One Night Stand With My CEO

One Night Stand With My CEO
Gadis



John kini dikamar Alicia, duduk bagaikan seorang raja di kursi paling besar yang berada di sudut ruangan.


"Selamat malam tuan Richard." Ujarnya mengejek.


"Aku akan menebusnya, namun saat ini aku sedang rapat penting, aku akan menghubungi mu nanti." Suara itu diam beberapa detik.


"Kau harus menepati janji mu untuk menjaga Alicia, aku tidak ingin melihat satu luka pun ditubuhnya."


"Baiklah,, kau pun tidak akan berani melakukan apapun pada ku." Jawab John malas, ia hanya ingin melihat tumpukan uang itu malam ini.


"Aku akan membunuh mu jika kau berani menyentuhnya!"


"Ih aku sangat takut." Lagi-lagi ejekan itu yang lontarkan John, panggilan itupun terputus. John berjalan kearah Alicia, membuat Alicia dengan cepat menjauh.


"Kau tau? Pria itu memilih rapat dari pada menyiapkan tebusan untuk mu." Hati Alicia sedikit sakit mendengar itu, kini ia hanya bisa pasrah dan menunggu tuhan membalaskan semua kejahatan pria dihadapannya ini.


"Ia tak akan menebus ku dengan uang sebanyak itu." Pekik Alicia muak. John tertawa sambil menggelengkan kepalanya.


"Jangan berkecil hati seperti itu cantik. Ia mengatakan akan menebus mu, ia hanya sedang sibuk bekerja agar uangnya kembali utuh." John duduk diatas ranjang, membuat Alicia langsung berdiri, ia tak ingin dekat-dekat dengan pria itu!.


"Aku sedikit bingung dengan pekerjaan bisnisnya, mengapa bisa mendapatkan uang sebanyak itu dalam beberapa hari." Alicia mengerutkan keningnya, apa yang sedang pria itu katakan? Benar-benar orang gila tidak berguna.


"Oh, kau harus tau, penghasilannya hampir sama sepertiku, hanya saja masih besar penghasilan ku, aku akan sedikit membagikan rahasia kecilku pada mu."


"Pergi saja kau ke neraka! Aku tidak ingin melihat mu disini!" John menggelengkan kepalanya, ia menghempaskan tubuhnya sendiri berbaring diatas ranjang sambil menatap langit-langit ruangan itu.


"Mulut mu masih pedas seperti dulu." Gumam John.


"Aku memiliki kasino besar, tapi itu semua terasa tidak cukup, malah habis oleh pajak yang mencekik itu. Jadi aku memilih jalan pintas ini, penjualan narkotika, minuman keras, senjata, mengadakan perjudian dengan taruhan yang besar dan penjualan wanita adalah yang paling menjanjikan. Tidak ada pajak yang aku tanggung."


Alicia semakin menatap John dengan muak, ia otak dibalik ini semua. Mata Alicia mencari sesuatu yang bisa ia gunakan untuk langsung membunuh pria itu, ia sudah muak.


"Aaaaaa." Suara teriakan itu membuat  Alicia mengalihkan pandangannya, suara itu berasal dari luar. John bangkit dari tidurnya.


"Mereka sudah mendapatkan gadis baru. Aku akan bersenang-senang dulu Alicia, jika kau masih ingin mendengar cerita ku, dengan senang hati aku akan menceritakannya." Tepat saat John melewati Alicia, entah keberanian dari mana Alicia menahan lengan itu.


"Aku akan ingin kenikmatan, bukan mengasihani mereka."


"F*ck! Mereka akan terkena mentalnya!"


"Kau? Aku lihat kau baik-baik saja. Mereka pun akan baik-baik saja setelah ditebus nanti, atau jika tidak ditebus itu adalah kesalahan orang tua mereka, gadis-gadis itu harus menghasilkan uang untuk ku."


"Kau! Benar-benar iblis." Alicia mengarahkan telunjuknya pada wajah John, ia ingin menamparnya dan merusak wajah yang tampak tak bersalah itu.


John menyentuh telunjuk Alicia dengan telunjuknya sendiri.


"Jika kau bukan tawanan VIP ku, aku pastikan jari ini akan hilang dan mulut tajam mu itu akan ku robek." Hanya itu yang John katakan dan langsung membuka pintu, Alicia melihat seorang gadis hendak remaja, ia dibekap didepan pintu, air mata dan sorot mata ketakutan membuat Alicia terdiam, gadis itu akan merasakan sadisnya cara John.


"Jangan menyentuh nya!" Pekik Alicia yang sudah dendam.


'Blam' pintunya terkunci, ia dikurung seorang diri. Alicia memukul pintu dengan sangat kencang.


"Jangan merusaknya bajingan! Kau benar-benar iblis tak memiliki hati!" Teriak Alicia. Ingin rasanya ia menolong gadis itu dan berlari kabur dari sini, namun Alicia sadar, ia pun tak bisa menolong dirinya sendiri.


"Gadis kemarin sudah ditebus?" Sayup-sayup Alicia mendengar percakapan itu, membuat Alicia terdiam dan menanti percakan selanjutnya. Adakah gadis lain selain yang tadi?.


"Sialan gadis kemarin sudah bekas, jika malam ini tidak ditebus, pakai lah oleh kalian berdua. Aku sepertinya akan jatuh cinta dengan gadis baru ini." Terdengar suara jeritan protes itu lagi. Hati Alicia benar-benar sakit, ia mengepalkan tangannya, bersumpah agar semua kejahatan John harus mendapatkan balasan. Gadis-gadis itu akan di hantui rasa sakit seperti dirinya.


°°°


Dukung author dengan cara memberikan vote dan like🙌


Thank you,


DHEA


IG: Dheanvta