sam?" Tanya Justin pelan.


"Tidak sama sekali." Protes Sam cepat.


"Kalau begitu kita langsung saja ke hotel. Aku butuh tidur dan makan. Siang nanti aku akan kemari lagi menjemput mereka." Sam mengangguk dan tersenyum kecil melihat kedua orang diatas ranjang. Ia merindukan istri dan anaknya di LA. Walaupun ia sangat kaku, namun jangan salah, ia begitu hangat pada keluarga kecilnya.


°°°


Jessy menarik kopernya, setelah melambaikan tangannya pada Kelly dan keponakan di Meksiko, ia berpamit akan pulang. Sudah saatnya ia kembali ke dunianya, sudah cukup berlarut-larut dalam kesedihan.


"Hati-hati kalian." Kelly melambaikan tangannya. Sedikit menjelaskan, di Meksiko Jessy memiliki kakak bernama Robert, dan Kelly adalah istri dari Robert. Sedangkan si kecil Juliet adalah keluarga barunya yang baru dilahirkan Minggu lalu.


"Ya. Sampai jumpa Kelly. Aku harap Natal nanti Juliet sudah bisa merangkak." Kedua orang itu melambaikan tangannya saat Jessy sudah melewati pagar, seminggu bersama Jessy menambah warna di rumah ini.


Jessy melirik jam tangannya. Ia merubah jadwal keberangkatan ke LA menjadi ke New York. Sedikit panik mendengar Alicia diculik, ia takut Alicia kembali trauma.


_


Dukung author dengan cara memberikan vote dan like🙌


Thank you,


DHEA


IG: Dheanvta